Terang itu indah

Sebuah analogi keluar dari kepalaku. Analogi cahayaโ€ฆ.

Cahaya yang kadang menyilaukan ternyata bisa membuat indah suatu obyek. Kata orang, kita pun bisa melukis menggunakan cahayaโ€ฆ Awalnya itu hanyalah suatu teori yang sudah lama kudapatkan tapi tidak kusadari.

Memang aku sudah mengerti mengenai teori melukis menggunakan cahaya, yakni melalui kamera. Entah itu kamera Single Lens Reflection atau yang kita kenal dengan SLR, atau melalui kamera digital biasa maupun kamera dari gadget kita sendiri.

Apapun kameranya, kalau kita bisa mengeskpresikan perasaan kita didalam suatu objek gambar, kita akan bisa memunculkan sesuatu dengan lebih menarik dan reflektif. Ada beberapa hal yang kumaknai beberapa hari iniโ€ฆ

Dalam mengambil suatu gambar dengan menggunakan kamera, aku bisa memanipulasi atau memunculkan kenyataan yang terjadi. Mungkin peristiwa itu sepele atau suatu objek yang kuambil itu sepele, tapi bila diatur sedemikian rupa, semuanya akan terasa indah. Bukan hanya mata saja yang merasakan keindahan itu, tapi juga hati kita merasa nyaman dengan melihat objek tersebut.

Terang itu kadang menyilaukan mata, tapi dengan sebuah cahaya yang mungkin membuat mata kita silau, cahaya itu menjadi berkat bagi sesama kita. bila kita lihat dan rasakan ketika ada fotografer yang menggunakan lampu blitznya, mata kita kadang risih.. ga enak.. bahkan sampe kita nggak konsen lagi.. tapi apa itu yang dipikirkan oleh fotografer itu sendiri? mereka menggunakan bantuan cahaya untuk mencari sesuap nasiโ€ฆ mereka sedang melukis suatu karya yang tidak bisa terulang kembali..

cahaya menjadi sesuatu yang abstrak bagi kita, tapi menjadi berkat bagi sesamaโ€ฆ

bagaimana dengan Tuhan kita sebagai Terang? apakah kita sudah merasakan Tuhan sebagai terang hidup kita? mari kita maknai Tuhan dalam cahayaโ€ฆ

jika Tuhan menjadi sebuah terang, maka Ia melukis diri kita seindah mungkin dalam ingatanNya.. ia ingin mengabadikan langkah laku kita di dunia seindah mungkin.. fotografer adalah seorang profesional dalam melukis keadaan manusia sedemikian rupa sampai kita geleng-geleng melihatnya.. begitu indahโ€ฆ. perlu diingat bahwa fotografer adalah manusia yang tidak sempurna dalam segala halโ€ฆ meski dia profesional dalam melukis menggunakan cahaya, dia tetap memiliki kekuranganโ€ฆ bagaimana jika fotografernya itu adalah Tuhan yang Maha Sempurna??

pasti lukisanNya melebihi buatan manusia, dan tidak ada yang bisa mengalahkannyaโ€ฆ

mari kita menjadikan hidup ini seindah mungkin dengan perbuatan baik yang kita lakukan, supaya Tuhan senantiasa merekam langkah laku kita dengan hasil yang paling baik.. masih ada waktu untuk merubah diri menjadi orang baik, dan melakukan perbuatan baikโ€ฆ bisa sekarang, menit kedepan, atau entah kapanโ€ฆ Tuhan selalu menunggu dan siap melukis langkah laku anda menggunakan cahaya..

Berkah dalem..

Bagikan

Post your Comment About This Product

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *