<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Aneka Tulisan Archives - Mengenal Katolik</title>
	<atom:link href="https://mengenalkatolik.my.id/category/aneka-tulisan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mengenalkatolik.my.id/category/aneka-tulisan/</link>
	<description>Berbagi pengetahuan mengenai Keimanan Katolik</description>
	<lastBuildDate>Sun, 03 Aug 2025 02:16:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://mlkrwxyinbro.i.optimole.com/cb:XETF.11a7/w:32/h:32/q:mauto/ig:avif/dpr:2/https://mengenalkatolik.my.id/wp-content/uploads/2025/07/cropped-image.png</url>
	<title>Aneka Tulisan Archives - Mengenal Katolik</title>
	<link>https://mengenalkatolik.my.id/category/aneka-tulisan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Makna Kepemimpinan Kristiani yang Sejati: Suara Hati di Tengah Dunia yang Rusak</title>
		<link>https://mengenalkatolik.my.id/makna-kepemimpinan-kristiani-yang-sejati-suara-hati-di-tengah-dunia-yang-rusak/</link>
					<comments>https://mengenalkatolik.my.id/makna-kepemimpinan-kristiani-yang-sejati-suara-hati-di-tengah-dunia-yang-rusak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yuswanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Aug 2025 09:19:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Aneka Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan Pendukung Iman Katolik]]></category>
		<category><![CDATA[kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[leadership]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mengenalkatolik.my.id/?p=1599</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="150" height="150" src="https://mlkrwxyinbro.i.optimole.com/cb:XETF.11a7/w:150/h:150/q:mauto/rt:fill/g:ce/ig:avif/https://mengenalkatolik.my.id/wp-content/uploads/2025/08/KepemimpinanKristiani.png" class="attachment-thumbnail size-thumbnail wp-post-image" alt="KepemimpinanKristiani" decoding="async" />Bayangkan seorang pemimpin di sebuah kota kecil di Indonesia. Ia bekerja di kantor pemerintah, menghadapi tekanan dari atasannya untuk menyetujui &#8230; </p>
<p>The post <a href="https://mengenalkatolik.my.id/makna-kepemimpinan-kristiani-yang-sejati-suara-hati-di-tengah-dunia-yang-rusak/">Makna Kepemimpinan Kristiani yang Sejati: Suara Hati di Tengah Dunia yang Rusak</a> appeared first on <a href="https://mengenalkatolik.my.id">Mengenal Katolik</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<img width="150" height="150" src="https://mlkrwxyinbro.i.optimole.com/cb:XETF.11a7/w:150/h:150/q:mauto/rt:fill/g:ce/ig:avif/https://mengenalkatolik.my.id/wp-content/uploads/2025/08/KepemimpinanKristiani.png" class="attachment-thumbnail size-thumbnail wp-post-image" alt="KepemimpinanKristiani" decoding="async" />
<p class="wp-block-paragraph">Bayangkan seorang pemimpin di sebuah kota kecil di Indonesia. Ia bekerja di kantor pemerintah, menghadapi tekanan dari atasannya untuk menyetujui anggaran fiktif, harus berhadapan dengan sistem yang sudah terbiasa “main belakang”, dan bahkan merasa takut kehilangan jabatannya jika menolak. Tapi ia memilih untuk tetap jujur. Ia tidak mau menipu rakyat yang dipercayakan kepadanya. Ia tahu, kepemimpinannya bukan semata-mata kekuasaan—tetapi panggilan iman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Itulah <strong>kepemimpinan Kristiani</strong>: kepemimpinan yang tidak tunduk pada hawa nafsu kekuasaan atau ketamakan, tapi berakar pada kasih, pelayanan, dan tanggung jawab di hadapan Allah.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>1. Kepemimpinan Kristiani: Sebuah Panggilan untuk Melayani</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam pandangan Gereja Katolik, kepemimpinan bukan soal memerintah dari atas, melainkan <strong>melayani dari bawah</strong>. Yesus sendiri berkata:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph"><em>“Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.”</em> (Markus 10:43)</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Yesus membalik cara dunia memandang kekuasaan. Dunia melihat pemimpin sebagai orang yang memiliki kendali. Tapi Yesus menunjukkan bahwa pemimpin sejati adalah <strong>hamba yang mencuci kaki orang lain</strong> (Yohanes 13:1–15). Inilah inti dari <strong>kepemimpinan kristiani</strong>: memimpin bukan untuk mendapatkan kehormatan, tetapi untuk mempersembahkan hidup bagi orang lain.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>2. Tantangan Kepemimpinan di Indonesia: Korupsi, Oligarki, dan Kekuasaan yang Keras</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Di Indonesia, kita hidup dalam sistem yang kerap dirusak oleh:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Korupsi</strong> yang menjadi budaya diam-diam,</li>



<li><strong>Oligarki</strong>, yaitu kekuasaan yang dikendalikan oleh segelintir orang,</li>



<li><strong>Kepemimpinan otoriter</strong> yang mematikan suara rakyat,</li>



<li><strong>Birokrasi yang tidak adil</strong>, sering menindas yang kecil dan mengistimewakan yang kuat.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks ini, seorang pemimpin Kristiani sering berada di “tengah badai”. Namun justru di sinilah ia dipanggil menjadi <strong>garam dan terang dunia</strong> (Matius 5:13–16)—menjadi saksi hidup tentang integritas, kejujuran, dan kasih dalam struktur yang tidak adil.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>3. Dasar Kitab Suci: Kepemimpinan yang Bermuara pada Keadilan dan Kasih</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Alkitab memberi banyak contoh pemimpin yang setia kepada Tuhan:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Musa</strong>, yang menolak kekayaan istana Mesir demi membela bangsanya (Kel 3–4),</li>



<li><strong>Nehemia</strong>, pejabat kerajaan Persia, yang kembali ke Yerusalem untuk membangun ulang kota suci, tanpa menyalahgunakan kekuasaannya (Neh 5:14–19),</li>



<li><strong>Yesus sendiri</strong>, yang menjadi gembala yang rela menyerahkan nyawa bagi domba-domba-Nya (Yoh 10:11).</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam Mikha 6:8, Tuhan menyatakan apa yang Ia kehendaki dari para pemimpin:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph"><em>“Melakukan keadilan, mencintai kasih setia, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu.”</em></p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Ayat ini sangat relevan untuk pemimpin di birokrasi Indonesia saat ini. Mereka dipanggil untuk <strong>melawan ketidakadilan</strong>, mengedepankan <strong>kemanusiaan</strong>, dan <strong>tidak sombong dalam jabatan</strong>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>4. Ajaran Resmi Gereja Katolik</strong></h2>



<h3 class="wp-block-heading">a. <em>Gaudium et Spes</em> (Konsili Vatikan II)</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Dokumen <em>Gaudium et Spes</em> (no. 74) berbicara langsung tentang partisipasi umat Katolik dalam bidang politik dan pemerintahan:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph"><em>“Mereka yang terlibat dalam pemerintahan hendaknya menjalankan tugas mereka dengan hati nurani yang benar dan berjiwa pelayanan.”</em></p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Kepemimpinan politik atau birokrasi bukan sekadar pekerjaan; itu <strong>panggilan iman</strong>, dan harus dijalankan dengan nurani yang bersih.</p>



<h3 class="wp-block-heading">b. <em>Compendium of the Social Doctrine of the Church</em> (2004)</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Kompendium Ajaran Sosial Gereja menekankan bahwa kekuasaan publik harus digunakan:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>untuk <strong>melayani kebaikan bersama</strong> (no. 412),</li>



<li>dengan <strong>kebenaran dan transparansi</strong> (no. 410),</li>



<li>dan bukan untuk kepentingan diri sendiri atau kelompok elit (no. 406).</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Kepemimpinan Kristiani di birokrasi haruslah <strong>transparan</strong>, <strong>tidak manipulatif</strong>, dan <strong>terbuka untuk kritik</strong>.</p>



<h3 class="wp-block-heading">c. Paus Fransiskus: <em>Evangelii Gaudium</em> dan <em>Fratelli Tutti</em></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam <em>Evangelii Gaudium</em> (2013), Paus Fransiskus menantang umat Katolik untuk tidak tinggal diam terhadap sistem yang korup:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph"><em>“Tidak ada sistem yang bisa membenarkan korupsi. Itu harus ditolak dalam semua bentuknya.”</em> (EG, no. 60)</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara dalam <em>Fratelli Tutti</em> (2020), ia menekankan bahwa kepemimpinan harus dibangun atas dasar <strong>persaudaraan universal</strong>, bukan dominasi kelompok tertentu (no. 154–160). Artinya, pemimpin Kristiani adalah orang yang <strong>menyatukan, bukan memecah</strong>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>5. Pandangan Para Teolog Katolik Masa Kini</strong></h2>



<h3 class="wp-block-heading">a. Henri Nouwen</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam bukunya <em>In the Name of Jesus</em>, Henri Nouwen menyatakan bahwa pemimpin Kristen sejati bukanlah yang “efisien” menurut ukuran dunia, tetapi yang <strong>mampu menunjukkan kelembutan hati dan keterbukaan akan kehendak Tuhan</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menekankan tiga karakter kepemimpinan Kristiani:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Dari popularitas → menuju kerentanan,</li>



<li>Dari kekuasaan → menuju pelayanan,</li>



<li>Dari kontrol → menuju bimbingan spiritual.</li>
</ol>



<h3 class="wp-block-heading">b. Gustavo Gutiérrez (teolog pembebasan)</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Gutiérrez mengingatkan bahwa kepemimpinan kristiani harus berpihak kepada yang tertindas:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph"><em>“Tugas kita adalah berdiri bersama yang miskin dan tertindas, tidak dari atas, tapi dari tengah-tengah mereka.”</em></p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks birokrasi Indonesia, ini berarti <strong>memastikan kebijakan dan pelayanan publik benar-benar menyentuh rakyat kecil</strong>, bukan hanya segelintir elite.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>6. Menerapkan Kepemimpinan Kristiani di Birokrasi Pemerintahan</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Seorang pemimpin Katolik di birokrasi harus:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Menolak korupsi</strong>, meskipun artinya ia akan dimusuhi,</li>



<li><strong>Berani berkata benar</strong>, meski posisinya terancam,</li>



<li><strong>Mengutamakan kebaikan umum</strong>, bukan kepentingan pribadi atau partai,</li>



<li><strong>Memberikan teladan hidup sederhana</strong>, tidak bergaya mewah dari uang rakyat,</li>



