Dalam kehidupan sehari-hari, nama bukan hanya sekadar sebutan. Nama menyatakan identitas, makna, dan harapan. Dalam Tradisi Gereja Katolik, pemberian nama baptis memiliki arti yang sangat dalam, bukan hanya secara sosial, tetapi juga secara rohani. Nama baptis bukan sekadar hiasan dalam dokumen atau formalitas seremoni Gereja; nama baptis adalah bagian dari panggilan kekudusan seseorang.
1. Apa Itu Nama Baptis?
Nama baptis adalah nama yang diberikan kepada seseorang saat menerima sakramen baptis. Nama ini biasanya diambil dari nama orang kudus Katolik yang dianggap sebagai pelindung rohani atau teladan iman. Misalnya, seseorang yang diberi nama baptis โFransiskusโ mungkin diberi nama itu untuk meneladani hidup Santo Fransiskus dari Assisi.
Gereja mengajarkan bahwa baptis adalah pintu gerbang menuju kehidupan rohani Kristen. Dalam sakramen ini, seseorang dilahirkan kembali dalam Kristus (lih. Yoh 3:5), menjadi anggota Tubuh Kristus, dan menerima Roh Kudus. Maka, nama yang diberikan dalam peristiwa kudus ini memiliki makna spiritual yang mendalam.
2. Dasar Alkitabiah: Tuhan Memanggil dengan Nama
Dalam Kitab Suci, kita menemukan banyak contoh bahwa Tuhan memanggil umat-Nya secara pribadi dengan nama:
โAku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku.โ (Yesaya 43:1)
โDomba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikuti Aku.โ (Yohanes 10:27)
Nama adalah tanda relasi yang intim antara Allah dan umat-Nya. Dalam banyak peristiwa penting dalam Alkitab, Tuhan sendiri mengganti atau memberikan nama baru kepada seseorang untuk menunjukkan perubahan misi hidup dan identitas baru di hadapan-Nya:
- Abram menjadi Abraham (Kej. 17:5)
- Yakub menjadi Israel (Kej. 32:28)
- Simon menjadi Petrus (Mat. 16:18)
Ini menjadi dasar teologis bahwa dalam baptis, kita juga diberi nama sebagai tanda kita memasuki kehidupan baru dalam Kristus.
3. Tradisi Gereja: Meneladani Para Kudus
Sejak zaman Gereja perdana, umat Kristen memberikan nama baptis yang berasal dari nama orang kudus. Mengapa? Karena para kudus adalah saksi hidup Injil yang telah menjalani hidup yang kudus dan patut diteladani. Katekismus Gereja Katolik menegaskan:
โOrangtua, wali baptis, dan imam hendaknya memperhatikan bahwa suatu nama diberikan yang tidak bertentangan dengan perasaan Kristiani. Para orangtua dan wali baptis boleh memilih nama seorang kudus untuk memberikan teladan kekudusan dan untuk mempercayakan anak kepada perlindungan dari seorang pelindung surgawi.โ (KGK 2156)
Jadi, nama baptis juga membawa peran spiritual: orang yang dibaptis diundang untuk belajar dari teladan kudus dan menjadikan hidupnya sebagai persembahan kepada Allah, seperti orang kudus yang namanya ia bawa.
4. Mengapa Nama Baptis Masih Dipakai Sampai Sekarang?
a. Identitas Kekristenan yang Tak Pernah Usang
Meskipun zaman terus berubah, panggilan untuk menjadi kudus tidak berubah. Nama baptis adalah pengingat terus-menerus akan identitas Kristen kita. Dalam dunia yang semakin sekuler, nama baptis membantu kita tetap mengingat siapa kita: orang yang telah ditebus dan dipanggil untuk hidup dalam terang Kristus.
b. Relasi dengan Komunitas Surgawi
Dengan memiliki nama orang kudus, kita seolah masuk dalam โjaringan doaโ umat kudus. Kita percaya bahwa para kudus mendoakan kita dari surga (lih. Why. 5:8; 8:3-4). Maka, nama baptis bukan sekadar simbol, tapi menjadi tanda hubungan spiritual dengan Gereja di surga.
c. Nama dalam Liturgi dan Doa
Nama baptis sering disebut dalam liturgi, seperti saat seseorang menerima sakramen Krisma, Perkawinan, atau bahkan saat kematian. Dalam momen-momen itu, nama baptis menjadi penanda spiritual yang menghubungkan seseorang dengan Kristus.
5. Dokumen Resmi Gereja tentang Nama Baptis
Beberapa dokumen Gereja menekankan pentingnya nama baptis, antara lain:
a. Kode Hukum Kanonik (CIC 1983), kan. 855
โOrangtua, wali baptis, dan pastor baptis hendaknya memperhatikan agar jangan diberikan nama yang asing bagi perasaan Kristiani.โ
Ini menunjukkan perhatian Gereja agar nama yang diberikan dalam baptis mencerminkan iman Kristiani.
b. Sacrosanctum Concilium (Konsili Vatikan II)
Meskipun tidak menyebut nama baptis secara eksplisit, dokumen ini menegaskan pentingnya pembaruan dan pemurnian dalam liturgi. Pemberian nama baptis menjadi bagian dari liturgi pembaptisan yang kaya makna dan simbolisme.
6. Nama Baptis dan Tanggung Jawab Iman
Nama baptis juga menyimpan tanggung jawab spiritual. Seperti nama seorang prajurit yang membawa lambang negaranya, nama baptis adalah lambang bahwa kita adalah โtentara Kristusโ, murid yang dipanggil untuk mewartakan Injil dan hidup kudus.
Orang tua dan wali baptis memiliki tanggung jawab untuk membantu anak memahami dan menghidupi arti dari nama baptisnya. Ini juga menjadi bahan pengajaran iman dalam keluarga.
7. Apa yang Terjadi Jika Seseorang Tidak Punya Nama Kudus?
Jika seseorang dibaptis dengan nama yang bukan berasal dari nama orang kudus, Gereja tidak melarang, tetapi tetap mendorong agar seseorang dapat mengenal para kudus dan memilih satu yang dapat dijadikan teladan dan pelindung dalam hidup rohaninya. Dalam sakramen Krisma atau saat masuk dalam Gereja Katolik melalui inisiasi orang dewasa, seseorang bisa memilih nama seorang kudus.
Penutup: Nama Baptis adalah Hadiah Rohani
Nama baptis bukan hanya tradisi tua atau formalitas liturgi. Ini adalah panggilan, identitas, perlindungan, dan harapan. Nama itu menyatakan siapa kita di hadapan Allah dan Gereja: anak Allah yang terlahir baru dalam Kristus dan dipanggil menuju kekudusan.
Maka, mengenal dan menghargai nama baptis kita adalah salah satu cara untuk terus menghidupkan iman kita dalam dunia modern. Dengan meneladani orang kudus yang namanya kita bawa, kita diajak untuk hidup sebagai terang dunia (Mat. 5:14), menjadi saksi Kristus dalam kehidupan sehari-hari.
Referensi
- Katekismus Gereja Katolik (1997). Libreria Editrice Vaticana.
- Kitab Hukum Kanonik (Codex Iuris Canonici, 1983).
- Sacrosanctum Concilium, Konstitusi tentang Liturgi Suci, Konsili Vatikan II.
- Alkitab โ Lembaga Alkitab Indonesia.
- Joseph Ratzinger (Benediktus XVI). The Spirit of the Liturgy. Ignatius Press, 2000.
Mengapa biasanya nama baptis dan nama krisma berbeda dan mengapa nama krisma tidak menggunakan nama baptis saja?
Setelah saya selesai membaca makna dan pentingnya nama baptis dalam tradisi Gereja Katolik,saya baru mengetahui dan memahami arti nama baptis itu sekarang ternyata itu menjadi hal sangat penting bukan hanya sebagai suatu simbol namun sebagai suatu panggilan, identitas diri, perlindungan oleh para orang Kudus yang dapat di teladani untuk kehidupan saya dan juga menjadi sebuah harapan bagi saya,agar bisa saya kenali siapa nama Santa yang saya gunakan dalam nama baptis. Dengan saya membaca artikel tersebut,saya dapat merefleksikannya dengan apa yang saya alami, karena saya baptis dewasa saat kelas 6 SD, dan waktu itu saya memilih nama baptis di Buku Doa-ku sesuai urutan bulan lahir saya,karena saat itu saya belum mengerti apa makna nama baptis, jadi saya pun konfirmasi dengan orang tua saya,dan kemudian orang tua saya setuju-setuju saja. Tetapi pada saat sekarang saya baru tahu ternyata nama baptis itu bisa juga berkaitan dengan kehidupan yang dialami terutama dalam hal spiritual yang ada pada diri saya, namu saat ini saya baru tahu dan belum terlalu memahami peran nama Santa yang saya pakai,jadi saya ingin bertanya bagaimana caranya agar saya bisa lebih memahami dan mendalami untuk bisa meneladani nama Santa atau orang Kudus yang saya gunakan dalam nama baptis saya?
Supaya kamu bisa benar-benar memahami dan meneladani santo/santa pelindung dalam nama baptismu, kamu bisa menempuhnya seperti membangun persahabatan rohani โ mengenal, mengagumi, lalu meniru.
Berikut langkah-langkah yang selaras dengan tradisi Gereja:
1๏ธโฃ Kenali Kisah Hidupnya Secara Utuh
Baca riwayat resmi: Cari biografi dari sumber Gereja, misalnya Butlerโs Lives of the Saints, situs Vatikan, atau dokumen keuskupan.
Perhatikan konteks zamannya: Bagaimana tantangan hidupnya? Apa yang dia perjuangkan?
Fokus pada nilai utama: Apakah dia dikenal karena kerendahan hati, keberanian, kesucian, atau pelayanan?
๐ KGK 2156โ2159 menekankan bahwa nama santo/santa memberi kita teladan hidup kudus dan kesempatan untuk meneladani keutamaan mereka.
2๏ธโฃ Pelajari Ajarannya & Doanya
Kalau dia menulis buku, surat, atau doa, baca dan renungkan. Misalnya Santa Teresia dari Lisieux punya โJalan Kecilโ yang sederhana tapi mendalam.
Kalau tidak ada tulisan pribadi, pelajari doa atau devosi yang terkait dengan dirinya.
3๏ธโฃ Rayakan Pestanya Secara Khusus
Cari tahu tanggal pesta liturginya dan rayakan dengan ikut Misa, doa novena, atau pelayanan kecil yang terinspirasi darinya.
Ini membantu kamu โmenghidupkan ulangโ semangat hidupnya tiap tahun.
4๏ธโฃ Latihan Meneladani
Pilih satu kebajikan utamanya dan latih setiap hari.
Misal: kalau santo pelindungmu terkenal murah hati, tentukan target sederhana seperti membantu satu orang setiap hari.
Tulis pengalaman itu di jurnal rohani untuk melihat pertumbuhan.
5๏ธโฃ Bangun Relasi Doa
Doakan dia setiap hari: minta bimbingan, kekuatan, dan perlindungan.
Percayalah bahwa para kudus adalah communio sanctorum โ bagian dari keluarga rohani kita yang mendoakan kita di hadapan Allah.
Perbedaan nama baptis dan nama krisma sebenarnya bukan karena aturan wajib dari Gereja, tapi lebih karena tradisi dan pilihan pribadi yang berkembang di berbagai daerah.
1๏ธโฃ Dasar Sakramennya
Nama Baptis
Diberikan saat Sakramen Baptis โ tanda resmi seseorang menjadi anggota Gereja. Nama ini biasanya diambil dari Santo/Santa atau misteri iman, sesuai anjuran Gereja (KGK 2156โ2159, KHK kan. 855).
Nama Krisma
Dipilih saat menerima Sakramen Krisma (Penguatan). Tidak selalu berbeda dari nama baptis; banyak orang tetap memakai nama baptisnya.
Namun, ada tradisi memilih nama tambahan untuk menandai kedewasaan iman.
2๏ธโฃ Mengapa Sering Berbeda?
Tanda Pertumbuhan Iman
Saat Krisma, kita dianggap โdewasaโ dalam iman. Memilih nama Santo/Santa baru bisa menjadi simbol panggilan baru atau misi khusus yang ingin diikuti.
Misalnya: waktu kecil dibaptis โMariaโ, saat Krisma memilih โKatarinaโ karena ingin meneladani kecerdasan dan keberanian Santa Katarina dari Siena.
Inspirasi Baru
Dalam perjalanan hidup, kita bisa menemukan Santo/Santa lain yang kisahnya sangat menginspirasi, sehingga kita ingin menjadikannya pelindung tambahan.
Tradisi Lokal atau Paroki
Beberapa paroki mendorong remaja memilih nama krisma baru sebagai simbol bahwa Sakramen Krisma adalah langkah rohani yang mandiri, bukan sekadar kelanjutan baptis anak-anak.
3๏ธโฃ Apakah Wajib Berbeda?
โ Tidak wajib. Gereja tidak memaksa umat mengganti atau menambah nama saat Krisma.
โ Boleh tetap memakai nama baptis, terutama kalau sejak awal nama itu sudah menjadi sumber inspirasi iman yang kuat.
4๏ธโฃ Makna Rohani Jika Berbeda
Kalau nama krisma berbeda, artinya kamu sekarang punya dua pelindung rohani:
Pelindung dari baptis: yang membimbing kamu sejak awal iman.
Pelindung dari krisma: yang memberi teladan dalam misi kedewasaan iman.
Hallo Jasmine. Memang tidak semua bahan bisa kami publikasi serentak secara langsung. Untuk pertanyaanmu bisa dijawab dan diperjelas di postingan kami ini: https://mengenalkatolik.my.id/mengapa-nama-baptis-dan-nama-krisma-berbeda/
Jangan lupa tinggalkan komentar lainnya ya!? Kamu juga bebas untuk mendaftar lho di laman pendidikan kami.
Yang dapat saya simpulkan dari kutipan tersebut adalah dalam tradisi Katolik nama baptis memiliki makna sebagai identitas spiritual, dan dari nama Santo dan Santa yang dipilih tersebut mengingatkan kita untuk bisa mengikuti dan meneladani contoh hidup yang baik dan saleh dari nama baptis yang kita pilih dan komitmen untuk hidup sesuai ajaran Kristiani.
Gereja juga mengajarkan bahwa baptis adalah pintu gerbang menuju kehidupan Rohani Kristen.
Halo Cludia. Pendapat tersebut akurat dan sesuai dengan isi artikel. Berikut adalah poin-poin yang menjelaskan kesesuaian pendapat kamu dengan artikel ini adalah:
Makna Nama Baptis dan Identitas Spiritual
Pendapat tersebut benar bahwa nama baptis memiliki makna sebagai identitas spiritual. Artikel menjelaskan bahwa nama baptis bukan hanya sekadar formalitas, tapi juga merupakan bagian dari panggilan seseorang untuk mencapai kekudusan. Nama baptis adalah pengingat akan identitas Kristen yang tak usang.
Teladan dari Santo dan Santa
Bagian yang menyatakan bahwa nama baptis mengingatkan kita untuk meneladani hidup yang baik dan saleh dari para Santo dan Santa juga sesuai dengan artikel. Artikel tersebut menyebutkan bahwa nama baptis biasanya diambil dari nama orang kudus Katolik yang menjadi pelindung rohani atau teladan iman. Gereja perdana sudah melakukan tradisi ini karena para kudus adalah saksi hidup Injil yang patut diteladani.
Pintu Gerbang Kehidupan Rohani
Pernyataan bahwa baptis adalah pintu gerbang menuju kehidupan rohani Kristen juga merupakan ringkasan yang tepat dari artikel. Artikel secara eksplisit menyatakan bahwa melalui sakramen baptis, seseorang dilahirkan kembali dalam Kristus, menjadi anggota Tubuh Kristus, dan menerima Roh Kudus.
Setelah membaca artikel ini saya dapat memahami makna nama baptis dengan mengikuti nama Santo Santa pelindung,saya jadi paham ternyata Dengan mengikuti nama Santo Santa ini merupakan identitas sebagai iman katolik, walaupun tidak wajib meniru nama Santo Santa tersebut,bagi saya dengan mengikuti nama Santo-Santa ini dapat membawa kita dalam menumbuhkan iman kita sebagai identitas iman umat katolik,dengan menyadari tentang nama baptis ini,kita akan mencari tau tentang kisah nama baptis Santo-santa kita, sehingga setelah mencari tau tentang kisahnya kita akan terdorong meniru teladan Santo santa pelindung itu dari nama baptis tersebut.
Karena Nama baptis dalam Gereja Katolik itu adalah sebagai tanda identitas kita sebagai anggota umat Allah yang di terima pada saat kita menerima sakramen baptis.
Maka dapat di simpulkan bahwa nama baptis itu sangat penting untuk kita belajar menegaskan Iman, meneladani hidup, Dan menghubungkan dengan tradisi Gereja, serta memberi panutan Rohani sepanjang hidup.
Halo Elsa. Pendapat tersebut juga sesuai dengan isi artikel. Berikut adalah poin-poin yang dapat ditarik dari artikel yang mendukung pernyataan kamu:
Yang saya dapat simpulkan dari materi ini adalah bahwa nama baptis ini sangat penting untuk kita sebagai umat Katolik yang percaya bahwa nama baptis adalah sebagai nama pelindung kita umat Katolik dan juga menandakan bahwa kita penganut katolik yang percaya bahwa nama pelindung adalah hal yang penting dalam tradisi katolik
Halo Apdeo. Berdasarkan pendapatmu, ada beberapa poin yang dapat dikonfirmasi dan beberapa poin yang perlu diklarifikasi mengenai pendapat tersebut:
Meskipun demikian, ada beberapa hal yang perlu diluruskan dari pendapat kamu. Pemberian nama baptis tidak hanya tentang nama pelindung, tetapi juga memiliki dasar teologis yang mendalam:
Jadi, meskipun pendapat kamu benar bahwa nama baptis berfungsi sebagai nama pelindung dan merupakan hal yang penting, pendapat kamu cuma kurang lengkap. Pentingnya nama baptis juga mencakup makna sebagai identitas Kristen, dasar alkitabiah, dan panggilan untuk meneladani para kudus serta memiliki tanggung jawab spiritual. Selain itu, meskipun pemberian nama kudus sangat dianjurkan, Gereja tidak melarang jika seseorang dibaptis dengan nama yang bukan berasal dari nama orang kudus. Namun, orang tersebut tetap didorong untuk mengenal para kudus dan memilih satu untuk dijadikan teladan dan pelindung.
saya melihat bahwa isi artikel tersebut menekankan bahwa nama baptis bukan sekadar identitas, tetapi memiliki makna rohani yang dalam dan menjadi bagian dari perjalanan iman seorang Katolik. Nama baptis bukan sekadar nama, tapi tanda bahwa kita milik Kristus. Nama ini mengingatkan kita untuk meneladani santo atau santa pelindung kita, hidup dalam iman, dan setia pada ajaran Gereja sepanjang hidup.
Halo Marsela. Pendapat kamu akurat dan sesuai dengan isi artikel. Artikel tersebut menekankan bahwa nama baptis memiliki makna rohani yang mendalam dan bukan hanya sekadar identitas sosial atau formalitas.
Poin-poin Penting dalam Artikel:
Good job!!!
Setelah membaca artikel mengenai Baptis ini saya dapat menyimpulkan bahwa didalam Gereja katolik Baptis itu sangat lah penting, karena hal itu merupakan sebagian syarat kita untuk menjadi pengikut Kristus. Kemudian, saya juga baru mengetahui Makna tentang Nama pelindung baptis kita, dan nama itu bukanlah nama sembarang. Kemudian saya juga mulai mengetahui bahwa baptisan ini adalah momen yang sangat spesial dalam kehidupan khususnya kita sebagai orang katolik, yang dimana kita menerima tanda kekal yang menunjukkan kita sebagai murid Kristus.
Terimakasih Artikel ini sangat bermanfaat bagi saya๐
Setelah saya mebaca artikel tersebut , saya menyimpulkan bahwa nama baptis dalam tradisi Katolik memiliki makna yg sangat penting karena nama tersebut dianggap sebagai nama santo atau santa pelindung yang dipilih untuk menjadi panutan dan pemberi syafaat bagi seseorang yang dibaptis. Nama baptis biasanya dipilih berdasarkan santo atau santa yang dianggap memiliki kehidupan yang patut diteladani atau memiliki hubungan khusus dengan orang tersebut ๐
Halo Kristina. Pendapat kamu tentang nama baptis dalam tradisi Katolik sudah tepat, dan sesuai dengan informasi yang ada dalam artikel yang diberikan. Berikut adalah rincian dari poin-poin yang kamu sampaikan, didukung oleh kutipan dari artikel:
Terima kasih!
Halo Bela. Respon kamu menunjukkan pemahaman yang baik dan mendalam terhadap artikel ini. Kamu berhasil menangkap poin-poin utama mengenai pentingnya sakramen Baptis dan makna di balik nama baptis dalam tradisi Katolik.
Poin-Poin yang sudah kamu simpulkan:
Meskipun tanggapan kami sudah baik, ada beberapa poin tambahan yang bisa dipertimbangkan untuk melengkapi pemahaman tersebut:
Secara keseluruhan, respon kamu menunjukkan bahwa artikel ini berhasil menyampaikan pesan utamanya dengan efektif dan mudah dipahami.
Terima kasih!
Saya melihat dan membaca isi dari artikel tentang pembaptis ini mengatakan, nama yang diambil dari orang Kudus, seseorang yang memiliki peran dan tanggung jawab dalam dirinya. Orang yang dibaptis dengan nama orang Kudus yang telah dipilih memiliki tanggung jawab untuk hidup, meneladani sikap hidup dari orang Kudus tersebut.
Dari artikel ini saya belajar nama baptis bukanlah nama yang diambil dari sembarang orang, tetapi sebagai umat kristiani memilih nama baptis dari orang Kudus yang sekiranya cocok dapat dijadikan komitmen yang sesuai dengan hidup kita sebagai persembahan kepada Allah.
Halo Evifania. Pernyataan kamu sudah sesuai dengan isi artikel. Berikut adalah poin-poin yang mendukung pernyataan kamu:
Terima kasih!
Jika seseorang dibaptis dengan nama yang bukan berasal dari nama yang kudus, gereja tidak melarang, tetapi tetap mendorong agar seseorang dapat mengenal para Kudus dan memilih satu yang dapat dijadikan teladan dan pelindung dalam hidup rohani nya
Artikel ini menjelaskan bahwa nama baptis seringkali diambil dari nama orang Kudus Katolik sebagai pelindung rohani dan teladan iman.
Halo, Wilindawati.
Pernyataan kamu tersebut akurat. Artikel ini menjelaskan bahwa nama baptis sering diambil dari nama orang kudus Katolik yang dianggap sebagai pelindung rohani atau teladan iman. Namun, artikel ini juga menyatakan bahwa jika seseorang dibaptis dengan nama yang bukan berasal dari nama orang kudus, Gereja tidak melarangnya. Meskipun demikian, Gereja tetap mendorong orang tersebut untuk mengenal para kudus dan memilih salah satu sebagai teladan dan pelindung dalam kehidupan rohaninya.
Terima kasih!
Pada artikel tersebut dikatakan nama baptis bukan sekedar hiasan dalam dokumen atau formalitas,akan tetapi nama baptis adalah bagian dari panggilan kekudusan seseorang .jadi,bagaimana jika seseorang yang tidak mempunyai atau memiliki nama baptis. Tetapi seseorang tersebut sudah menerima sakramen baptis dan dari pastor pun tidak memberikan nama baptis nya.apakah ketika seseorang tersebut sudah mengetahui bahwa dia tidak memiliki nama baptis dia bisa memilih nama baptis nya sendiri?
Halo, Marliana.
Berdasarkan informasi dari artikel ini, nama baptis bukan sekadar hiasan dalam dokumen atau formalitas, tetapi merupakan bagian dari panggilan kekudusan seseorang. Nama baptis adalah nama yang diberikan kepada seseorang pada saat menerima sakramen baptis. Nama ini biasanya diambil dari nama orang kudus Katolik yang dianggap sebagai pelindung rohani atau teladan iman.
Artikel ini menyatakan bahwa jika seseorang dibaptis dengan nama yang bukan berasal dari nama orang kudus, Gereja tidak melarangnya. Namun, Gereja tetap mendorong agar orang tersebut dapat mengenal para kudus dan memilih salah satu dari mereka untuk dijadikan teladan serta pelindung dalam kehidupan rohaninya.
Oleh karena itu, jika seseorang sudah dibaptis tetapi tidak memiliki nama kudus, ia bisa memilih nama kudus sendiri saat menerima Sakramen Krisma atau ketika masuk ke dalam Gereja Katolik melalui inisiasi orang dewasa.
Untuk penjelasan lebih mendalam, dapat digali lagi melalui diskusi dan penjajakan pendapat ketika di dalam kelas.
Terima kasih!
Mengapa Gereja Katolik menganjurkan umatnya untuk memilih nama baptis yang berasal dari nama Santo/Santa, dan bagaimana pemilihan nama ini dapat menjadi inspirasi dalam Iman sehari-hari ?
Halo, Martha.
Berdasarkan artikel ini, Gereja Katolik menganjurkan umatnya untuk memilih nama baptis dari nama orang kudus karena beberapa alasan:
Meskipun demikian, Gereja tidak melarang jika seseorang dibaptis dengan nama yang bukan berasal dari nama orang kudus. Namun, Gereja tetap mendorong agar orang tersebut dapat mengenal para kudus dan memilih salah satu untuk dijadikan teladan dan pelindung dalam kehidupan rohani. Seseorang dapat memilih nama seorang kudus saat menerima sakramen Krisma atau saat masuk ke dalam Gereja Katolik melalui inisiasi orang dewasa.
Terima kasih!
Nama baptis bukan hanya sekedar menunjukkan bahwa seseorang beragama katolik, namun ternyata lebih mengarahkan umat beriman untuk meneladani cara hidup santo dan santa, nama orang kudus menjadi panutan bagi umat beriman, sebagai bentuk ikatan atau relasi yang bersifat spiritual dengan Gereja di surga.
Setelah saya membaca artikel ini, saya menyimpulkan bahwa nama baptis dalam tradisi Katolik bukan hanya sekadar tentang identitas formal, melainkan sebagai tanda rohani yang mengikat iman seseorang. Dengan pemilihan nama yang diambil dari para Kudus yaitu Santo dan Santa, nama-nama ini mengandung doa dan harapan agar setia kepada Kristus, dibimbing oleh Santo atau Santa pelindungnya, dan selalu bertumbuh dalam kekudusan. Dengan ini, nama baptis memiliki makna yang sangat mendalam, menghubungkan pribadi dengan komunitas Gereja, tradisi iman, dan panggilan untuk hidup Kudus sepanjang hayat. Maka menjaga dan menghormati nama baptis berarti menjaga jati diri sebagai anak Allah dan pewaris Kerajaan Surga.
Tuhan Yesus Memberkati
Artikel ini sangat menarik bagi saya , saya sangat tertarik dengan pembahasan tentang nama baptis , nama baptis diambil dari nama Santo Santa , Santo Santa yang kita ambil namanya akan menjadi pelindung kita selama kita hidup , oleh sebab itu saya sangat tertarik dengan pembahasan yang ada di artikel ini
Setelah saya Membaca Artikel ini saya memahami bahwa nama Baptis bukan lah hanya sekedar identitas kita didokumen-dokumen atau nama sehari-hari, Tetapi nama Baptis merupakan panggilan kristiani kita untuk menghidupi iman akan Yesus Kristus, melalui nama Baptis kita di panggil untuk menghidupi teladan iman. membangun relasi dengan Allah
saya menyimpulkan bahwa nama baptis memiliki makna yang sangat dalam dan penting dalam kekristenan. Nama baptis bukan sekadar sebutan, melainkan tanda identitas baru dalam Kristus. Nama ini juga merupakan pengingat terus-menerus akan panggilan untuk hidup kudus. Dan juga nama baptis adalah hadiah rohani yang menyatakan siapa kita di hadapan Allah dan Gereja, serta menjadi panggilan, identitas, perlindungan, dan harapan.
Ketika saya memahami dan memaknai tentang evangelisasi bagi saya ini sebuah kesempatan bagi saya untuk mengenal dan belajar ber evangelisasi dan ini membuat saya mengerti mengenai sebuah evangelisasi dan ini sangat menarik dan bisa dimengerti di dalam nama baptis ,bukan sekedar sebuah nama , melainkan mengandung sejarah iman dan teladan hidup bagi saya.melalui nama ini,saya diingatkan untuk mengikuti jejak Santo pelindung meledani kasih, kerendahan hati dan kesetiaan kita terhadap tuhan
Jika orang lain melihat hidup saya,apakah mereka bisa melihat nilai nilai yang terkandung dari nama baptis saya pak?
Sekian dan terimah kasih pak ๐
Idealnya, iya โ nama baptis itu bukan cuma label, tapi tanda panggilan hidup yang mestinya kelihatan dari cara kamu bersikap.
๐ง Makna dalam Tradisi Gereja
Katekismus Gereja Katolik (KGK) 2156 menegaskan: nama baptis biasanya diambil dari santo/santa atau misteri iman untuk menjadi teladan dan pelindung rohani.
Artinya, setiap kali orang memanggil namamu, sebenarnya mereka sedang mengingatkan identitas dan misi rohanimu.
๐ Contoh
Kalau nama baptismu โFransiskusโ, orang bisa mengingat kerendahan hati dan cinta ciptaan ala Santo Fransiskus Asisi. Kalau โMariaโ, mereka bisa melihat keteladanan iman dan ketaatan pada Allah seperti Bunda Maria.
โ Tantangannya
Nama itu akan โberbicaraโ hanya kalau perilaku kita selaras dengan nilai yang dikandungnya. Kalau tidak, nama itu tetap sah secara sakramen, tapi kehilangan daya kesaksian.
๐ฑ Praktik sederhana supaya orang melihat nilai dari namamu
Pelajari kisah santo/santa pelindungmu โ kenali apa yang dia perjuangkan.
Hidupkan nilai itu dalam keseharian โ kecil atau besar, misalnya lewat tutur kata, pelayanan, atau sikap kerja.
Jadikan doa harian โ minta santo/santa pelindungmu menolong kamu setia pada teladannya.
Dari kutipan tersebut dapat saya simpulkan bahwa nama baptis adalah suatu makna kita sudah menjadi orang kudus katolik yang sejati. Dengan di baptis kita sunguh hadir dalam kristus yang setia menuntun dan melindungi terhadap umat kristiani. Dengan demikian bagaimana dengan orang yang belum di baptis, apakah mereka belum menjadi orang katolik yang seutuhnya?
Kalau bicara dari sudut pandang teologi Katolik, iya โ seseorang yang belum dibaptis belum menjadi orang Katolik secara penuh.
๐ง Dasar Ajaran Gereja
Katekismus Gereja Katolik (KGK) 1213:
Baptis adalah fondasi seluruh kehidupan Kristiani, pintu gerbang menuju kehidupan dalam Roh, dan pintu yang membuka akses kepada sakramen-sakramen lainnya.
Artinya, baptis bukan sekadar ritual, tapi tanda resmi bahwa seseorang masuk ke dalam Gereja.
Tanpa baptis, seseorang belum menjadi anggota Gereja secara kanonik (resmi) dan belum dapat menerima sakramen lain seperti Ekaristi atau Krisma.
๐ Kitab Hukum Kanonik (KHK) kanon 96:
Dengan baptis, manusia dipersatukan dengan Gereja Kristus dan menjadi pribadi dengan hak dan kewajiban dalam Gereja.
๐ช Ibaratnya
Kalau Gereja itu sebuah rumah, baptis adalah pintu masuknya. Orang yang belum dibaptis mungkin sering main di halaman rumah (misalnya ikut misa, doa, atau pelayanan sosial), tapi secara resmi belum masuk ke dalam rumah sebagai anggota.
โ Catatan penting
Gereja mengakui adanya baptis rindu (baptismus desiderii) โ orang yang belum dibaptis secara air, tetapi sungguh ingin dibaptis dan hidup sesuai iman Kristiani, bisa dianggap diterima oleh Allah, terutama kalau meninggal sebelum baptis.
Jadi, Tuhan tidak โmenghukumโ orang hanya karena secara fisik belum sempat dibaptis, selama hatinya sungguh terbuka pada Kristus.
Apakah nama baptis itu harus diletakkan di depan? Atau boleh diletakkan menjadi middle name? Bagaimana sebaiknya hal itu diberlakukan?
Nama baptis tidak wajib selalu diletakkan di depan โ Gereja Katolik tidak punya aturan baku soal โposisiโ nama baptis dalam nama lengkap.
๐ Dasar Gereja
Kitab Hukum Kanonik kanon 855 (tentang pemberian nama baptis) hanya mengatur isi dan makna namanya, bukan urutannya. Jadi secara resmi, Gereja tidak mengatakan: โnama baptis harus di depanโ atau โharus di tengahโ.
๐ก Praktik di Tradisi Gereja
Di Eropa & Amerika: biasanya nama baptis memang di depan, karena secara budaya โgiven nameโ = โbaptismal nameโ. Misal: Maria Teresa Johnson.
Di Indonesia & Asia: banyak yang meletakkan nama baptis di depan (Yohanes Antonius Gunawan) atau di tengah (Antonius Gunawan Yohanes), bahkan ada yang hanya mencantumkannya di dokumen Gereja, tidak di KTP.
Dalam Liturgi: saat sakramen atau acara Gereja, imam biasanya memanggil dengan nama baptis terlebih dahulu (โSaudara Yohanes, terimalah Sakramen Krismaโฆโ), jadi posisinya di depan memudahkan pengenalan, tapi ini bukan keharusan.
๐ Sebaiknya bagaimana?
Kalau ingin nama baptis jelas dan dikenal, letakkan di depan, sehingga orang langsung tahu siapa santo/santa pelindungmu.
Kalau ingin tetap mempertahankan nama keluarga atau tradisi daerah, nama baptis bisa di tengah atau bahkan dipakai hanya dalam konteks Gereja.
Yang penting: nama itu hidup dalam iman, bukan cuma hiasan di akta baptis.
Setelah saya membaca artikel yang telah di paparkan, saya bisa mengetahui bahwa nama baptis atau biasa disebut nama pelindung sangat lah penting bagi umat kristiani. Sebelum saya membaca artikel ini saya mengira nama baptis adalah nama yang sekedar berlaku pada saat di babtis, tetapi ternyata nama baptis berlaku sampai kapan pun.
Namun saya masih belum mengerti apakah nama baptis boleh sama dengan nama baptis orang lain atau tidak boleh? karena yang saya tau nama baptis setiap orang berbeda-beda.
Boleh sekali ๐.
Dalam Gereja Katolik, nama baptis tidak harus unik seperti nomor KTP. Tidak ada aturan yang melarang dua orang, bahkan satu paroki sekalipun, memiliki nama baptis yang sama.
Dasarnya:
๐ Kitab Hukum Kanonik (KHK 1983) kanon 855 hanya mengatakan:
โOrang tua, wali baptis, dan pastor hendaknya memberi perhatian supaya tidak dipilih nama yang bertentangan dengan iman Kristiani.โ
Artinya, syaratnya bukan โharus berbeda dari orang lainโ tapi harus sesuai iman Katolik, biasanya diambil dari nama santo/santa, tokoh Kitab Suci, atau nama dengan makna Kristiani.
Tradisi Gereja juga menunjukkan bahwa banyak orang Kudus berbagi nama sama:
Santo Yohanes Pembaptis dan Santo Yohanes Rasul.
Santa Maria dari berbagai negara dan zaman.
Menggunakan nama yang sama justru bisa menjadi tanda kesatuan dalam teladan iman. Kalau dua orang punya nama baptis โFransiskusโ, mereka sama-sama diingatkan meneladani kerendahan hati Santo Fransiskus Asisi.
Jadi, kalau nama baptis kamu sama dengan orang lain, itu tidak masalah. Malah bisa jadi โteman seperjalanan rohaniโ yang saling mengingatkan untuk hidup seperti santo/santa pelindungnya.
Menurut saya artikel ini sangat bagus dan mudah untuk dipahami, dari artikel ini saya memahami bahwa sakramen baptis ini penting dalam gereja katolik karena pintu masuk seseorang untuk menjadi anggota tubuh Kristus, menerima sakramen baptis artinya kita dilahirkan kembali. jadi seharusnya kita memiliki nama baptis karena nama baptis ini bagian dari panggilan kekudusan seseorang. dengan adanya nama baptis kita memiliki Santo/Santa pelindung kita, nama-nama orang Kudus itu bisa kita teladani dan menjadi pelindung kita. dan saya menyimpulkan bahwa nama baptis bukan sekedar sebutan tetapi nama baptis adalah tanda atau identitas Baru diri kita dihadapan Kristus agar kita dapat bertumbuh dalam kekudusan.
jadi kita yang memiliki nama baptis dengan nama orang Kudus kita bisa meneladaninya, seperti hidup orang Kudus yang kita bawa.
