Paus Leo XIV mengajak umat beriman untuk berbagi tidak hanya harta benda, tetapi juga waktu, kehadiran, dan empati.
Oleh Vatican News
Menyampaikan pidatonya di hadapan umat beriman yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus untuk Angelus hari Minggu, Paus Leo merenungkan perikop Injil Lukas, mengajak umat beriman untuk bertanya pada diri sendiri bagaimana mereka menginvestasikan โharta karunโ hidup mereka.
Mengutip sabda Yesus, โJuallah apa yang kamu miliki dan berikanlah sedekahโ, Paus mendesak umat Kristiani untuk tidak terpaku pada pemberian yang telah mereka terima dari Tuhan, tetapi menggunakannya dengan murah hati untuk kebaikan sesama โ terutama mereka yang paling membutuhkan.
โIni bukan hanya tentang berbagi harta benda,โ katanya, โtetapi tentang mengerahkan kemampuan kita, waktu kita, kasih sayang kita, kehadiran kita, empati kita.โ Setiap orang, lanjutnya, adalah โkebaikan yang unik dan tak ternilai dalam rencana Tuhan โ modal yang hidup dan berhargaโ yang harus dipupuk dan diinvestasikan, โjika tidak, ia akan mengering dan kehilangan nilainya.โ
Paus kemudian memperingatkan umat beriman bahwa harta ini dapat disia-siakan, atau bahkan diambil oleh mereka โyang, bagaikan pencuri, menjadikannya barang konsumsi.โ Anugerah Allah yang kita miliki, tegasnya, membutuhkan ruang, kebebasan, dan hubungan agar berkembang โ dan yang terpenting, membutuhkan kasih, โyang mengubah dan memuliakan setiap aspek keberadaan kita, menjadikan kita semakin serupa dengan Allah.โ
Mengingat Yesus mengucapkan kata-kata ini dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem, di mana Ia akan menyerahkan diri-Nya sepenuhnya di kayu salib, Paus Leo menunjuk karya belas kasih sebagai โbank yang paling aman dan paling produktifโ untuk harta kehidupan kita. Bahkan tindakan terkecil sekalipun, katanya, dapat memiliki nilai yang tak terbatas, seperti dalam gambaran Injil tentang janda miskin yang, dengan dua keping uang logam kecil, menjadi โorang terkaya di duniaโ.
Mengutip Santo Agustinus, Paus mencatat bahwa meskipun orang mungkin bersukacita menukar perunggu dengan perak atau perak dengan emas, โapa yang diberikanโ dalam kasih menghasilkan sesuatu yang jauh lebih besar: hidup kekal. โItu akan diubah,โ jelas Agustinus, โkarena si pemberi akan diubah.โ
Paus Leo kemudian mengajak umat beriman untuk melihat kebenaran ini dalam kehidupan sehari-hari โ dalam diri seorang ibu yang memeluk erat anak-anaknya, atau dalam diri dua insan yang sedang jatuh cinta yang merasa seperti โraja dan ratuโ saat bersama. โKita bisa memberikan banyak contoh lainnya,โ tambahnya.
Di mana pun kita berada โ di rumah, di paroki, di sekolah, atau di tempat kerja โ Paus mendorong kita โuntuk tidak melewatkan kesempatan apa pun untuk mengasihi.โ Inilah, katanya, kewaspadaan yang Yesus minta dari kita: bersikap penuh perhatian, siap sedia, dan peka satu sama lain, sebagaimana Dia selalu bersama kita.
Menutup pidatonya, Paus mempercayakan keinginan ini kepada Maria, โBintang Fajar,โ memintanya untuk membantu semua umat beriman menjadi โpenjaga belas kasih dan perdamaianโ di dunia yang terpecah belah.
Artikel asli:
Pope Leo XIV invites the faithful to share not only material goods but time, presence, and empathy.
ย