<li><strong>Menjadi pelayan masyarakat</strong>, bukan penguasa atas mereka.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Kepemimpinan seperti ini bisa kecil dan tak tampak, tapi <strong>ia seperti ragi dalam adonan</strong> (Mat 13:33): perlahan, ia mengubah sistem dari dalam.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Penutup: Kepemimpinan Kristiani Adalah Kesaksian</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Di zaman ini, dunia membutuhkan pemimpin yang bukan hanya kompeten, tapi juga <strong>beriman dan bermoral</strong>. Seorang pemimpin Katolik dipanggil untuk menunjukkan bahwa <strong>ada cara lain untuk memimpin</strong>—cara Kristus: <strong>memimpin dengan melayani, memimpin dengan kasih, memimpin dengan hati nurani.</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka mungkin tidak selalu menang secara politik, tapi mereka akan menang di hadapan Tuhan, dan menjadi terang bagi sesama.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph"><em>“Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.”</em> (Matius 5:6)</p>
</blockquote>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Referensi Utama</strong></h3>



<ul class="wp-block-list">
<li>Francis. (2013). <em>Evangelii Gaudium</em>. Vatican.va</li>



<li>Francis. (2020). <em>Fratelli Tutti</em>. Vatican.va</li>



<li>John Paul II. (1991). <em>Centesimus Annus</em>. Vatican.va</li>



<li>Pontifical Council for Justice and Peace. (2004). <em>Compendium of the Social Doctrine of the Church</em>. Vatican Publishing House.</li>



<li>Second Vatican Council. (1965). <em>Gaudium et Spes</em>. Vatican.va</li>



<li>Nouwen, H. (1989). <em>In the Name of Jesus: Reflections on Christian Leadership</em>. Crossroad Publishing Company.</li>



<li>Gutiérrez, G. (1988). <em>A Theology of Liberation: History, Politics, and Salvation</em>. Orbis Books.</li>
</ul>
<div style='clear:both'></div><div  class='the_champ_sharing_container the_champ_horizontal_sharing' data-super-socializer-href="https://mengenalkatolik.my.id/makna-kepemimpinan-kristiani-yang-sejati-suara-hati-di-tengah-dunia-yang-rusak/"><div class='the_champ_sharing_title' style="font-weight:bold" >Bagikan</div><div class="the_champ_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="the_champ_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fmengenalkatolik.my.id%2Fmakna-kepemimpinan-kristiani-yang-sejati-suara-hati-di-tengah-dunia-yang-rusak%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg" style="background-color:#0765FE;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="X" class="the_champ_button_x" href="https://twitter.com/intent/tweet?via=ymakarius&text=Makna%20Kepemimpinan%20Kristiani%20yang%20Sejati%3A%20Suara%20Hati%20di%20Tengah%20Dunia%20yang%20Rusak&url=https%3A%2F%2Fmengenalkatolik.my.id%2Fmakna-kepemimpinan-kristiani-yang-sejati-suara-hati-di-tengah-dunia-yang-rusak%2F" title="X" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg the_champ_s__default the_champ_s_x" style="background-color:#2a2a2a;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg width="100%" height="100%" style="display:block;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M21.751 7h3.067l-6.7 7.658L26 25.078h-6.172l-4.833-6.32-5.531 6.32h-3.07l7.167-8.19L6 7h6.328l4.37 5.777L21.75 7Zm-1.076 16.242h1.7L11.404 8.74H9.58l11.094 14.503Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="the_champ_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Makna%20Kepemimpinan%20Kristiani%20yang%20Sejati%3A%20Suara%20Hati%20di%20Tengah%20Dunia%20yang%20Rusak https%3A%2F%2Fmengenalkatolik.my.id%2Fmakna-kepemimpinan-kristiani-yang-sejati-suara-hati-di-tengah-dunia-yang-rusak%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg" style="background-color:#55eb4c;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="the_champ_svg_stroke the_champ_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="the_champ_no_fill the_champ_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Instagram" class="the_champ_button_instagram" href="https://www.instagram.com/yuswanto_felisitas" title="Instagram" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg" style="background-color:#53beee;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;" version="1.1" viewBox="-10 -10 148 148" width="100%" height="100%" xml:space="preserve" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink"><g><g><path d="M86,112H42c-14.336,0-26-11.663-26-26V42c0-14.337,11.664-26,26-26h44c14.337,0,26,11.663,26,26v44 C112,100.337,100.337,112,86,112z M42,24c-9.925,0-18,8.074-18,18v44c0,9.925,8.075,18,18,18h44c9.926,0,18-8.075,18-18V42 c0-9.926-8.074-18-18-18H42z" fill="#fff"></path></g><g><path d="M64,88c-13.234,0-24-10.767-24-24c0-13.234,10.766-24,24-24s24,10.766,24,24C88,77.233,77.234,88,64,88z M64,48c-8.822,0-16,7.178-16,16s7.178,16,16,16c8.822,0,16-7.178,16-16S72.822,48,64,48z" fill="#fff"></path></g><g><circle cx="89.5" cy="38.5" fill="#fff" r="5.5"></circle></g></g></svg></span></a><a aria-label="RSS Feed" class="the_champ_button_rss" href="https://mengenalkatolik.my.id/feed" title="RSS Feed" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg the_champ_s__default the_champ_s_rss" style="background-color:#e3702d;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewBox="-4 -4 40 40" width="100%" height="100%"><g fill="#fff"><ellipse cx="7.952" cy="24.056" rx="2.952" ry="2.944"></ellipse><path d="M5.153 16.625c2.73 0 5.295 1.064 7.22 2.996a10.2 10.2 0 0 1 2.996 7.255h4.2c0-7.962-6.47-14.44-14.42-14.44v4.193zm.007-7.432c9.724 0 17.636 7.932 17.636 17.682H27C27 14.812 17.203 5 5.16 5v4.193z"></path></g></svg></span></a><a aria-label="WordPress" class="the_champ_button_wordpress" href="https://mengenalkatolik.my.id/wp-admin/press-this.php?u=https%3A%2F%2Fmengenalkatolik.my.id%2Fmakna-kepemimpinan-kristiani-yang-sejati-suara-hati-di-tengah-dunia-yang-rusak%2F&t=Makna%20Kepemimpinan%20Kristiani%20yang%20Sejati%3A%20Suara%20Hati%20di%20Tengah%20Dunia%20yang%20Rusak" title="WordPress" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg the_champ_s__default the_champ_s_wordpress" style="background-color:#464646;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><circle fill="#fff" cx="16" cy="16" r="14.75"/><path class="the_champ_no_fill" fill="#464646" d="M3.176 16c0 5.076 2.95 9.462 7.226 11.54L4.287 10.78c-.712 1.595-1.11 3.36-1.11 5.22zm21.48-.646c0-1.586-.57-2.684-1.06-3.537-.647-1.058-1.26-1.95-1.26-3.008 0-1.18.897-2.278 2.156-2.278.057 0 .11.008.166.01-2.28-2.09-5.32-3.367-8.658-3.367-4.48 0-8.422 2.3-10.715 5.78.302.01.585.017.826.017 1.343 0 3.418-.164 3.418-.164.69-.042.774.974.084 1.056 0 0-.694.08-1.466.12l4.668 13.892 2.808-8.417-1.998-5.476c-.69-.04-1.345-.12-1.345-.12-.69-.04-.61-1.1.08-1.058 0 0 2.116.164 3.38.164 1.34 0 3.416-.163 3.416-.163.69-.04.77.976.08 1.058 0 0-.694.08-1.467.12l4.634 13.785 1.28-4.272c.552-1.773.975-3.048.975-4.144zm-8.43 1.766l-3.85 11.18c1.15.34 2.365.523 3.624.523 1.492 0 2.925-.26 4.26-.728-.035-.056-.066-.113-.093-.177L16.225 17.12zM27.25 9.848c.055.408.086.848.086 1.318 0 1.3-.242 2.764-.975 4.594l-3.916 11.324C26.26 24.86 28.822 20.73 28.822 16c0-2.23-.568-4.326-1.57-6.152z"/><path d="M16 1.052C7.757 1.052 1.052 7.757 1.052 16c0 8.242 6.705 14.948 14.948 14.948 8.242 0 14.948-6.706 14.948-14.95 0-8.24-6.706-14.946-14.948-14.946zm0 29.212c-7.865 0-14.264-6.4-14.264-14.265S8.136 1.734 16 1.734c7.863 0 14.264 6.398 14.264 14.263 0 7.863-6.4 14.264-14.264 14.264z"/></svg></span></a><a class="the_champ_more" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size:24px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://mengenalkatolik.my.id/makna-kepemimpinan-kristiani-yang-sejati-suara-hati-di-tengah-dunia-yang-rusak/" onclick="event.preventDefault()"><span class="the_champ_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:35px;height:35px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="theChampMoreSharingPopup(this, 'https://mengenalkatolik.my.id/makna-kepemimpinan-kristiani-yang-sejati-suara-hati-di-tengah-dunia-yang-rusak/', 'Makna%20Kepemimpinan%20Kristiani%20yang%20Sejati%3A%20Suara%20Hati%20di%20Tengah%20Dunia%20yang%20Rusak', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div></div><div style='clear:both'></div><p>The post <a href="https://mengenalkatolik.my.id/makna-kepemimpinan-kristiani-yang-sejati-suara-hati-di-tengah-dunia-yang-rusak/">Makna Kepemimpinan Kristiani yang Sejati: Suara Hati di Tengah Dunia yang Rusak</a> appeared first on <a href="https://mengenalkatolik.my.id">Mengenal Katolik</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mengenalkatolik.my.id/makna-kepemimpinan-kristiani-yang-sejati-suara-hati-di-tengah-dunia-yang-rusak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengapa Umat Katolik Berdoa kepada Orang Kudus dan Maria, Bukan Langsung kepada Tuhan?</title>
		<link>https://mengenalkatolik.my.id/mengapa-umat-katolik-berdoa-kepada-orang-kudus-dan-maria-bukan-langsung-kepada-tuhan/</link>
					<comments>https://mengenalkatolik.my.id/mengapa-umat-katolik-berdoa-kepada-orang-kudus-dan-maria-bukan-langsung-kepada-tuhan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yuswanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2025 08:28:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Aneka Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan lepas]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan Pendukung Iman Katolik]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[orang kudus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mengenalkatolik.my.id/?p=1400</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="150" height="150" src="https://mlkrwxyinbro.i.optimole.com/cb:XETF.11a7/w:150/h:150/q:mauto/rt:fill/g:ce/ig:avif/https://mengenalkatolik.my.id/wp-content/uploads/2025/07/BerdoaKeMaria.png" class="attachment-thumbnail size-thumbnail wp-post-image" alt="BerdoaKeMaria" decoding="async" />Doa kepada orang kudus dan kepada Santa Perawan Maria bukan berarti umat Katolik tidak berdoa kepada Allah. Sebaliknya, praktik ini &#8230; </p>
<p>The post <a href="https://mengenalkatolik.my.id/mengapa-umat-katolik-berdoa-kepada-orang-kudus-dan-maria-bukan-langsung-kepada-tuhan/">Mengapa Umat Katolik Berdoa kepada Orang Kudus dan Maria, Bukan Langsung kepada Tuhan?</a> appeared first on <a href="https://mengenalkatolik.my.id">Mengenal Katolik</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<img width="150" height="150" src="https://mlkrwxyinbro.i.optimole.com/cb:XETF.11a7/w:150/h:150/q:mauto/rt:fill/g:ce/ig:avif/https://mengenalkatolik.my.id/wp-content/uploads/2025/07/BerdoaKeMaria.png" class="attachment-thumbnail size-thumbnail wp-post-image" alt="BerdoaKeMaria" decoding="async" loading="lazy" />
<p class="wp-block-paragraph">Doa kepada orang kudus dan kepada Santa Perawan Maria bukan berarti umat Katolik tidak berdoa kepada Allah. Sebaliknya, praktik ini mencerminkan pemahaman Katolik tentang persekutuan orang-orang kudus (communio sanctorum), syafaat (intercession), dan kedudukan istimewa Maria dalam sejarah keselamatan. Artikel ini akan menjelaskan alasan teologis, dasar biblis, dan dokumen resmi Gereja yang menjelaskan praktik doa kepada orang kudus dan Maria dalam Gereja Katolik.</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong>Doa sebagai Permohonan Syafaat, Bukan Penyembahan</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Pertama, penting untuk membedakan antara <em>penyembahan</em> (latria) dan <em>penghormatan</em> (dulia), serta penghormatan tertinggi kepada Maria (<em>hyperdulia</em>). Penyembahan hanya diberikan kepada Allah Tritunggal. Doa kepada orang kudus dan Maria adalah permohonan syafaat — yaitu meminta bantuan doa mereka di hadapan Allah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Katekismus Gereja Katolik (KGK) menjelaskan hal ini:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Syafaat orang-orang kudus. &#8230; Karena orang-orang yang berada di surga tetap bersatu lebih erat dengan Kristus, mereka memperteguh seluruh Gereja dalam kekudusan. &#8230; Maka doa permohonan mereka adalah pelayanan tertinggi dalam rencana Allah” (KGK, 956).</p>
</blockquote>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h3 class="wp-block-heading">2. <strong>Dasar Alkitabiah untuk Syafaat Para Kudus</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Alkitab mencatat bahwa orang beriman dapat mendoakan satu sama lain:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Doakanlah seorang akan yang lain, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.&#8221; (Yakobus 5:16)</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Jika kita percaya doa sesama orang beriman di dunia ini bermanfaat, maka lebih lagi doa orang kudus yang kini hidup dalam kemuliaan bersama Allah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kitab Wahyu memperlihatkan gambaran liturgi surga di mana para kudus mempersembahkan doa orang-orang kudus di bumi kepada Allah:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Dan ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang kecapi dan cawan emas penuh dengan kemenyan. Itulah doa orang-orang kudus.” (Wahyu 5:8)</p>
</blockquote>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h3 class="wp-block-heading">3. <strong>Persekutuan Orang Kudus: Umat yang Masih Hidup dan yang Sudah Meninggal Bersatu dalam Kristus</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Gereja Katolik mengajarkan bahwa seluruh umat beriman — baik yang masih hidup di dunia, yang sedang dimurnikan (di api penyucian), maupun yang telah mulia di surga — semua tergabung dalam satu tubuh, yaitu Tubuh Kristus (lih. Roma 12:5; 1 Kor 12:12-27).</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Karena itu sejak masa awal, Gereja menghormati kenangan orang-orang kudus dan mohon bantuan doa mereka” (KGK, 957).</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Prinsipnya: karena semua orang percaya bersatu dalam Kristus, maka mereka yang telah menghadap Allah tetap dapat mendoakan kita yang masih berziarah di dunia.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h3 class="wp-block-heading">4. <strong>Mengapa Berdoa kepada Maria secara Istimewa?</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Maria memiliki peran unik dalam sejarah keselamatan. Sebagai Bunda Allah (<em>Theotokos</em>), dia secara istimewa terlibat dalam karya penebusan Kristus. Karena peranannya itu, Maria dihormati secara khusus oleh umat Katolik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Paus Yohanes Paulus II dalam ensiklik <em>Redemptoris Mater</em> menulis:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Dalam peristiwa penebusan, Maria hadir secara istimewa. Ia adalah yang ‘penuh rahmat’ &#8230; dan oleh karena itu ia menjadi Bunda Gereja dan pengantara rahmat” (<em>Redemptoris Mater</em>, 38–47).</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Gelar Maria sebagai <em>Pengantara</em> (Mediatrix) bukan berarti menyamakan dia dengan Kristus sebagai satu-satunya Pengantara antara Allah dan manusia (1 Tim 2:5), tetapi sebagai partisipasi dalam pengantaraan Kristus.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h3 class="wp-block-heading">5. <strong>Contoh Alkitabiah tentang Perantaraan Maria</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu teks yang paling jelas adalah di Kana:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: ‘Mereka kehabisan anggur.’ &#8230; Kata ibu-Nya kepada pelayan-pelayan: ‘Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!’” (Yohanes 2:3,5)</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Maria bertindak sebagai pengantara: ia melihat kebutuhan dan membawanya kepada Yesus, meskipun saat itu “belum saat-Nya.” Namun, karena perantaraan Maria, mukjizat pertama Yesus terjadi.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h3 class="wp-block-heading">6. <strong>Tradisi dan Kesaksian Gereja Perdana</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Praktik menghormati orang kudus dan meminta bantuan doa mereka sudah ada sejak awal Gereja. Dalam <em>Catacombs</em> (makam bawah tanah orang Kristen abad pertama-ketiga), ditemukan tulisan-tulisan seperti:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>“Petronilla, doakan kami.”</li>



<li>“Marcellinus dan Petrus, doakan kami.”</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Santo Hieronimus (abad ke-4) menulis:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Jika para Rasul dan martir, ketika masih hidup di dunia, dapat mendoakan orang lain, betapa lebih banyak setelah mereka memperoleh mahkota kemenangan.”</p>
</blockquote>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h3 class="wp-block-heading">7. <strong>Dokumen Resmi Gereja: Konsili Vatikan II dan Katekismus</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Konsili Vatikan II dalam <em>Lumen Gentium</em> (Konstitusi Dogmatis tentang Gereja) menyatakan:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Dengan bersatu lebih erat dengan Kristus, orang-orang suci memperteguh seluruh Gereja dalam kekudusan&#8230; Oleh karena itu sangat layak kita menghormati mereka dan memohon doa mereka kepada Allah” (<em>Lumen Gentium</em>, 49–50).</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Katekismus Gereja Katolik menegaskan:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Devosi kepada Santa Perawan Maria adalah bagian dari ibadat Kristiani” (KGK, 971).</p>
</blockquote>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h3 class="wp-block-heading">8. <strong>Apakah Berdoa kepada Orang Kudus Menggantikan Doa kepada Allah?</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak. Umat Katolik tetap berdoa langsung kepada Allah Bapa melalui Yesus Kristus dalam Roh Kudus. Doa kepada orang kudus dan Maria adalah bentuk permohonan bantuan agar mereka berdoa <em>bersama kita dan untuk kita</em>. Ini adalah bentuk kasih dan solidaritas dalam tubuh Kristus.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h3 class="wp-block-heading">9. <strong>Kesimpulan</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Gereja Katolik mengajarkan bahwa doa kepada orang kudus dan Maria bukan pengganti doa kepada Allah, melainkan bentuk permohonan syafaat dalam semangat persekutuan umat beriman. Praktik ini didukung oleh:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Kesaksian Alkitab tentang doa syafaat,</li>



<li>Keyakinan akan persekutuan orang kudus,</li>



<li>Peran unik Maria dalam karya keselamatan,</li>



<li>Kesaksian Gereja perdana dan dokumen magisterium.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan demikian, doa kepada orang kudus dan Maria adalah wujud dari iman kepada Kristus yang menyatukan seluruh anggota Tubuh-Nya — baik di bumi maupun di surga — dalam kasih, doa, dan syafaat.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h3 class="wp-block-heading">Daftar Referensi </h3>



<p class="wp-block-paragraph">Catechism of the Catholic Church. (1994). <em>Libreria Editrice Vaticana</em>. <a>https://www.vatican.va/archive/ENG0015/_INDEX.HTM</a></p>



<p class="wp-block-paragraph">John Paul II. (1987). <em>Redemptoris Mater</em>. <a>https://www.vatican.va/content/john-paul-ii/en/encyclicals/documents/hf_jp-ii_enc_25031987_redemptoris-mater.html</a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Vatican Council II. (1964). <em>Lumen Gentium</em> [Dogmatic Constitution on the Church]. In <em>The Documents of Vatican II</em>. <a>https://www.vatican.va/archive/hist_councils/ii_vatican_council/documents/vat-ii_const_19641121_lumen-gentium_en.html</a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Brown, R. E. (1997). <em>Introduction to the New Testament</em>. Yale University Press.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kelly, J. N. D. (1978). <em>Early Christian Doctrines</em> (Revised edition). HarperOne.</p>



<p class="wp-block-paragraph">López, R. (2022). Intercessory Prayer in Catholic Theology: Biblical Foundations and Patristic Witness. <em>Theological Studies</em>, 83(2), 187–208. <a>https://doi.org/10.1177/00405639221081234</a></p>
<div style='clear:both'></div><div  class='the_champ_sharing_container the_champ_horizontal_sharing' data-super-socializer-href="https://mengenalkatolik.my.id/mengapa-umat-katolik-berdoa-kepada-orang-kudus-dan-maria-bukan-langsung-kepada-tuhan/"><div class='the_champ_sharing_title' style="font-weight:bold" >Bagikan</div><div class="the_champ_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="the_champ_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fmengenalkatolik.my.id%2Fmengapa-umat-katolik-berdoa-kepada-orang-kudus-dan-maria-bukan-langsung-kepada-tuhan%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg" style="background-color:#0765FE;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="X" class="the_champ_button_x" href="https://twitter.com/intent/tweet?via=ymakarius&text=Mengapa%20Umat%20Katolik%20Berdoa%20kepada%20Orang%20Kudus%20dan%20Maria%2C%20Bukan%20Langsung%20kepada%20Tuhan%3F&url=https%3A%2F%2Fmengenalkatolik.my.id%2Fmengapa-umat-katolik-berdoa-kepada-orang-kudus-dan-maria-bukan-langsung-kepada-tuhan%2F" title="X" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg the_champ_s__default the_champ_s_x" style="background-color:#2a2a2a;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg width="100%" height="100%" style="display:block;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M21.751 7h3.067l-6.7 7.658L26 25.078h-6.172l-4.833-6.32-5.531 6.32h-3.07l7.167-8.19L6 7h6.328l4.37 5.777L21.75 7Zm-1.076 16.242h1.7L11.404 8.74H9.58l11.094 14.503Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="the_champ_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Mengapa%20Umat%20Katolik%20Berdoa%20kepada%20Orang%20Kudus%20dan%20Maria%2C%20Bukan%20Langsung%20kepada%20Tuhan%3F https%3A%2F%2Fmengenalkatolik.my.id%2Fmengapa-umat-katolik-berdoa-kepada-orang-kudus-dan-maria-bukan-langsung-kepada-tuhan%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg" style="background-color:#55eb4c;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="the_champ_svg_stroke the_champ_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="the_champ_no_fill the_champ_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Instagram" class="the_champ_button_instagram" href="https://www.instagram.com/yuswanto_felisitas" title="Instagram" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg" style="background-color:#53beee;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;" version="1.1" viewBox="-10 -10 148 148" width="100%" height="100%" xml:space="preserve" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink"><g><g><path d="M86,112H42c-14.336,0-26-11.663-26-26V42c0-14.337,11.664-26,26-26h44c14.337,0,26,11.663,26,26v44 C112,100.337,100.337,112,86,112z M42,24c-9.925,0-18,8.074-18,18v44c0,9.925,8.075,18,18,18h44c9.926,0,18-8.075,18-18V42 c0-9.926-8.074-18-18-18H42z" fill="#fff"></path></g><g><path d="M64,88c-13.234,0-24-10.767-24-24c0-13.234,10.766-24,24-24s24,10.766,24,24C88,77.233,77.234,88,64,88z M64,48c-8.822,0-16,7.178-16,16s7.178,16,16,16c8.822,0,16-7.178,16-16S72.822,48,64,48z" fill="#fff"></path></g><g><circle cx="89.5" cy="38.5" fill="#fff" r="5.5"></circle></g></g></svg></span></a><a aria-label="RSS Feed" class="the_champ_button_rss" href="https://mengenalkatolik.my.id/feed" title="RSS Feed" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg the_champ_s__default the_champ_s_rss" style="background-color:#e3702d;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewBox="-4 -4 40 40" width="100%" height="100%"><g fill="#fff"><ellipse cx="7.952" cy="24.056" rx="2.952" ry="2.944"></ellipse><path d="M5.153 16.625c2.73 0 5.295 1.064 7.22 2.996a10.2 10.2 0 0 1 2.996 7.255h4.2c0-7.962-6.47-14.44-14.42-14.44v4.193zm.007-7.432c9.724 0 17.636 7.932 17.636 17.682H27C27 14.812 17.203 5 5.16 5v4.193z"></path></g></svg></span></a><a aria-label="WordPress" class="the_champ_button_wordpress" href="https://mengenalkatolik.my.id/wp-admin/press-this.php?u=https%3A%2F%2Fmengenalkatolik.my.id%2Fmengapa-umat-katolik-berdoa-kepada-orang-kudus-dan-maria-bukan-langsung-kepada-tuhan%2F&t=Mengapa%20Umat%20Katolik%20Berdoa%20kepada%20Orang%20Kudus%20dan%20Maria%2C%20Bukan%20Langsung%20kepada%20Tuhan%3F" title="WordPress" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg the_champ_s__default the_champ_s_wordpress" style="background-color:#464646;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><circle fill="#fff" cx="16" cy="16" r="14.75"/><path class="the_champ_no_fill" fill="#464646" d="M3.176 16c0 5.076 2.95 9.462 7.226 11.54L4.287 10.78c-.712 1.595-1.11 3.36-1.11 5.22zm21.48-.646c0-1.586-.57-2.684-1.06-3.537-.647-1.058-1.26-1.95-1.26-3.008 0-1.18.897-2.278 2.156-2.278.057 0 .11.008.166.01-2.28-2.09-5.32-3.367-8.658-3.367-4.48 0-8.422 2.3-10.715 5.78.302.01.585.017.826.017 1.343 0 3.418-.164 3.418-.164.69-.042.774.974.084 1.056 0 0-.694.08-1.466.12l4.668 13.892 2.808-8.417-1.998-5.476c-.69-.04-1.345-.12-1.345-.12-.69-.04-.61-1.1.08-1.058 0 0 2.116.164 3.38.164 1.34 0 3.416-.163 3.416-.163.69-.04.77.976.08 1.058 0 0-.694.08-1.467.12l4.634 13.785 1.28-4.272c.552-1.773.975-3.048.975-4.144zm-8.43 1.766l-3.85 11.18c1.15.34 2.365.523 3.624.523 1.492 0 2.925-.26 4.26-.728-.035-.056-.066-.113-.093-.177L16.225 17.12zM27.25 9.848c.055.408.086.848.086 1.318 0 1.3-.242 2.764-.975 4.594l-3.916 11.324C26.26 24.86 28.822 20.73 28.822 16c0-2.23-.568-4.326-1.57-6.152z"/><path d="M16 1.052C7.757 1.052 1.052 7.757 1.052 16c0 8.242 6.705 14.948 14.948 14.948 8.242 0 14.948-6.706 14.948-14.95 0-8.24-6.706-14.946-14.948-14.946zm0 29.212c-7.865 0-14.264-6.4-14.264-14.265S8.136 1.734 16 1.734c7.863 0 14.264 6.398 14.264 14.263 0 7.863-6.4 14.264-14.264 14.264z"/></svg></span></a><a class="the_champ_more" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size:24px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://mengenalkatolik.my.id/mengapa-umat-katolik-berdoa-kepada-orang-kudus-dan-maria-bukan-langsung-kepada-tuhan/" onclick="event.preventDefault()"><span class="the_champ_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:35px;height:35px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="theChampMoreSharingPopup(this, 'https://mengenalkatolik.my.id/mengapa-umat-katolik-berdoa-kepada-orang-kudus-dan-maria-bukan-langsung-kepada-tuhan/', 'Mengapa%20Umat%20Katolik%20Berdoa%20kepada%20Orang%20Kudus%20dan%20Maria%2C%20Bukan%20Langsung%20kepada%20Tuhan%3F', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div></div><div style='clear:both'></div><p>The post <a href="https://mengenalkatolik.my.id/mengapa-umat-katolik-berdoa-kepada-orang-kudus-dan-maria-bukan-langsung-kepada-tuhan/">Mengapa Umat Katolik Berdoa kepada Orang Kudus dan Maria, Bukan Langsung kepada Tuhan?</a> appeared first on <a href="https://mengenalkatolik.my.id">Mengenal Katolik</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mengenalkatolik.my.id/mengapa-umat-katolik-berdoa-kepada-orang-kudus-dan-maria-bukan-langsung-kepada-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PERLUNYA GEREJA KATOLIK MENJUNJUNG TINGGI MODERASI BERAGAMA DI INDONESIA</title>
		<link>https://mengenalkatolik.my.id/moderasi-beragama/</link>
					<comments>https://mengenalkatolik.my.id/moderasi-beragama/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yuswanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Jul 2025 02:55:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Aneka Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Akademis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mengenalkatolik.my.id/?p=1042</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="150" height="150" src="https://mlkrwxyinbro.i.optimole.com/cb:XETF.11a7/w:150/h:150/q:mauto/rt:fill/g:ce/ig:avif/https://mengenalkatolik.my.id/wp-content/uploads/2025/07/MODERASI-BERAGAMA-DI-INDONESIA.png" class="attachment-thumbnail size-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://mlkrwxyinbro.i.optimole.com/cb:XETF.11a7/w:819/h:819/q:mauto/rt:fill/g:ce/ig:avif/https://mengenalkatolik.my.id/wp-content/uploads/2025/07/MODERASI-BERAGAMA-DI-INDONESIA.png 819w, https://mlkrwxyinbro.i.optimole.com/cb:XETF.11a7/w:300/h:300/q:mauto/rt:fill/g:ce/ig:avif/https://mengenalkatolik.my.id/wp-content/uploads/2025/07/MODERASI-BERAGAMA-DI-INDONESIA.png 300w, https://mlkrwxyinbro.i.optimole.com/cb:XETF.11a7/w:150/h:150/q:mauto/rt:fill/g:ce/ig:avif/https://mengenalkatolik.my.id/wp-content/uploads/2025/07/MODERASI-BERAGAMA-DI-INDONESIA.png 150w, https://mlkrwxyinbro.i.optimole.com/cb:XETF.11a7/w:768/h:768/q:mauto/rt:fill/g:ce/ig:avif/https://mengenalkatolik.my.id/wp-content/uploads/2025/07/MODERASI-BERAGAMA-DI-INDONESIA.png 768w" sizes="auto, (max-width: 150px) 100vw, 150px" />Indonesia dikenal sebagai negara dengan keberagaman agama dan budaya yang luar biasa. Dalam konteks ini, moderasi beragama bukan hanya menjadi &#8230; </p>
<p>The post <a href="https://mengenalkatolik.my.id/moderasi-beragama/">PERLUNYA GEREJA KATOLIK MENJUNJUNG TINGGI MODERASI BERAGAMA DI INDONESIA</a> appeared first on <a href="https://mengenalkatolik.my.id">Mengenal Katolik</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<img width="150" height="150" src="https://mlkrwxyinbro.i.optimole.com/cb:XETF.11a7/w:150/h:150/q:mauto/rt:fill/g:ce/ig:avif/https://mengenalkatolik.my.id/wp-content/uploads/2025/07/MODERASI-BERAGAMA-DI-INDONESIA.png" class="attachment-thumbnail size-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://mlkrwxyinbro.i.optimole.com/cb:XETF.11a7/w:819/h:819/q:mauto/rt:fill/g:ce/ig:avif/https://mengenalkatolik.my.id/wp-content/uploads/2025/07/MODERASI-BERAGAMA-DI-INDONESIA.png 819w, https://mlkrwxyinbro.i.optimole.com/cb:XETF.11a7/w:300/h:300/q:mauto/rt:fill/g:ce/ig:avif/https://mengenalkatolik.my.id/wp-content/uploads/2025/07/MODERASI-BERAGAMA-DI-INDONESIA.png 300w, https://mlkrwxyinbro.i.optimole.com/cb:XETF.11a7/w:150/h:150/q:mauto/rt:fill/g:ce/ig:avif/https://mengenalkatolik.my.id/wp-content/uploads/2025/07/MODERASI-BERAGAMA-DI-INDONESIA.png 150w, https://mlkrwxyinbro.i.optimole.com/cb:XETF.11a7/w:768/h:768/q:mauto/rt:fill/g:ce/ig:avif/https://mengenalkatolik.my.id/wp-content/uploads/2025/07/MODERASI-BERAGAMA-DI-INDONESIA.png 768w" sizes="auto, (max-width: 150px) 100vw, 150px" />
<p class="wp-block-paragraph">Indonesia dikenal sebagai negara dengan keberagaman agama dan budaya yang luar biasa. Dalam konteks ini, moderasi beragama bukan hanya menjadi nilai sosial dan kebangsaan, tetapi juga menjadi panggilan iman bagi setiap warga Gereja Katolik. Moderasi beragama bukan berarti menyeragamkan agama atau mencampuradukkan kebenaran iman, tetapi mengedepankan sikap hormat, dialog, toleransi, serta cinta kasih dalam kehidupan bersama yang damai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gereja Katolik, melalui ajaran Injil dan dokumen Magisterium, secara tegas mendukung semangat hidup berdampingan dalam keberagaman. Gereja percaya bahwa perdamaian dan dialog lintas agama bukan sekadar strategi pastoral, tetapi merupakan perwujudan dari iman kepada Allah yang adalah kasih dan pencipta semua manusia.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>1. Moderasi Beragama: Pandangan Umum</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Moderasi beragama dalam konteks Indonesia merujuk pada sikap beragama yang menghindari ekstremisme, intoleransi, dan kekerasan. Dalam dokumen <em>Panduan Pengarusutamaan Moderasi Beragama</em> dari Kementerian Agama RI (2022), moderasi dipahami sebagai cara pandang dan sikap tengah yang adil, seimbang, menghormati keberagaman, dan menjaga keutuhan bangsa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gereja Katolik, yang hidup di tengah masyarakat plural seperti Indonesia, mendukung nilai-nilai ini karena sejalan dengan inti ajaran Kristiani: mencintai Allah dan sesama (lih. Mat 22:37–40).</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>2. Dasar Injil: Hidup Dalam Damai dan Kasih</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Yesus Kristus dalam pengajaran dan hidup-Nya memberikan teladan tentang bagaimana menjalani hidup dalam keragaman, tanpa kehilangan identitas iman. Ia berdialog dengan orang-orang Samaria (Yoh 4:1–42), menyembuhkan anak pegawai istana bangsa asing (Yoh 4:46–54), memuji iman perwira Romawi (Mat 8:5–13), dan menjadikan orang Samaria yang baik hati sebagai teladan kasih sejati (Luk 10:25–37).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semua ini menunjukkan bahwa Yesus mengajarkan keterbukaan hati dan penghormatan kepada orang lain, tanpa melihat latar belakang agama atau etnis. Dalam Amanat Agung, Yesus memerintahkan para murid untuk mewartakan Injil kepada segala bangsa (Mat 28:19), yang berarti misi Gereja adalah menjangkau seluruh umat manusia dengan penuh kasih dan hormat.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>3. Nostra Aetate: Fondasi Gereja dalam Dialog Antaragama</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Dokumen Konsili Vatikan II <em>Nostra Aetate</em> (1965) menjadi tonggak penting bagi komitmen Gereja Katolik terhadap dialog antaragama. Ditegaskan:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph"><em>“Gereja memandang dengan hormat terhadap cara hidup dan ajaran agama-agama lain yang meskipun berbeda dalam banyak hal dari apa yang diajarkan dan dianut oleh Gereja, tetapi sering kali mencerminkan sinar kebenaran yang menerangi semua manusia.”</em> (NA 2)</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Gereja tidak lagi menempatkan agama lain sebagai musuh, tetapi sebagai rekan dalam mencari kebenaran dan membangun dunia yang lebih damai. Dalam konteks Indonesia, ini berarti Gereja dipanggil untuk hidup berdampingan, berdialog, dan bekerja sama dengan pemeluk agama lain dalam semangat saling menghormati.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>4. Moderasi Beragama sebagai Panggilan Evangelisasi</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Paus Fransiskus dalam <em>Evangelii Gaudium</em> (2013) menekankan bahwa pewartaan Injil harus dilakukan dengan semangat dialog dan kerendahan hati. Ia menulis:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph"><em>“Gereja tidak tumbuh melalui proselitisme, melainkan melalui daya tarik.”</em> (EG 14)</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks masyarakat plural seperti Indonesia, penginjilan yang memaksa atau eksklusif tidak sesuai dengan semangat Injil. Moderasi beragama justru memperkuat misi evangelisasi yang mengedepankan kesaksian hidup, pelayanan, dan kasih. Dengan menghormati keyakinan orang lain, Gereja menghadirkan wajah Kristus yang ramah dan mengundang.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>5. Moderasi dalam Ajaran Sosial Gereja</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Ajaran Sosial Gereja juga mendukung nilai-nilai moderasi. Prinsip-prinsip seperti martabat manusia, solidaritas, subsidiaritas, dan kesejahteraan bersama menuntut agar semua umat Katolik terlibat aktif dalam membangun masyarakat yang adil dan damai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dokumen <em>Compendium of the Social Doctrine of the Church</em> menyatakan:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph"><em>“Dalam hubungan antaragama, prinsip dasar adalah penghormatan terhadap kebebasan beragama, martabat pribadi, dan dialog yang jujur.”</em> (CSDC, no. 521–523)</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Moderasi beragama adalah bentuk konkret dari penghormatan terhadap martabat sesama yang berbeda iman. Ini adalah panggilan moral dan sosial bagi Gereja Katolik Indonesia dalam membangun masyarakat yang rukun.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>6. Moderasi Beragama dan Konteks Indonesia</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Keberadaan Gereja Katolik di Indonesia adalah minoritas, tetapi aktif dalam pendidikan, kesehatan, sosial kemasyarakatan, dan kemanusiaan. Dalam semangat <em>moderasi beragama</em>, Gereja dipanggil untuk:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Menjadi jembatan dialog</strong> antara kelompok-kelompok yang berbeda.</li>



<li><strong>Membangun narasi damai</strong> yang menolak kekerasan atas nama agama.</li>



<li><strong>Mendorong pendidikan multikultural dan toleransi</strong> di sekolah dan komunitas Katolik.</li>



<li><strong>Bekerja sama lintas iman</strong> dalam proyek-proyek sosial seperti pengentasan kemiskinan, penanggulangan bencana, dan pendidikan perdamaian.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Paus Fransiskus dalam <em>Fratelli Tutti</em> (2020) menyerukan:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph"><em>“Agama-agama harus menjadi jembatan persaudaraan, bukan tembok pemisah. Kita dipanggil untuk menjadi pembangun perdamaian, bukan penyebar kebencian.”</em> (FT 285)</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Ini sangat relevan bagi Indonesia yang sering diuji oleh isu-isu intoleransi dan radikalisme. Gereja Katolik harus menjadi garda depan dalam membela prinsip moderasi demi keutuhan bangsa.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>7. Pendidikan Iman yang Moderat dan Kontekstual</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Gereja juga dipanggil untuk menanamkan nilai moderasi dalam pendidikan iman, baik dalam keluarga, sekolah, maupun lingkungan paroki. Katekese harus mencakup:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Pengenalan pada ajaran iman Katolik yang terbuka dan dialogis</strong>.</li>



<li><strong>Pemahaman tentang agama-agama lain sebagai bagian dari pendidikan toleransi</strong>.</li>



<li><strong>Pelatihan hidup bersama dan kerja sama lintas iman di lingkungan umat.</strong></li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan membentuk generasi muda Katolik yang cerdas, toleran, dan terbuka, Gereja turut memperkuat fondasi bangsa yang plural.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>8. Tantangan dan Harapan</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa tantangan terhadap moderasi beragama antara lain:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Munculnya sikap eksklusif atau tertutup dalam komunitas beriman.</li>



<li>Kurangnya pendidikan lintas agama dan dialog di tingkat akar rumput.</li>



<li>Ancaman ideologi radikal dan kekerasan atas nama agama.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, di tengah tantangan itu, Gereja Katolik tetap memiliki harapan besar. Dengan semangat Injil, kekuatan sakramen, ajaran sosial, dan keberadaannya dalam masyarakat, Gereja mampu menjadi garam dan terang bagi Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagaimana ditegaskan oleh Paus Yohanes Paulus II:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph"><em>“Gereja harus menjadi saksi dan alat rekonsiliasi dan perdamaian bagi seluruh dunia.”</em> (<em>Redemptor Hominis</em>, 11)</p>
</blockquote>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Menjunjung tinggi moderasi beragama di Indonesia adalah wujud konkret dari iman Katolik yang hidup. Berdasarkan Injil, dokumen-dokumen Konsili Vatikan II, Ajaran Sosial Gereja, dan ajaran para Paus, moderasi beragama adalah jalan menuju persaudaraan sejati, keadilan sosial, dan pewartaan Injil yang otentik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gereja Katolik tidak hanya terpanggil untuk menjaga iman, tetapi juga membangun dunia. Dalam konteks Indonesia, hal itu berarti membangun masyarakat yang rukun, toleran, dan damai – sesuai kehendak Allah yang menciptakan semua manusia sebagai saudara.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Referensi Resmi Gereja Katolik</strong></h3>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Kitab Suci</strong>: Matius 5:9; Matius 22:37–40; Yohanes 4:1–42; Lukas 10:25–37; Matius 28:19</li>



<li><strong>Katekismus Gereja Katolik</strong>: KGK 839–848 (hubungan Gereja dan agama-agama lain); KGK 2104–2109 (kebebasan beragama)</li>



<li><strong>Konsili Vatikan II</strong>: <em>Nostra Aetate</em> (1965), <em>Gaudium et Spes</em> (1965)</li>



<li><strong>Paus Fransiskus</strong>: <em>Evangelii Gaudium</em> (2013), <em>Fratelli Tutti</em> (2020)</li>



<li><strong>Paus Yohanes Paulus II</strong>: <em>Redemptor Hominis</em> (1979)</li>



<li>*<em>Compendium of the Social Doctrine of the Church</em> (2004)</li>
</ul>
<div style='clear:both'></div><div  class='the_champ_sharing_container the_champ_horizontal_sharing' data-super-socializer-href="https://mengenalkatolik.my.id/moderasi-beragama/"><div class='the_champ_sharing_title' style="font-weight:bold" >Bagikan</div><div class="the_champ_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="the_champ_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fmengenalkatolik.my.id%2Fmoderasi-beragama%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg" style="background-color:#0765FE;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="X" class="the_champ_button_x" href="https://twitter.com/intent/tweet?via=ymakarius&text=PERLUNYA%20GEREJA%20KATOLIK%20MENJUNJUNG%20TINGGI%20MODERASI%20BERAGAMA%20DI%20INDONESIA&url=https%3A%2F%2Fmengenalkatolik.my.id%2Fmoderasi-beragama%2F" title="X" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg the_champ_s__default the_champ_s_x" style="background-color:#2a2a2a;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg width="100%" height="100%" style="display:block;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M21.751 7h3.067l-6.7 7.658L26 25.078h-6.172l-4.833-6.32-5.531 6.32h-3.07l7.167-8.19L6 7h6.328l4.37 5.777L21.75 7Zm-1.076 16.242h1.7L11.404 8.74H9.58l11.094 14.503Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="the_champ_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=PERLUNYA%20GEREJA%20KATOLIK%20MENJUNJUNG%20TINGGI%20MODERASI%20BERAGAMA%20DI%20INDONESIA https%3A%2F%2Fmengenalkatolik.my.id%2Fmoderasi-beragama%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg" style="background-color:#55eb4c;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="the_champ_svg_stroke the_champ_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="the_champ_no_fill the_champ_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Instagram" class="the_champ_button_instagram" href="https://www.instagram.com/yuswanto_felisitas" title="Instagram" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg" style="background-color:#53beee;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;" version="1.1" viewBox="-10 -10 148 148" width="100%" height="100%" xml:space="preserve" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink"><g><g><path d="M86,112H42c-14.336,0-26-11.663-26-26V42c0-14.337,11.664-26,26-26h44c14.337,0,26,11.663,26,26v44 C112,100.337,100.337,112,86,112z M42,24c-9.925,0-18,8.074-18,18v44c0,9.925,8.075,18,18,18h44c9.926,0,18-8.075,18-18V42 c0-9.926-8.074-18-18-18H42z" fill="#fff"></path></g><g><path d="M64,88c-13.234,0-24-10.767-24-24c0-13.234,10.766-24,24-24s24,10.766,24,24C88,77.233,77.234,88,64,88z M64,48c-8.822,0-16,7.178-16,16s7.178,16,16,16c8.822,0,16-7.178,16-16S72.822,48,64,48z" fill="#fff"></path></g><g><circle cx="89.5" cy="38.5" fill="#fff" r="5.5"></circle></g></g></svg></span></a><a aria-label="RSS Feed" class="the_champ_button_rss" href="https://mengenalkatolik.my.id/feed" title="RSS Feed" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg the_champ_s__default the_champ_s_rss" style="background-color:#e3702d;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewBox="-4 -4 40 40" width="100%" height="100%"><g fill="#fff"><ellipse cx="7.952" cy="24.056" rx="2.952" ry="2.944"></ellipse><path d="M5.153 16.625c2.73 0 5.295 1.064 7.22 2.996a10.2 10.2 0 0 1 2.996 7.255h4.2c0-7.962-6.47-14.44-14.42-14.44v4.193zm.007-7.432c9.724 0 17.636 7.932 17.636 17.682H27C27 14.812 17.203 5 5.16 5v4.193z"></path></g></svg></span></a><a aria-label="WordPress" class="the_champ_button_wordpress" href="https://mengenalkatolik.my.id/wp-admin/press-this.php?u=https%3A%2F%2Fmengenalkatolik.my.id%2Fmoderasi-beragama%2F&t=PERLUNYA%20GEREJA%20KATOLIK%20MENJUNJUNG%20TINGGI%20MODERASI%20BERAGAMA%20DI%20INDONESIA" title="WordPress" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg the_champ_s__default the_champ_s_wordpress" style="background-color:#464646;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><circle fill="#fff" cx="16" cy="16" r="14.75"/><path class="the_champ_no_fill" fill="#464646" d="M3.176 16c0 5.076 2.95 9.462 7.226 11.54L4.287 10.78c-.712 1.595-1.11 3.36-1.11 5.22zm21.48-.646c0-1.586-.57-2.684-1.06-3.537-.647-1.058-1.26-1.95-1.26-3.008 0-1.18.897-2.278 2.156-2.278.057 0 .11.008.166.01-2.28-2.09-5.32-3.367-8.658-3.367-4.48 0-8.422 2.3-10.715 5.78.302.01.585.017.826.017 1.343 0 3.418-.164 3.418-.164.69-.042.774.974.084 1.056 0 0-.694.08-1.466.12l4.668 13.892 2.808-8.417-1.998-5.476c-.69-.04-1.345-.12-1.345-.12-.69-.04-.61-1.1.08-1.058 0 0 2.116.164 3.38.164 1.34 0 3.416-.163 3.416-.163.69-.04.77.976.08 1.058 0 0-.694.08-1.467.12l4.634 13.785 1.28-4.272c.552-1.773.975-3.048.975-4.144zm-8.43 1.766l-3.85 11.18c1.15.34 2.365.523 3.624.523 1.492 0 2.925-.26 4.26-.728-.035-.056-.066-.113-.093-.177L16.225 17.12zM27.25 9.848c.055.408.086.848.086 1.318 0 1.3-.242 2.764-.975 4.594l-3.916 11.324C26.26 24.86 28.822 20.73 28.822 16c0-2.23-.568-4.326-1.57-6.152z"/><path d="M16 1.052C7.757 1.052 1.052 7.757 1.052 16c0 8.242 6.705 14.948 14.948 14.948 8.242 0 14.948-6.706 14.948-14.95 0-8.24-6.706-14.946-14.948-14.946zm0 29.212c-7.865 0-14.264-6.4-14.264-14.265S8.136 1.734 16 1.734c7.863 0 14.264 6.398 14.264 14.263 0 7.863-6.4 14.264-14.264 14.264z"/></svg></span></a><a class="the_champ_more" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size:24px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://mengenalkatolik.my.id/moderasi-beragama/" onclick="event.preventDefault()"><span class="the_champ_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:35px;height:35px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="theChampMoreSharingPopup(this, 'https://mengenalkatolik.my.id/moderasi-beragama/', 'PERLUNYA%20GEREJA%20KATOLIK%20MENJUNJUNG%20TINGGI%20MODERASI%20BERAGAMA%20DI%20INDONESIA', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div></div><div style='clear:both'></div><p>The post <a href="https://mengenalkatolik.my.id/moderasi-beragama/">PERLUNYA GEREJA KATOLIK MENJUNJUNG TINGGI MODERASI BERAGAMA DI INDONESIA</a> appeared first on <a href="https://mengenalkatolik.my.id">Mengenal Katolik</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mengenalkatolik.my.id/moderasi-beragama/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Beda Doa Imam dan Prodiakon (asisten iman)</title>
		<link>https://mengenalkatolik.my.id/beda-doa-imam-dan-prodiakon-asisten-iman/</link>
					<comments>https://mengenalkatolik.my.id/beda-doa-imam-dan-prodiakon-asisten-iman/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yuswanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Jul 2025 07:12:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Aneka Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[Katekese]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan Pendukung Iman Katolik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mengenalkatolik.my.id/?p=1000</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="150" height="150" src="https://mlkrwxyinbro.i.optimole.com/cb:XETF.11a7/w:150/h:150/q:mauto/rt:fill/g:ce/ig:avif/https://mengenalkatolik.my.id/wp-content/uploads/2025/07/Beda-Doa-Imam-dan-Prodiakon.png" class="attachment-thumbnail size-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://mlkrwxyinbro.i.optimole.com/cb:XETF.11a7/w:819/h:819/q:mauto/rt:fill/g:ce/ig:avif/https://mengenalkatolik.my.id/wp-content/uploads/2025/07/Beda-Doa-Imam-dan-Prodiakon.png 819w, https://mlkrwxyinbro.i.optimole.com/cb:XETF.11a7/w:300/h:300/q:mauto/rt:fill/g:ce/ig:avif/https://mengenalkatolik.my.id/wp-content/uploads/2025/07/Beda-Doa-Imam-dan-Prodiakon.png 300w, https://mlkrwxyinbro.i.optimole.com/cb:XETF.11a7/w:150/h:150/q:mauto/rt:fill/g:ce/ig:avif/https://mengenalkatolik.my.id/wp-content/uploads/2025/07/Beda-Doa-Imam-dan-Prodiakon.png 150w, https://mlkrwxyinbro.i.optimole.com/cb:XETF.11a7/w:768/h:768/q:mauto/rt:fill/g:ce/ig:avif/https://mengenalkatolik.my.id/wp-content/uploads/2025/07/Beda-Doa-Imam-dan-Prodiakon.png 768w" sizes="auto, (max-width: 150px) 100vw, 150px" />perbedaan antara doa yang dipanjatkan oleh prodiakon (asisten imam yang tidak ditahbiskan) dan imam (yang ditahbiskan) terutama terletak pada fungsi &#8230; </p>
<p>The post <a href="https://mengenalkatolik.my.id/beda-doa-imam-dan-prodiakon-asisten-iman/">Beda Doa Imam dan Prodiakon (asisten iman)</a> appeared first on <a href="https://mengenalkatolik.my.id">Mengenal Katolik</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<img width="150" height="150" src="https://mlkrwxyinbro.i.optimole.com/cb:XETF.11a7/w:150/h:150/q:mauto/rt:fill/g:ce/ig:avif/https://mengenalkatolik.my.id/wp-content/uploads/2025/07/Beda-Doa-Imam-dan-Prodiakon.png" class="attachment-thumbnail size-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://mlkrwxyinbro.i.optimole.com/cb:XETF.11a7/w:819/h:819/q:mauto/rt:fill/g:ce/ig:avif/https://mengenalkatolik.my.id/wp-content/uploads/2025/07/Beda-Doa-Imam-dan-Prodiakon.png 819w, https://mlkrwxyinbro.i.optimole.com/cb:XETF.11a7/w:300/h:300/q:mauto/rt:fill/g:ce/ig:avif/https://mengenalkatolik.my.id/wp-content/uploads/2025/07/Beda-Doa-Imam-dan-Prodiakon.png 300w, https://mlkrwxyinbro.i.optimole.com/cb:XETF.11a7/w:150/h:150/q:mauto/rt:fill/g:ce/ig:avif/https://mengenalkatolik.my.id/wp-content/uploads/2025/07/Beda-Doa-Imam-dan-Prodiakon.png 150w, https://mlkrwxyinbro.i.optimole.com/cb:XETF.11a7/w:768/h:768/q:mauto/rt:fill/g:ce/ig:avif/https://mengenalkatolik.my.id/wp-content/uploads/2025/07/Beda-Doa-Imam-dan-Prodiakon.png 768w" sizes="auto, (max-width: 150px) 100vw, 150px" />
<p class="wp-block-paragraph">perbedaan antara doa yang dipanjatkan oleh <strong>prodiakon (asisten imam yang tidak ditahbiskan)</strong> dan <strong>imam (yang ditahbiskan)</strong> terutama terletak pada <strong>fungsi liturgis dan kuasa tahbisan</strong> yang dimiliki masing-masing. Berikut penjelasan sistematis mengenai cara membedakan keduanya:</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong>Dasar Sakramental: Tahbisan Imam vs Tugas Awam Prodiakon</strong></h3>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Imam</strong> ditahbiskan dalam Sakramen Tahbisan (Ordo), dan karena itu ia bertindak <em><strong>in persona Christi Capitis</strong></em> (dalam pribadi Kristus Kepala) ketika berdoa dalam liturgi dan sakramen (lih. <em>Catechism of the Catholic Church</em> [KGK] 1548).</li>



<li><strong>Prodiakon</strong>, meskipun mendapat misi resmi dari Uskup, <strong>bukanlah klerus tertahbis</strong>. Ia melayani berdasarkan mandat sebagai awam atau calon tahbisan yang diperbolehkan membantu liturgi sesuai tugas terbatas (lih. <em>Redemptionis Sacramentum</em>, no. 149).</li>
</ul>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h3 class="wp-block-heading">2. <strong>Jenis Doa Liturgis: Ucapan Berkat</strong></h3>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Imam dapat memimpin doa berkat</strong> karena ia memiliki kuasa tahbisan, misalnya memberkati umat, benda suci, atau sakramental lainnya.
<ul class="wp-block-list">
<li>Contoh doa imam: &#8220;Semoga Tuhan memberkati kamu: Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.&#8221;</li>
</ul>
</li>



<li><strong>Prodiakon tidak boleh memberkati umat dengan rumusan berkat imam</strong>, karena tidak memiliki kuasa tahbisan.
<ul class="wp-block-list">
<li>Ia hanya <strong>boleh memohon berkat Allah atas umat</strong>, biasanya dalam bentuk doa permohonan, bukan berkat otoritatif.</li>



<li>Contoh doa prodiakon: &#8220;Semoga Allah yang Maharahim mencurahkan rahmat dan damai-Nya atas kita semua.&#8221;</li>
</ul>
</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Dokumen acuan:</strong></p>



<ul class="wp-block-list">
<li><em>Redemptionis Sacramentum</em> (2004), no. 166: &#8220;Tidak diperbolehkan bagi seorang awam untuk memberikan berkat dalam Misa, misalnya pada akhir Misa atau setelah Komuni.&#8221;</li>
</ul>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h3 class="wp-block-heading">3. <strong>Tugas dalam Perayaan Ekaristi</strong></h3>



<figure class="wp-block-table"><table class="has-fixed-layout mtr-table mtr-thead-th"><thead><tr><th data-mtr-content="Tindakan Liturgis" class="mtr-th-tag"><div class="mtr-cell-content">Tindakan Liturgis</div></th><th data-mtr-content="Imam" class="mtr-th-tag"><div class="mtr-cell-content">Imam</div></th><th data-mtr-content="Prodiakon" class="mtr-th-tag"><div class="mtr-cell-content">Prodiakon</div></th></tr></thead><tbody><tr><td data-mtr-content="Tindakan Liturgis" class="mtr-td-tag"><div class="mtr-cell-content">Doa Syukur Agung</div></td><td data-mtr-content="Imam" class="mtr-td-tag"><div class="mtr-cell-content"><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/2714.png" alt="✔" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> (memimpin)</div></td><td data-mtr-content="Prodiakon" class="mtr-td-tag"><div class="mtr-cell-content"><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/274c.png" alt="❌" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></div></td></tr><tr><td data-mtr-content="Tindakan Liturgis" class="mtr-td-tag"><div class="mtr-cell-content">Doa Pembuka, Doa Penutup</div></td><td data-mtr-content="Imam" class="mtr-td-tag"><div class="mtr-cell-content"><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/2714.png" alt="✔" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></div></td><td data-mtr-content="Prodiakon" class="mtr-td-tag"><div class="mtr-cell-content"><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/274c.png" alt="❌" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></div></td></tr><tr><td data-mtr-content="Tindakan Liturgis" class="mtr-td-tag"><div class="mtr-cell-content">Doa Umat (Permohonan)</div></td><td data-mtr-content="Imam" class="mtr-td-tag"><div class="mtr-cell-content"><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/2714.png" alt="✔" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" />/memimpin</div></td><td data-mtr-content="Prodiakon" class="mtr-td-tag"><div class="mtr-cell-content"><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/2714.png" alt="✔" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> (membacakan, jika ditugaskan)</div></td></tr><tr><td data-mtr-content="Tindakan Liturgis" class="mtr-td-tag"><div class="mtr-cell-content">Doa Berkat</div></td><td data-mtr-content="Imam" class="mtr-td-tag"><div class="mtr-cell-content"><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/2714.png" alt="✔" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></div></td><td data-mtr-content="Prodiakon" class="mtr-td-tag"><div class="mtr-cell-content"><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/274c.png" alt="❌" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> (hanya dapat memohon)</div></td></tr><tr><td data-mtr-content="Tindakan Liturgis" class="mtr-td-tag"><div class="mtr-cell-content">Doa pribadi/devosi</div></td><td data-mtr-content="Imam" class="mtr-td-tag"><div class="mtr-cell-content"><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/2714.png" alt="✔" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></div></td><td data-mtr-content="Prodiakon" class="mtr-td-tag"><div class="mtr-cell-content"><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/2714.png" alt="✔" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></div></td></tr></tbody></table></figure>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h3 class="wp-block-heading">4. <strong>Doa di Luar Liturgi (Doa Harian dan Devosi)</strong></h3>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Imam</strong> dapat memimpin segala bentuk doa termasuk eksorsisme sederhana (jika ditugaskan).</li>



<li><strong>Prodiakon</strong> dapat memimpin doa rosario, doa lingkungan, atau ibadat sabda, namun <strong>tidak mengucapkan doa atau formula yang mengimplikasikan otoritas tahbisan</strong> (misalnya pengampunan dosa atau berkat resmi).</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Referensi resmi:</strong></p>



<ul class="wp-block-list">
<li><em>General Instruction of the Roman Missal</em> (GIRM)</li>



<li><em>Direktorium tentang Liturgi dan Ibadat Sabda oleh Pelayan Awam</em>, Konferensi Waligereja Indonesia (jika tersedia)</li>



<li><em>Catechism of the Catholic Church</em>, no. 1142-1144 dan 1669</li>
</ul>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h3 class="wp-block-heading">5. <strong>Penekanan Teologis</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Perbedaan ini bukan soal &#8220;kedudukan sosial&#8221;, tetapi <strong>fungsi liturgis yang berasal dari tahbisan sakramental atau penugasan kanonik.</strong> Doa imam mengalir dari <strong>kuasa sakramental</strong>, sementara doa prodiakon dari <strong>kesaksian dan pelayanan awam</strong>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h3 class="wp-block-heading">Kesimpulan Praktis:</h3>