Awalnya saya mengira bahwa nama babtis hanya sekedar nama biasa, ternyata dibalik itu nama babtis sangatlah penting bagi orang katolik, bukan hanya sekedar sebagai nama namun kita juga harus menghidupi iman katolik kita dengan meneladani teladan mereka sebagai orang Kudus yang menghidupi iman kristiani. Mempunyai nama babtis membantu kita untuk memilih siapa orang Kudus yang ingin kita contoh teladan hidupnya. Nama babtis sebagai identitas, dalam iman berarti mencerminkan iman kristiani. Tidak hanya itu dengan adanya nama babtis itu berarti kita dilindungi kapanpun dan di mana pun itu, saya percaya dengan diberi nama babtis menggunakan Santo dan santa sebagai nama pelindung, kita akan dilimdungi senantiasa oleh doa-doa mereka untuk kita.
Sebagai orang katolik yang belum sepenuhnya mengenal atau meneladani Ajaran Gereja Katolik, dari artikel ini saya menyadari bahwa nama baptis bukan hanya diberikan begitu saja, Melaingkan nama ini dipilih secara teliti dengan riwayat hidup keteladanan dan kesetiaan santo-santa. Yang dipercaya orang tua atau wali untuk menjadi contoh teladan iman Kristiani untuk anaknya. Yang dimana didalam ajaran Gereja Katolik nama ini dipakai sebagai identitas Kekeristinan umat Katolik.
Dalam kehidupan zaman yang semakin maju dan berkembang, nah bagaimana relevansi dapat di pertahankan di tengah budaya yang semakin maju dan berkembang apakah masih memiliki makna spritual . Dan peran anak muda dalam mempertahankan nama baptis di zaman sekarang itu apa. Dan banyak juga orang mengatakan bahwa baptisan itu “pintu gerbang” sakramena lain .
Setelah saya membaca artikel ini, saya mulai memahami bahwa nama baptis yang di berikan kepada saya bukan hanya sekedar sebutan atau nama yang mempunyai makna yang indah. Namun saya juga harus menghidupkan dan mencerminkan sikap serta teladan dari Santa pelindung saya. Dengan kita diberikan nama baptis, ini menjadi tanda bahwa kita telah masuk ke dalam kehidupan yang baru dalam Kristus.
setelah membaca artikel ini, saya memahami betapa pentingnya nama baptis dan makna nya bagi umat kristiani. ada satu kasus yang terjadi kepada teman saya Ia kebingungan dengan nama baptis nya kerena pada waktu itu teman saya di baptis disaat berusia 3 bulan dan ketika anak itu dewasa Ia bertanya kepada orang tua nya dan orang tua nya menjawab dulu pas di baptis kami tidak melihat di buku untuk memberikan nama santa atau santo tetapi nama anak tersebut hampir mirip dengan nama santa apakah itu pantas disebut dengan nama baptis Terimakasih
Sebagai seorang Katolik, artikel ini sungguh sangat membantu dan berguna bagi saya untuk menambah pemahaman serta wawasan saya terkait makna dan pentingnya nama Baptis dalam tradisi Katolik. Pada awalnya saya hanya tahu bahwa nama Baptis adalah sekedar nama pelindung saya, ternyata nama Baptis lebih dari sekedar nama pelindung, ternyata nama Baptis adalah identitas Kekristenan kita yang tak pernah usang, nama Baptis membantu kita untuk tetap ingat bahwa kita adalah orang yang telah ditebus dan dipanggil untuk hidup dalam terang Kristus. Dengan nama Baptis pula bukan hanya sekadar simbol, melainkan menjadi tanda hubungan spiritual dengan Gereja di surga.
Artikel ini sangat bermakna dan memberikan pemahaman yang mendalam tentang makna baptis dalam kehidupan rohani. Saya tertarik bagaimana penulis menjelaskan, dan saya mengumpul intisari dari artikel ini bahwa baptis bukan hanya ritual fisik, tetapi juga simbolisasi dari kelahiran baru dan komitmen hidup dalam iman. Penekanan pada aspek spiritualitas dan transformasi pribadi membuat artikel ini sangat menyentuh dan relevam bagi banyak orang yang ingin memahami pentingnya baptis. Saya penasaran, menurut penulis bagaimana cara terbaik membimbing seseorang yang masih ragu untuk dibaptis?
Terimaksih ๐
Setelah saya membaca artikel tentang makna dan pentingnya nama baptis dalam tradisi Katolik. Saya tertarik dengan penjelasan mengenai poin nomor 4, bagian b, tentang relasi dengan komunitas surgawi, di situ menjelaskan bahwa kita percaya bahwa orang Kudus mendoakan kita, orang Kudus yang dimaksud adalah Santa dan Santo pelindung kita.
Lantas apakah kita juga harus mendoakan Santa atau santo pelindung kita?
Terimakasih๐
Terimakasih atas artikel yang bapak tulis tentang makna dan pentingnya nama baptis dalam tradisi Katolik. Setelah saya membaca ini, saya menjadi mengerti bahwa nama baptis itu penting untuk kehidupan rohani kita, dengan nama para Santo/santa kita bisa mengambil teladan dari mereka.
Dan artikel ini sangat bermanfaat memberi wawasan yang luas dan mudah di pahami, ternyata nama baptis itu bukan hanya sekedar nama tambah tetapi sebagai identitas baru dalam Kristus dan memiliki makna teologis yang mendalam dan sebagai pengingat hidup yang mendalam.
Setelah saya membaca artikel ini, artikel ini sangat penting untuk memperdalam pemahaman saya tentang makna dan pentingnya nama Baptis dalam tradisi Gereja Katolik, dimana ini juga menjadi suatu panggilan untuk menyebarkan kabar baik dan membangun hubungan yang lebih dekat dengan Tuhan dan sesama. Awalnya saya tidak terlalu mengetahui makna dan pentingnya nama baptis ini, tetapi setelah saya membaca artikel ini, saya semakin memahami makna yang mendalam tentang nama baptis dalam tradisi Gereja Katolik. Nama baptis ini diambil dari nama-nama para orang kudus seperti Santo/Santa sebagai pelindung diri kita sebagai umat kristiani, nama baptis ini kita terima pada saat kita menerima sakramen baptis/permandian. Pembahasan tentang nama baptis ini juga menegaskan betapa pentingnya identitas rohani dan komitmen sebagai umat kristiani dalam iman Katolik. Nama baptis tidak hanya sebagai identitas, tetapi juga sebagai pengingat akan panggilan hidup sebagai umat Kristiani dan partisipasi dalam karya keselamatan Allah. Dengan membaca artikel ini saya semakin memahami dan mengamalkan makna serta pentingnya nama baptis dalam perjalanan iman sebagai orang Katolik.
Setelah membaca tentang pentingnya nama baptis saya lebih banyak mengetahui pentingnya memiliki nama baptis dan banyak menemukan makna yang mendalam dari awal membaca sampai terakhir.
banyak sekali hal hal yang menarik yang belum pernah saya ketahui,ternyata nama baptis itu tidak semata-mata diberikan atau ditambahkan saja tetapi memiliki simbol dan makna yang mendalam dan memiliki tanggung jawab dalam kehidupan sehari hari sebagaimana simbol dari nama para Kudus yang sangat setia kepada tuhan dilihat dari kehidupan dan perjalanan spritual mereka. setelah saya membaca pentingnya nama baptis saya semakin percaya bahwa nama semata mata tidak diberikan begitu saja tetapi memiliki simbol dan makna yang mendalam bagi kehidupan kita dan juga menjadi contoh teladan sebagaimana para Kudus menghidupinya
Terimakasih atas pengetahuan yang sudah bapak bagikan kepada kami semua. Setelah membaca ini saya semakin menyadari bahwa nama baptis mempunyai makna yang sangat mendalam, nama baptis juga membawa peran spritual dalam hidup seseorang. Jika seseorang memahami makna dari nama baptisnya itu juga akan membuka dan membawa seseorang untuk lebih dekat dengan Kristus.
Setelah saya membaca ini dimana saya yang awalnya tidak mengetahui nama baptis itu penting dan bermakna disini saya bisa mengetahui bahwa nama baptis ini memiliki makna atau arti yang mendalam, nama baptis ini juga tidak hanya sekedar nama yang akan digunakan melainkan juga bermakna bagi yang memakai nama ini juga membuat kita dekat dengan nama pelindung kita bahkan untuk dekat dengan Kristus juga.
Artikel ini memberikan saya pemahaman yang mendalam tentang makna dan pentingnya nama baptis dalam tradisi umat Kristiani. Nama baptis tidak hanya sekadar identitas, tetapi juga sebagai simbol iman, tanggung jawab spiritual, dan hubungan dengan komunitas orang kudus.
Setelah saya membaca artikel ini, saya lebih tahu tentang makna baptis di dalam Gereja Katolik, dan di mana dengan memahami isi artikel ini bisa membuat saya lebih mengerti tentang kegiatan pembahasan baptis di dalam Gereja Katolik yang sangat memberikan saya motivasi yang sangat menarik, dan lebih mendalam dengan isi dari artikel ini nama baptis tidak hanya sekedar identitas, tetapi juga sebagai simbol tanggung jawab yang sangat bermakna bagi kehidupan saya.
Setelah membaca artikel tersebut saya baru tau bahwa nama baptis itu sangat penting dan mempunyai arti yang sangat bermakna terutama bagi umat katolik. Saya kira nama baptis itu hanya sekedar nama yang dibuat oleh pastor, tetapi mempunyai arti yang sangat khusus. Didalam artikel tersebut banyak sekali yang bisa saya pelajari atau saya ambil terutama tentang nama baptis, betapa pentingnya nama baptis didalam gereja katolik membawa kita lebih dekat dengan Tuhan. Saya sangat tertarik dengan artikel tersebut karena artikel ini membawa saya lebih bisa memahami tentang arti nama baptis.
Artikel yang bapak tulis ini sangat memberikan pemahaman yang sangat jelas mengenai makna serta pentingnya nama baptis dalam tradisi Katolik. Dari penjelasan ini, saya semakin menyadari bahwa nama baptis memiliki nilai rohani yang sangat mendalam karena mengingatkan kita pada identitas kita sebagai anak Allah sekaligus teladan dari Santo atau Santa pelindung. Terima kasih atas penjelasan yang begitu bermanfaat ini dan juga bisa menjadi tunjangan dalam memperkaya wawasan iman kami.
Disini saya juga mohon izin bertanya pak, bagaimana jika ada seorang anak yang lahir dari keluarga dengan orangtua berbeda agama, misalnya ibunya beragama Katolik dan ayahnya beragama Islam. Kedua orangtuanya sendiri belum sepakat menentukan jalan iman bagi anak tersebut, sehingga anak ini mengalami kebingungan. Jadi pertanyaan saya, dalam situasi seperti ini, apakah anak tersebut tetap dapat dibaptis dan menjadi bagian dari Gereja Katolik, meskipun ia juga masih mengikuti atau meneladani sebagian ajaran dari agama ayahnya?
Sekian terimakasih ๐
Artikel yang bapak tulis ini sangat menambah pemahaman saya tentang santo pelindung saya yang di gunakan untuk babtisan saya, dimana saya menyadari bahwa santo pelindung memiliki makna yang mendalam dalam hidup saya baik secara rohani dan jasmaniah dengan membaca artikel bapak akhirnya saya tau yg awalnya hanya tau nama babtisan saja, kemudian setelah membaca artikel bapak ini saya menjadi ingin tau lebih dalam Santo pelindung saya, dan meneladani sikap hidup nya sewaktu dulu apakah Santo pelindung saya mengarahkan hidup saja sama seperti hidup nya pada zaman dulu. Pembahasan baptis ini memperkaya iman saya akan gereja dan Santo pelindung , saya sangat bersyukur atas nama baptisan saya karena dari pemahaman yang bapak beri membuat saya sangat ingin memperdalam ilmu saya tentang Santo saya, Santo adalah orang kudus yang menjadi saksi Kristus, nah saya nama baptisan saya Yohanes Pembaptis lalu saya menggali apakah saya ini layak menggunakan nama baptisan ini bapak? Karena saya merasa sangat jauh dari sikap teladan Yohanes yang sepupu Yesus, kemudian saya ingin bertanya bapak
Apakah saya siap jika menjadikan nama baptisan sebagai arah perjalanan iman seumur hidup, meski itu menuntut pengorbanan besar? Dan bagaimana pak agar saya merasakannya secara rohani dan jasmaniah mengenai kesaksian iman di tengah keluarga terutamanya karena kadang keluarga itu hanya melihat kita ketika kita itu bekerja dan mendapatkan uang, tetapi jika kita bekerja demi Yesus yang kadang itu menuntut pengorbanan nah apalagi di zaman modern ini, nah bagaimana kita saran dari bapak? ? Sekian terimakasih bapak๐๐๐
Setelah saya membaca ini saya mengetahui bahwa nama baptis bukan sekedar nama saja tetapi juga sebagai pelindung rohani atau teladan iman. Nah saya ingin bertanya, kita yg dibaptis waktu bayi kan nama baptis kita dipilih oleh orang tua, dan sejak bertumbuhnya kita orang tua juga tidak pernah menjelaskan dan memberitahu kita tentang nama baptis kita itu. Gimana kita dapat meneladani orang dibalik nama baptis kita kalau kita sendiri tidak tau arti dan siapa dibalik nama baptis kita, apakah kita masih bisa menerima iman yg ada dalam nama baptis itu, dan apakah bisa berkembang tanpa mengetahui dan meneladaninya???
Setelah saya membaca sebuah artikel ini, saya semakin memahami bahwa nama baptis/ nama pelindung itu sangat di perlukan kan oleh orang kristiani terkhusus bagi yang katolik, didalam hidup kekatolikan nama baptis di pakai untuk teladan dan pelindung seseorang, dimana disini kita mempunyai pelindung masing masing, Santo dan santa sebagai pelindung kita, saya sangat bangga dengan katolik, saya membaca artikel ini menjadi lebih tau apa dan bagaimana nama baptis itu di berikan dan bagaimana itu dapat kita terima sebagai umat katolik. Iman yang ada di dalam nama baptis itu memungkinkan iman saya untuk tetap kuat dan iman saya bisa lebih hidup dengan nama tersebut, nama baptis ini bukan sekedar nama yang di berikan untuk hal hal semata, akan tetapi tanda bahwa kita sudah di baptis.
Saya begitu tertarik membaca artikel ini, dimana saya mendapatkan pengetahuan lebih tentang kekatolikan.
Menjadi simbol iman dan tanggung jawab yang besar, sekian ulasan yang dapat saya berikan pak, terimakasih tuhan Yesus memberkati ๐๐๐ป
Dari artikel yang saya baca di atas tentang makna dan pentingnya nama baptis dalam tradisi Katolik,saya mengetahui bahwa nama baptis yang di berikan oleh Gereja katolik kepada semua umat Katolik merupakan nama yang sangat penting untuk digunakan atau di berikan. Nama baptis yang di berikan inilah yang menjadi tanda bagi semua umat katolik dalam mengenal identitas, perlindungan dan harapan yang ia terima di dalam kehidupannnya. Nama baptis yang di berikan ini merupakan nama yang di ambil dari orang-orang Kudus yang sangat meneladani Yesus Kristus di dalam kehidupannya atau orang-orang Kudus yang menjalani kehidupannya sebagai saksi hidup Injil di seluruh dunia,dengan begitu nama baptis yang di berikan kepada seluruh umat katolik di dunia ini memiliki arti dan makna didalam nama baptisnya tersebut. Dengan demikian nama baptis yang diberikan atau di gunakan menjadi awal dari kehidupan yang akan kita jalani di dalam kehidupan ini, serta menjadi identitas bagi kita semua,sebagai umat Katolik yang sudah di baptis.
Sekian dan terimakasih๐๐ป
Artikel ini memberikan saya pamahan yang selama ini belum saya pahami mengenai nama baptis. setelah membaca artikel ini saya jadi tau bahwa nama baptis itu penting untuk kita semua orang katolik, seperti yang di katakan dalam ayat Yesaya 43:1. Tetapi bagaimana jika seseorang katolik tidak memiliki nama baptis? Kebetulan saya sendiri juga tidak tau nama baptis saya, bahkan dalam kartu baptis pun nama Saya ya nama yang saya pakai sekarang, mungkinkah seorang katolik seperti saya yang tidak memiliki nama baptis itu menjadi anggota tubuh Kristus dan menerima roh Kudus?
Dalam tradisi Katolik, nama baptis memiliki makna yang sangat mendalam dan bukan sekadar tambahan dalam identitas seseorang. Ketika seseorang menerima Sakramen Baptis, ia dilahirkan kembali sebagai anak Allah, dibersihkan dari dosa asal, dan menjadi anggota penuh Gereja.
Biasanya, nama baptis diambil dari nama seorang santo atau santa, yakni pribadi yang telah diakui Gereja karena kesetiaannya kepada Allah dan keteladanan hidupnya. Pemilihan nama tersebut bukan hanya untuk menghormati sang kudus, melainkan juga agar orang yang bersangkutan memiliki teladan iman yang nyata.
Dalam Gereja Katolik, para kudus dipandang sebagai teladan hidup iman yang setia kepada Kristus. Mereka adalah orang-orang yang dalam hidupnya menunjukkan kasih, pengorbanan, dan ketaatan penuh kepada Allah. Karena itu, Gereja memiliki tradisi untuk meneladani para kudus agar umat beriman dapat belajar bagaimana menghidupi Injil dalam berbagai situasi kehidupan.
Karena itu, nama baptis tetap dipakai sampai sekarang bukan karena sekadar kebiasaan, melainkan karena mengandung makna rohani yang mendalam: identitas anak Allah, teladan iman dari para kudus, keterikatan dengan persekutuan Gereja, dan pengingat akan panggilan untuk hidup kudus sepanjang hidup.
Apabila seseorang tidak memiliki nama kudus, sebenarnya hal itu tidak membatalkan atau mengurangi sahnya Sakramen Baptis. Baptisan tetap sah karena inti baptis adalah kelahiran baru dalam Kristus, bukan semata-mata soal nama. Tetapi, yang hilang adalah simbol kuat dari teladan santo/santa yang bisa dijadikan inspirasi iman sehari-hari.
Artikel ini memberikan saya pemahaman tentang pentingnya nama baptis dalam tradisi gereja katolik,setelah saya membaca artikel ini saya menjadi tahu,bahwa nama baptis memberikan identitas baru bagi seseorang sebagai bagian umat beriman,sebab nama baptis memiliki makna yang lebih dalam,karena nama baptis ini diambil dari nama orang Kudus yang diharapkan dapat menjadi teladan bagi orang yang dibaptis.
Artikel ini memberikan pemahaman yang mendalam bagi saya bahwa nama babtis bukan hanya sekedar identitas sosial melainkan memiliki makna rohani yang penting bagi kita umat katolik karna nama babtis merupakan kekudusan bagi kita umat katolik yang memberikan makna dan harapan dan kepercayaan.
Setelah membaca artikel di atas, saya jadi tau makna dan penting nya nama baptis dalam tradisi Katolik.
