Pope to Catholic Universities: ‘Let the wisdom of Christ be your compass’

Pope to Catholic Universities: ‘Let the wisdom of Christ be your compass’

Dalam pesannya kepada Federasi Internasional Universitas Katolik, Paus Leo XIV menyerukan universitas-universitas Katolik untuk tetap berakar teguh di dalam Kristus, sumber kebijaksanaan sejati.

Oleh Vatican News

Dalam pesan yang ditujukan kepada para peserta Sidang Umum ke-28 Federasi Internasional Universitas Katolik (IFCU), yang diselenggarakan di Guadalajara, Meksiko, Paus Leo XIV pada hari Senin menyampaikan refleksi tentang peran universitas-universitas Katolik di dunia saat ini, mendesak mereka untuk tetap berakar di dalam Kristus sebagai sumber kebijaksanaan dan kebenaran.

Sidang Umum tersebut memperingati seratus tahun IFCU, dengan tema, “Universitas Katolik: Koreografer Pengetahuan”. Merujuk pada tema tersebut, Paus mengatakan bahwa itu adalah ungkapan yang indah, yang “membangkitkan harmoni, persatuan, dinamisme, dan sukacita.”

Universitas: Sebuah Jalan Pikiran Menuju Tuhan

Namun, Paus Leo memperingatkan, lanskap budaya kontemporer dipenuhi dengan “nyanyian-nyanyian sirene”, gagasan-gagasan yang menarik karena kebaruannya, popularitasnya, atau kepastiannya yang tampak. Sebaliknya, universitas-universitas Katolik dipanggil untuk menjadi jalur “pikiran menuju Tuhan,” yang menggemakan pemikiran Santo Bonaventura.

Mengutip para Bapa Gereja, termasuk Santo Agustinus dan Santo Paulus, Paus menyoroti kebutuhan abadi bagi lembaga-lembaga Katolik untuk menerangi jiwa manusia dengan menambatkan pengetahuan dalam kebenaran ilahi.

“Jiwa, yang dibiarkan sendiri, tidak memiliki terang maupun kekuatan,” katanya, mengutip Agustinus. “Ia menjadi gelap ketika ia berpaling dari sumber kebenaran yang tak tergoyahkan dan menjadi terang ketika ia mendekat.”

Dalam terang ini, Paus menegaskan bahwa lingkungan universitas, yang ditandai oleh dialog dan pluralitas intelektual, tidaklah asing bagi misi Gereja.

Berinteraksi dengan beragam pandangan

Sejak awal evangelisasi, umat Kristiani memahami pentingnya berinteraksi dengan beragam pandangan dunia. Beliau mengenang bagaimana Santo Paulus menantang umat Kristiani di Roma untuk memeriksa buah dari cara hidup mereka sebelumnya, menggarisbawahi bahwa tanpa Kristus, kebijaksanaan manusia pada akhirnya akan membawa kepada kematian.

“Kristus bukanlah orang asing bagi wacana rasional,” kata Paus Leo, “melainkan batu kunci yang memberikan koherensi dan makna bagi semua pikiran, harapan, dan upaya kita untuk memperbaiki kehidupan dan menemukan tujuan.”

Merefleksikan pemikiran Santo Thomas Aquinas, Paus mencatat bahwa Kristus sebagai Kebijaksanaan merupakan pusat iman dan dapat diakses oleh akal budi manusia universal.

Mengutip dari Komentar Santo Thomas Aquinas tentang Kalimat-kalimat, beliau menekankan bahwa kebijaksanaan, baik dilihat sebagai kapasitas intelektual alami maupun karunia ilahi, “di atas segalanya berkaitan dengan yang ilahi,” dan menawarkan landasan yang kokoh untuk dialog dengan semua budaya dan aliran pemikiran.

Kekuatan identitas Kristiani

Universitas Katolik, tegasnya, tidak boleh menjauhkan diri dari Kristus atau merelatifkan peran unik-Nya atas nama wacana akademis. Sebaliknya, mereka harus terlibat dengan penuh hormat dan bermanfaat dengan semua tradisi ilmu pengetahuan, justru dari kekuatan identitas Kristiani mereka.

Mengakhiri pesannya, Paus Leo XIV menyampaikan harapannya agar Kristus-Kebijaksanaan – Sang Kebenaran yang menjadi Pribadi, yang menarik dunia kepada-Nya – akan menjadi kompas penuntun bagi seluruh institusi pendidikan tinggi Katolik.

“Semoga pengetahuan penuh kasih tentang-Nya menjadi dorongan bagi evangelisasi baru di bidang pendidikan tinggi Katolik,” ujarnya.

Bapa Suci menyampaikan Berkat Apostoliknya kepada seluruh hadirin di Sidang Raya dan kepada institusi-institusi yang mereka wakili.

Bagikan

Post your Comment About This Product

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *