KESIMPULAN
MASYARAKAT OSING DESA KEMIREN
Untuk mengenal masyarakat Osing di Desa Kemiren agar lebih jelas, inilah ciri-cirinya yang masih tampak antara lain :
- Pemukiman cenderung lebih padat dan komplek, dengan rumah-rumah yang berjajar dan berdekatan
- Endogami lokal sangat disukai sehingga memberikan kedalaman pengetahuan geneologis dan pola yang jelas mengenai ikatan kekeluargaan
- Penekanan lebih besar pada nilai kekerabatan, tercermin pada norma โsharingโ dalam tatanan kehidupan sehari-hari
- Sebagian besar, tiap orang memiliki tanah sendiri, setidaknya untuk rumah
- Untuk berkomunikasi sehari-hari menggunakan bahasa Osing atau โcara Osingโ dan bahasa yang lebih halus disebut โBesikiโ atau krama dalam Bahasa Jawa
Ciri-ciri indikator ekonomi pada masyarakat Osing Desa Kemiren adalah :
โ Retribusi, hasil produksi digunakan untuk lingkungan terbatas atau untuk kebutuhan sendiri
โ Resiproksitas, untuk memenuhi kebutuhannya tergantung kepada masyarakatnya sendiri karena umumnya cara produksinya masih bersifat tradisional dan hasilnya relatif sedikit, dan ada pula dengan bentuk saling tukar
โ Masyarakatnya bekerja dalam sekitar atau yang mengutamakan kekuatan fisik, sebagai petani, tukang, pengrajin tradisional dengan menggunakan alat tradisional seperti : cangkul, sabit, bajak sapi, palu, dan sebagainya.
Ciri-ciri struktur sosial masyarakat Osing Kemiren adalah :
โ Hubungan sosial โkekerabatanโ dianggap sangat penting sehingga hubungan yang erat sifatnya sukarela, saling kenal dalam satu desa itu
โ Adanya hubungan kerjasama yang saling ketergantungan satu sama lain dan jiwa gotong royong yang tinggi
โ Solidaritas antar masyarakat desa ini, sangat erat, terlihat ketika ada seorang warga punya hajat (khitanan, pernikahan, hajatan lain) maka tanpa diminta, masyarakat yang lain akan membantu dengan sukarela.
Masyarakat Osing Desa Kemiren dilihat dari ciri memegang teguh ideologi yang sangat kuat, hal yang terlihat antara lain :
โ Masyarakat masih kuat berpedoman pada tradisi, adat istiadat dan kepercayaan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari
โ Terdapat tempat โdanyangโ atau situs leluhur yang dikeramatkan, yaitu โbuyut ciliโ
โ Masyarakatnya masih percaya pada mitos yang berkembang di masyarakat
โ Masyarakat masih sering memerlukan upacara-upacara adat tradisional
โ Ideologi yang dianut berpengaruh pada pengambilan keputusan, misalnya menetapkan hari untuk : khitanan, pernikahan, pendirian rumah dan sebagainya
โ Masyarakat menjunjung tinggi dan menghormati leluhur mereka
Pemikiran :
- Desa Kemiren sebaiknya bukan sebagai Desa Wisata Osing melainkan Desa Pelestari Adat Osing atau โOsingnese Cultural Heritageโ
- Karakteristik Desa Kemiren, telah menarik perhatian Antropolog maupun Etnomusekolog dalam maupun luar negeri. Hal ini sebagai daya tarik bukan sebagai Desa Wisata Osing, tapi sebagai desa yang masih mempertahankan kekhasan budaya dan tradisi Osingnya.
- Penulis (sejak 1995 mencoba mengumpulkan data dan foto tentang alam maupun budaya Osing di Desa Kemiren. Beberapa tamu asing yang pernah penulis pandu untuk melihat budaya Osing di Desa Kemiren antara lain dari:
- USA
- UK (Inggris)
- Kanada
- Belanda
- Perancis
- Cekoslowakia
- Rep. Czezna
- Korea
- Jepang
- Spanyol
- Italia
- Austalia
- Belgi
- Mexico
- Polandia
Oleh :
AEKANU HARIYONO