Nama baptis bukan hanya simbol, melainkan pengingat terus menerus untuk hidup sesuai iman para orang kudus yang nama nya kita sandang , dan mengingatkan bahwa kita di panggil untuk menghidupi Iman sesuai teladan Kristus dan Santo santa pelindung kita.
Setelah membaca artikel Evangelisasi ini, nama baptis itu sangat penting. Saya merasa bahwa itu memberi saya identitas spiritual yang jelas. Saat saya dibaptis, saya merasa seperti diakui secara resmi sebagai bagian dari komunitas iman. Nama baptis juga membawa makna yang dalam. Bagi saya, itu bukan hanya simbol kesucian, tetapi juga pengingat bahwa saya telah dibersihkan dari dosa-dosa saya. Ini memberi saya motivasi untuk terus berusaha hidup sesuai dengan ajaran Kristus. Saya juga percaya bahwa nama baptis mengingatkan kita akan panggilan kita untuk berbagi Injil. Ketika saya memikirkan tentang tokoh suci yang menjadi inspirasi nama saya, saya merasa terdorong untuk mengikuti jejak mereka dalam menjalani kehidupan yang baik. Lebih dari itu, nama baptis membuat saya merasa lebih dekat dengan Tuhan dan komunitas gereja. Ada rasa dukungan yang kuat dari teman-teman seiman, dan itu sangat berarti bagi saya. saya merasa bahwa nama baptis bukan hanya sekadar ritual, tetapi merupakan langkah penting dalam perjalanan iman saya. Itu mengubah cara saya melihat hidup dan berinteraksi dengan orang lain. Terimakasih atas artikel yang sangat menginspirasi ini pak๐๐
Artikel ini memberikan saya pemahaman tentang Nama baptis adalah cara yang indah untuk menghubungkan seseorang dengan tradisi iman dan sejarah keluarga.
Nama ini memberikan identitas spiritual yang mendalam, mengingatkan kita akan komitmen kita kepada Tuhan.
Memiliki nama baptis dari seorang santo atau santa dapat menjadi sumber inspirasi untuk menjalani hidup yang saleh dan bermakna.
Banyak orang percaya bahwa santo atau santa yang namanya kita sandang memberikan perlindungan dan bimbingan dalam hidup.Nama baptis dapat mempererat hubungan dengan komunitas gereja dan sesama umat beriman.
Baik terima kasih pak atas artikel nya Tuhan memberkati๐
Dalam artikel ini dikatakan bahwa orang tua dan wali baptis memiliki tanggung jawab untuk membantu anak/calon baptis memahami dan menghidupi arti dari nama baptisnya.
Pertanyaannya:
Jika orang tua dan wali baptis tidak melaksanakan kewajiban/tanggung jawab tersebut, apakah mereka akan menerima konsekuensi dari Gereja? Terlebih jika sang anak tidak berinisiatif untuk memahami dan menghidupi arti dari nama baptisnya secara mandiri, sehingga ini membuat sang anak tumbuh dengan tidak memahami sama sekali arti dari nama baptisnya.
Sekian dan Terima kasih ๐
Setelah membaca artikel tentang makna dan pentingnya nama baptis dalam tradisi Katolik, saya menyadari bahwa nama baptis biasanya diambil dari nama Santo atau Santa. Namun, saya memiliki pertanyaan: apakah nama baptis harus berdasarkan nama Santo atau Santa? Berdasarkan pengalaman pribadi saya, nama baptis saya tidak diambil dari nama Santo atau Santa, dan saya juga mengetahui bahwa banyak orang tua di tempat asal saya yang membaptis anaknya tanpa memberikan nama pelindung dari nama Santo atau Santa. Apakah hal ini diperbolehkan dalam tradisi Gereja Katolik?”
Sekian dan Terima kasih๐
Setelah membaca artikel ini saya dapat memahami makna nama baptis dengan mengikuti nama Santo Santa pelindung,saya jadi paham ternyata Dengan mengikuti nama Santo Santa ini merupakan identitas sebagai iman katolik, walaupun tidak wajib meniru nama Santo Santa tersebut,bagi saya dengan mengikuti nama Santo-Santa ini dapat membawa kita dalam menumbuhkan iman kita sebagai identitas iman umat katolik,dengan menyadari tentang nama baptis ini,kita akan mencari tau tentang kisah nama baptis Santo-santa kita, sehingga setelah mencari tau tentang kisahnya kita akan terdorong meniru teladan Santo santa pelindung itu dari nama baptis tersebut.
Setelah saya membaca artikel ini saya memahami bahwa nama baptis itu sangat penting bagi seseorang,karena nama baptis memberikan identitas kristiani yang mengikat seseorang kepada Allah.nama baptis biasanya di ambil dari nama Kudus seperti,nama Santo dan santa sehingga orang yang di berikan nama baptis dapat menjadi teladan yang suci bagi orang yang di baptis.
Terima kasih untuk artikel yang menarik ini! Saya jadi mendapat pencerahan tentang pentingnya nama baptis. Ternyata, nama itu bukan sekadar sebutan, tapi juga identitas dan panggilan untuk hidup kudus. Kadang, saya merasa banyak orang Katolik yang sudah dibaptis tidak menyadari bahwa mereka bisa berdoa kepada santo atau santa yang namanya mereka bawa. Banyak yang hanya tahu nama itu tanpa menghidupinya dalam doa atau keseharian. Bahkan, ada orang Katolik yang tidak tahu nama baptisnya sendiri, sehingga nama itu hanya dianggap sebagai formalitas dan tidak penting.
Seringkali, orang tua juga tidak pernah mengajarkan kita arti dari nama baptis itu sendiri. Di sinilah seharusnya ada peran orang tua untuk memperkenalkan sejak dini makna nama baptis kita dan membantu kita memahami betapa pentingnya nama tersebut. Nama baptis seharusnya menjadi pengingat identitas kita sebagai anak Allah dan undangan untuk berjuang hidup kudus seperti teladan para kudus.
Isi Artikel ini benar-benar meneguhkan saya dan membuat saya bersemangat untuk lebih mengenal santa pelindung saya sendiri yakni Santa Monica dan mencoba meneladani imannya yang luar biasa itu. Semoga kita semua bisa lebih menghidupi nama baptis kita dan belajar dari contoh hidup para orang kudus.
Setelah saya membaca artikel ini dimana saya bisa mengetahui bahwa makna nama baptis tidak hanya sekedar sebutan, tetapi juga sebagai tanda spritual, dan juga nama baptis dalam Gereja katolik bukan hanya sekedar nama tambahan, tetapi juga sebuah identitas rohani yang meneguhkan kita sebagai anak Allah, dari artikel ini saya menyadari bahwa nama baptis menjadi tanda perjanjian iman yang menghubungkan saya dengan Kristus, serta menuntun saya pada panggilan kekudusan. Dari ini saya semakin memahami bahwa nama baptis adalah sebuah anugerah rohani sekaligus pengingat akan tanggungjawab saya sesuai iman katolik.
Tapi disini saya ijin bertanya Bapak nama baptis dalam kehidupan sehari – hari. Dalam artikel ini menyebutkan bahwa nama baptis adalah pengingat identitas kita. Selain dalam kontak sakramen dan doa, bagaimana kita bisa secara praktis dan nyata menghidupi makna dari nama baptis kita dalam kehidupan sehari-hari yang serba sekuler ini? Apakah ada praktik rohani atau kebiasaan yang membantu umat katolik untuk menyadari panggilan yang terkandung dalam nama mereka
Sekian pertanyaan saya Bapak saya ucapkan terimaksih ๐
Setelah saya membaca artikel tersebut saya baru mengetahui bahwa betapa penting nya nama baptis. Ternyata nama baptis itu bukan diberikan begitu saja melaingkan dipilih dengan sangat hati-hati dan harus diteladani riwayat hidup nama pelindung yang dipilihkan. Dimana orang yang diberikan nama pelindung Santo santa diharapkan bisa meniru hidup pelindung mereka sebagai motivasi hidup.
Setelah saya membaca artikel diatas,tentang makna pentingnya nama baptis dalam Gereja Katolik saya memahami bahwa nama baptis adalah nama yang diberikan pada saat seseorang dibaptis dan biasanya diambil dari nama orang kudus. Contohnya saya ambil dari Santa Monika yang mengingatkan saya bahwa ketekunan doa dan kesabaran adalah bukti kekuatan doa dalam menghadapi kesulitan. Melalui baptisan seseorang dianggap sah menjadi anggota Gereja Katolik dan nama baptis juga menjadi nama pelindung yang selalu mengingatkan pada teladan para kudus.
Apa hubungan antara nama baptis dan tanggung jawab iman dalam kehidupan sehari-hari?
Bagaimana caranya orang katolik bisa mengenal dan menghargai nama babtisnya dalam kehidupan di dunia modern sekarang ini?
seperti yang sering para pengajar jelaskan bahwa wali baptis harus mampu menuntun anak yang diwalikannya meneladani iman mereka dan menjadi contoh yang baik untuk mereka nah jadi yang menjadi pertanyaanya bagaiman dengan wali baptis anak tersebut sudah pindah agama dan teladan apa yang dapat anak itu ambil sedangkan wali baptis yang menjadi contohnya sendiri malah pindah agama
Menurut saya, nama baptis dalam tradisi Katolik itu punya makna yang sangat dalam. Nama itu bukan cuma panggilan sehari-hari, tapi jadi tanda kalau kita udah resmi jadi bagian dari keluarga Allah. Dari kecil sampai nanti akhir hidup, nama baptis selalu mengingatkan kita kalau hidup ini milik Kristus. Biasanya orang pilih nama dari santo atau santa. Itu bukan kebetulan, tapi supaya kita punya teladan iman yang nyata. Misalnya kalau mengambil nama santa Theresia, kita bisa belajar dari kesederhanaan dan cintanya pada hal-hal kecil. Jadi setiap kali inggat nama itu, saya juga diingatkan untuk meneladani kekudusannya.
Tradisi pemberian nama baptis dalam Gereja Katolik bukan sekedar kebiasaan seremonial, tetapi merupakan elemen yang sangat mendalam dan bermakna dalam sakramen baptis. Tradisi ini secara fundamental melambangkan dua hal utama: identitas baru dalam Kristus dan persekutuan dengan para Kudus.
Itu lah yang saya dapatkan dari jurnal ini.
Kemudian terkait hal itu, ada yang ingin saya tanyakan, pertanyaan saya adalah bagaimana tradisi pemberian nama baptis dapat dipahami sebagai bagian integral dari sakramen baptis yang melambangkan identitas baru seseorang dalam iman Katolik, serta peran apa yang dimainkan oleh orang Kudus dalam Tradisi ini ?
Bagaimana jika ada orang yang ingin memakai nama baptis tetapi bukan dari santo atau santa?
setelah saya membaca dan memahami dari artikel ini nama baptis di dalam tradisi agama Katolik,ini sangat penting karena ini bukan hanya sekedar tambahan nama tetapi sebagai tanda identitas iman kita.dan dengan adanya nama baptis ini juga dapat menjadi teladan bagi kita dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah saya membaca artikel ini saya mengetahui bahwa nama baptis bukan sekadar nama, tetapi tanda identitas baru sebagai anak Allah. Nama itu juga menjadi pengingat supaya saya hidup sesuai iman, meneladani para kudus, dan setia pada Kristus. Jadi, nama baptis adalah hadiah sekaligus tanggung jawab dalam perjalanan iman kita.
dari artikel di atas saya dapat menyimpulkan bahwa nama baptis bukan hanya sekedar nama saja, tetapi juga dijelaskan bahwa nama baptis juga nama pelindung, nama baptis juga menandai bahwa kita sudah sepenuhnya mengikuti Kristus.
Setelah saya membaca artikel di atas, saya memahami bahwa nama baptis dalam Gereja Katolik sangat penting bagi setiap orang yang telah dibaptis. Nama baptis bukan hanya sekadar nama, tetapi juga diartikan sebagai nama pelindung yang meneguhkan iman kita dan menjadi teladan dalam hidup sehari-hari.
Setelah membaca artikel ini saya mengetahui bahwa Kita di beri nama baptis sebagai tanda bahwa kita memasuki kehidupan baru dalam Kristus, kita yang di baptis di undang untuk belajar dari teladan kudus dan menjadikan hidup sebagai pesembahan kepada Allah. Saya mengetahui bahwa nama baptis juga menyimpan tanggung jawab spritualnya, nama baptis adalah lambang bahwa kita adalah tentara Kristus.
Artikel ini sangat bagus karena membahasa tentang makna nama baptis.
Dulu saya menganggap bahwa nama baptis yang di berikan tidak memikiki arti yang tersendiri, namun setelah membaca ini saya menjadi mengetahui bahwa nama baptis adalah sebagai identitas, sebagai seorang katolik. Dari penjelasan yang diberikan di artikel ini sangat jelas menegaskan nama sangat berkaitan erat dengan panggilan Allah. Selain itu nama baptis memperlihatkan bahwa nama baptis yang di berikan adalah keteladanan hidup dari para orang kudus. Jadi artikel ini memberikan kesan bagi orang katolik yang sudah menerima nama baptis dipanggil untuk meneladani santo atau santa nama yang ia bawa. Mari kita sama-sama umat katolik yang memiliki nama baptis untuk meneladani nama santo santa yang kita bawa.
Dulu saya menganggap nama baptis itu tidak terlalu penting,namun setelah membaca artikel ini saya menjadi tahu bahwa nama baptis itu sangat penting bagi orang katolik, karena dengan adanya nama baptis, kita bisa meneladani sikap rohani orang kudus sesuai dengan nama baptis yang telah diberikan. Nama baptis juga sebagai indentitas kekristenan kita, dan nama baptis juga bukan hanya sekedar simbol,tapi tanda hubungan spiritual kita dengan gereja yang di surga.
Setelah saya membaca dan memahami makna dan pentingnya nama baptis dalam Gereja Katolik, ternyata nama baptis itu bukan hanya simbol dari diri saya melainkan identitas diri, dari orang kudus yang diteladani sebagai harapan perlindungan akan keselamatan. Saat baptis dewasa kelas 4 SD saya mengira bahwa nama yang digunakan untuk baptis hanya sebagai pelengkap nama dan sesuai dengan bulan kelahiran saya, tetapi setelah saya membaca dari artikel ini saya tau ternyata nama baptis yang digunakan tujuan nya yaitu sebagai pelindung dan teladan hidup saya.
Setelah saya membaca Artikel ini, saya mengetahui pentingnya nama baptis bagi Gereja Katolik, yang pertama sebagai identitas: nama baptis merupakan pengingat terus menerus identitas Kekristenan yang tak pernah usang menjadi tanda spiritual dengan Gereja disurga, dan menjadi penanda spiritual seseorang dengan , nama baptis juga adalah hadiah Rohani sebagai panghilan,indentitas, pelindungan, dan harapan bagi seorang Kristiani.
Setelah membaca artikel ini, saya menyadari bahwa orang tua saya tidak mengajarkan secara mendalam arti nama baptis dan apa teladan santo/santa pelindung saya. Artikel ini sangat membantu pemahaman saya bahwa nama baptis adalah identitas, panggilan, dan harapan. Saya diberi nama baptis dari seorang Santo padahal saya seorang perempuan, ini jarang terjadi namun saya rasa tidak ada yang salah karena setiap santo/santa adalah orang kudus yang mempunyai teladan untuk diteladani (saya merasa bangga dengan keunikan ini karena jarang terjadi pada teman-teman saya).
Nama baptis biasanya diambil dari nama santo santa, dan pemahaman saya bertambah setelah membaca artikel ini, nama baptis menjadi penting karena sebagai identitas kita umat Katolik, namun beberapa teman saya yang telah dibaptis Katolik dari bayi nama baptis nya bukan dari santo ataupun santa? apakah itu diperbolehkan? dan beberapa teman teman saya juga bahkan tidak mengetahui nama baptis mereka, jadi disini saya melihat harusnya ada peran orangtua dalam mendidik anak mereka menjadi Katolik sejati dan bagaimana orang tua baptis kitaa, apakah mereka juga turut berperan mendidik kitaa.
Dengan nama baptis yang saya punya saya merasa bangga dan merasa terlindungi dengan saya adanya nama baptis saya juga turut ikut meminta doa pada santa pelindung saya
dari makna nama baptis diatas saya mengetahui bahwa nama baptis sangat penting didalam ajaran agama katolik, nama baptis juga bukan hanya sekedar nama tetapi nama baptis adalah nama pelindung yang diberikan kepada orang yang sudah dibaptis, nama baptis sering kali juga merujuk pada santo atau santa pelindung yang menjadi teladan spritual bagi orang yang sidah dibaptis.
Setelah saya membaca, artikel ini bertujuan memberikan pencerahan bagi pembaca, khususnya bagi orang katolik agar bisa memberikan makna pemberian nama baptis kepada anak yang baru dilahirkan. Nama baptis itu sangat penting yang pertama, karena nama baptis itu sebagai pelindung. Lalu yang kedua, supaya kita bisa meneladani kisah hidup mereka.
Setelah baca ini kembali saya ingin bertanya, bagaimana jika seseorang dibaptis dengan nama yang tidak mengunakan nama-nama dari orang Kudus seperti Santo/Santa dan juga mengapa Tradisi Gereja katolik juga memilih nama orang-orang Kudus ini sebagai nama baptis?
Setelah saya mencoba memahami dan mendalami artikel ini saya ingin bertanya bagaimana jikalau seseorang tidak memiliki nama baptis ?
apakah bisa di dalam gereja Katolik
Setelah saya membaca ini, saya mengetahui nama baptis sangat penting untuk umat katolik,karena dari nama baptis kita bisa mengetahui seorang anak yang baru lahir bisa memiliki nama pelindung dan penting untuk kehidupan kristiani.
setelah membaca ini saya mengetahui nama baptis sangatlah penting, nama baptis bukan hanya secara sosial tetapi juga secara rohani dan juga nama baptis merupakan bagian dari panggilan kekudusan seseorang dalam Kisah Para Rasul dikatakan
jawab Petrus kepada mereka: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus”
hal ini berarti jika kita sudah dipatis dosa kita akan diampuni dan kita juga akan menerima karunia Roh Kudus
dan juga ketika kita memiliki nama baptis berarti kita memiliki Santo/Santa pelindung yang dapat kita teladani.
Nama baptis bukan hanya secara sosial tetapi juga secara rohani dan juga nama baptis merupakan bagian dari panggilan kekudusan seseorang dalam Kisah Para Rasul dikatakan
jawab Petrus kepada mereka: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus”
hal ini berarti jika kita sudah dipatis dosa kita akan diampuni dan kita juga akan menerima karunia Roh Kudus
dan juga ketika kita memiliki nama baptis berarti kita memiliki Santo/Santa pelindung yang dapat kita teladani.