<figure class="wp-block-table"><table class="has-fixed-layout mtr-table mtr-thead-th"><thead><tr><th data-mtr-content="Aspek" class="mtr-th-tag"><div class="mtr-cell-content">Aspek</div></th><th data-mtr-content="Imam" class="mtr-th-tag"><div class="mtr-cell-content">Imam</div></th><th data-mtr-content="Prodiakon" class="mtr-th-tag"><div class="mtr-cell-content">Prodiakon</div></th></tr></thead><tbody><tr><td data-mtr-content="Aspek" class="mtr-td-tag"><div class="mtr-cell-content">Memimpin Liturgi Sakramental</div></td><td data-mtr-content="Imam" class="mtr-td-tag"><div class="mtr-cell-content"><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/2714.png" alt="✔" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></div></td><td data-mtr-content="Prodiakon" class="mtr-td-tag"><div class="mtr-cell-content"><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/274c.png" alt="❌" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></div></td></tr><tr><td data-mtr-content="Aspek" class="mtr-td-tag"><div class="mtr-cell-content">Mengucapkan Berkat Resmi</div></td><td data-mtr-content="Imam" class="mtr-td-tag"><div class="mtr-cell-content"><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/2714.png" alt="✔" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></div></td><td data-mtr-content="Prodiakon" class="mtr-td-tag"><div class="mtr-cell-content"><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/274c.png" alt="❌" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></div></td></tr><tr><td data-mtr-content="Aspek" class="mtr-td-tag"><div class="mtr-cell-content">Mendoakan Umat (tanpa otoritas)</div></td><td data-mtr-content="Imam" class="mtr-td-tag"><div class="mtr-cell-content"><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/2714.png" alt="✔" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></div></td><td data-mtr-content="Prodiakon" class="mtr-td-tag"><div class="mtr-cell-content"><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/2714.png" alt="✔" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></div></td></tr><tr><td data-mtr-content="Aspek" class="mtr-td-tag"><div class="mtr-cell-content">Memimpin Doa Permohonan</div></td><td data-mtr-content="Imam" class="mtr-td-tag"><div class="mtr-cell-content"><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/2714.png" alt="✔" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></div></td><td data-mtr-content="Prodiakon" class="mtr-td-tag"><div class="mtr-cell-content"><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/2714.png" alt="✔" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></div></td></tr><tr><td data-mtr-content="Aspek" class="mtr-td-tag"><div class="mtr-cell-content">Bertindak <strong>in persona Christi</strong></div></td><td data-mtr-content="Imam" class="mtr-td-tag"><div class="mtr-cell-content"><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/2714.png" alt="✔" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></div></td><td data-mtr-content="Prodiakon" class="mtr-td-tag"><div class="mtr-cell-content"><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/274c.png" alt="❌" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></div></td></tr></tbody></table></figure>
<div style='clear:both'></div><div  class='the_champ_sharing_container the_champ_horizontal_sharing' data-super-socializer-href="https://mengenalkatolik.my.id/beda-doa-imam-dan-prodiakon-asisten-iman/"><div class='the_champ_sharing_title' style="font-weight:bold" >Bagikan</div><div class="the_champ_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="the_champ_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fbit.ly%2F4hDkc7m" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg" style="background-color:#0765FE;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="X" class="the_champ_button_x" href="https://twitter.com/intent/tweet?via=ymakarius&text=Beda%20Doa%20Imam%20dan%20Prodiakon%20%28asisten%20iman%29&url=https%3A%2F%2Fbit.ly%2F4hDkc7m" title="X" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg the_champ_s__default the_champ_s_x" style="background-color:#2a2a2a;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg width="100%" height="100%" style="display:block;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M21.751 7h3.067l-6.7 7.658L26 25.078h-6.172l-4.833-6.32-5.531 6.32h-3.07l7.167-8.19L6 7h6.328l4.37 5.777L21.75 7Zm-1.076 16.242h1.7L11.404 8.74H9.58l11.094 14.503Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="the_champ_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Beda%20Doa%20Imam%20dan%20Prodiakon%20%28asisten%20iman%29 https%3A%2F%2Fbit.ly%2F4hDkc7m" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg" style="background-color:#55eb4c;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="the_champ_svg_stroke the_champ_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="the_champ_no_fill the_champ_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Instagram" class="the_champ_button_instagram" href="https://www.instagram.com/yuswanto_felisitas" title="Instagram" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg" style="background-color:#53beee;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;" version="1.1" viewBox="-10 -10 148 148" width="100%" height="100%" xml:space="preserve" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink"><g><g><path d="M86,112H42c-14.336,0-26-11.663-26-26V42c0-14.337,11.664-26,26-26h44c14.337,0,26,11.663,26,26v44 C112,100.337,100.337,112,86,112z M42,24c-9.925,0-18,8.074-18,18v44c0,9.925,8.075,18,18,18h44c9.926,0,18-8.075,18-18V42 c0-9.926-8.074-18-18-18H42z" fill="#fff"></path></g><g><path d="M64,88c-13.234,0-24-10.767-24-24c0-13.234,10.766-24,24-24s24,10.766,24,24C88,77.233,77.234,88,64,88z M64,48c-8.822,0-16,7.178-16,16s7.178,16,16,16c8.822,0,16-7.178,16-16S72.822,48,64,48z" fill="#fff"></path></g><g><circle cx="89.5" cy="38.5" fill="#fff" r="5.5"></circle></g></g></svg></span></a><a aria-label="RSS Feed" class="the_champ_button_rss" href="https://mengenalkatolik.my.id/feed" title="RSS Feed" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg the_champ_s__default the_champ_s_rss" style="background-color:#e3702d;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewBox="-4 -4 40 40" width="100%" height="100%"><g fill="#fff"><ellipse cx="7.952" cy="24.056" rx="2.952" ry="2.944"></ellipse><path d="M5.153 16.625c2.73 0 5.295 1.064 7.22 2.996a10.2 10.2 0 0 1 2.996 7.255h4.2c0-7.962-6.47-14.44-14.42-14.44v4.193zm.007-7.432c9.724 0 17.636 7.932 17.636 17.682H27C27 14.812 17.203 5 5.16 5v4.193z"></path></g></svg></span></a><a aria-label="WordPress" class="the_champ_button_wordpress" href="https://mengenalkatolik.my.id/wp-admin/press-this.php?u=https%3A%2F%2Fbit.ly%2F4hDkc7m&t=Beda%20Doa%20Imam%20dan%20Prodiakon%20%28asisten%20iman%29" title="WordPress" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg the_champ_s__default the_champ_s_wordpress" style="background-color:#464646;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><circle fill="#fff" cx="16" cy="16" r="14.75"/><path class="the_champ_no_fill" fill="#464646" d="M3.176 16c0 5.076 2.95 9.462 7.226 11.54L4.287 10.78c-.712 1.595-1.11 3.36-1.11 5.22zm21.48-.646c0-1.586-.57-2.684-1.06-3.537-.647-1.058-1.26-1.95-1.26-3.008 0-1.18.897-2.278 2.156-2.278.057 0 .11.008.166.01-2.28-2.09-5.32-3.367-8.658-3.367-4.48 0-8.422 2.3-10.715 5.78.302.01.585.017.826.017 1.343 0 3.418-.164 3.418-.164.69-.042.774.974.084 1.056 0 0-.694.08-1.466.12l4.668 13.892 2.808-8.417-1.998-5.476c-.69-.04-1.345-.12-1.345-.12-.69-.04-.61-1.1.08-1.058 0 0 2.116.164 3.38.164 1.34 0 3.416-.163 3.416-.163.69-.04.77.976.08 1.058 0 0-.694.08-1.467.12l4.634 13.785 1.28-4.272c.552-1.773.975-3.048.975-4.144zm-8.43 1.766l-3.85 11.18c1.15.34 2.365.523 3.624.523 1.492 0 2.925-.26 4.26-.728-.035-.056-.066-.113-.093-.177L16.225 17.12zM27.25 9.848c.055.408.086.848.086 1.318 0 1.3-.242 2.764-.975 4.594l-3.916 11.324C26.26 24.86 28.822 20.73 28.822 16c0-2.23-.568-4.326-1.57-6.152z"/><path d="M16 1.052C7.757 1.052 1.052 7.757 1.052 16c0 8.242 6.705 14.948 14.948 14.948 8.242 0 14.948-6.706 14.948-14.95 0-8.24-6.706-14.946-14.948-14.946zm0 29.212c-7.865 0-14.264-6.4-14.264-14.265S8.136 1.734 16 1.734c7.863 0 14.264 6.398 14.264 14.263 0 7.863-6.4 14.264-14.264 14.264z"/></svg></span></a><a class="the_champ_more" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size:24px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://bit.ly/4hDkc7m" onclick="event.preventDefault()"><span class="the_champ_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:35px;height:35px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="theChampMoreSharingPopup(this, 'https://bit.ly/4hDkc7m', 'Beda%20Doa%20Imam%20dan%20Prodiakon%20%28asisten%20iman%29', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div></div><div style='clear:both'></div><p>The post <a href="https://mengenalkatolik.my.id/beda-doa-imam-dan-prodiakon-asisten-iman/">Beda Doa Imam dan Prodiakon (asisten iman)</a> appeared first on <a href="https://mengenalkatolik.my.id">Mengenal Katolik</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mengenalkatolik.my.id/beda-doa-imam-dan-prodiakon-asisten-iman/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Artikel: The Catholic Laity as Developers of a Generous and Merciful Church</title>
		<link>https://mengenalkatolik.my.id/artikel-the-catholic-laity-as-developers-of-a-generous-and-merciful-church/</link>
					<comments>https://mengenalkatolik.my.id/artikel-the-catholic-laity-as-developers-of-a-generous-and-merciful-church/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yuswanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Jul 2025 17:34:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Aneka Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan Pendukung Iman Katolik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mengenalkatolik.my.id/?p=740</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="150" height="150" src="https://mlkrwxyinbro.i.optimole.com/cb:XETF.11a7/w:150/h:150/q:mauto/rt:fill/g:ce/ig:avif/https://mengenalkatolik.my.id/wp-content/uploads/2025/07/catholic-laity.jpg" class="attachment-thumbnail size-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://mlkrwxyinbro.i.optimole.com/cb:XETF.11a7/w:551/h:551/q:mauto/rt:fill/g:ce/ig:avif/https://mengenalkatolik.my.id/wp-content/uploads/2025/07/catholic-laity.jpg 551w, https://mlkrwxyinbro.i.optimole.com/cb:XETF.11a7/w:150/h:150/q:mauto/rt:fill/g:ce/ig:avif/https://mengenalkatolik.my.id/wp-content/uploads/2025/07/catholic-laity.jpg 150w, https://mlkrwxyinbro.i.optimole.com/cb:XETF.11a7/w:300/h:300/q:mauto/rt:fill/g:ce/ig:avif/https://mengenalkatolik.my.id/wp-content/uploads/2025/07/catholic-laity.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 150px) 100vw, 150px" />oleh F.X. Sugiyana, Paskalis Lina, Felisitas Yuswanto, dan Stanislaus Surip, diterbitkan dalam Mysterium Fidei: Journal of Asian Empirical Theology (Vol. &#8230; </p>
<p>The post <a href="https://mengenalkatolik.my.id/artikel-the-catholic-laity-as-developers-of-a-generous-and-merciful-church/">Artikel: The Catholic Laity as Developers of a Generous and Merciful Church</a> appeared first on <a href="https://mengenalkatolik.my.id">Mengenal Katolik</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<img width="150" height="150" src="https://mlkrwxyinbro.i.optimole.com/cb:XETF.11a7/w:150/h:150/q:mauto/rt:fill/g:ce/ig:avif/https://mengenalkatolik.my.id/wp-content/uploads/2025/07/catholic-laity.jpg" class="attachment-thumbnail size-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://mlkrwxyinbro.i.optimole.com/cb:XETF.11a7/w:551/h:551/q:mauto/rt:fill/g:ce/ig:avif/https://mengenalkatolik.my.id/wp-content/uploads/2025/07/catholic-laity.jpg 551w, https://mlkrwxyinbro.i.optimole.com/cb:XETF.11a7/w:150/h:150/q:mauto/rt:fill/g:ce/ig:avif/https://mengenalkatolik.my.id/wp-content/uploads/2025/07/catholic-laity.jpg 150w, https://mlkrwxyinbro.i.optimole.com/cb:XETF.11a7/w:300/h:300/q:mauto/rt:fill/g:ce/ig:avif/https://mengenalkatolik.my.id/wp-content/uploads/2025/07/catholic-laity.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 150px) 100vw, 150px" />
<p class="wp-block-paragraph">oleh F.X. Sugiyana, Paskalis Lina, Felisitas Yuswanto, dan Stanislaus Surip, diterbitkan dalam <em>Mysterium Fidei: Journal of Asian Empirical Theology</em> (Vol. 1, No. 4, 2023).</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="551" height="551" src="https://mlkrwxyinbro.i.optimole.com/cb:XETF.11a7/w:auto/h:auto/q:mauto/ig:avif/https://mengenalkatolik.my.id/wp-content/uploads/2025/07/catholic-laity.jpg" alt="" class="wp-image-741" srcset="https://mlkrwxyinbro.i.optimole.com/cb:XETF.11a7/w:551/h:551/q:mauto/ig:avif/https://mengenalkatolik.my.id/wp-content/uploads/2025/07/catholic-laity.jpg 551w, https://mlkrwxyinbro.i.optimole.com/cb:XETF.11a7/w:150/h:150/q:mauto/ig:avif/https://mengenalkatolik.my.id/wp-content/uploads/2025/07/catholic-laity.jpg 150w, https://mlkrwxyinbro.i.optimole.com/cb:XETF.11a7/w:300/h:300/q:mauto/ig:avif/https://mengenalkatolik.my.id/wp-content/uploads/2025/07/catholic-laity.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 551px) 100vw, 551px" /></figure>



<div class="wp-block-group is-nowrap is-layout-flex wp-container-core-group-is-layout-0e47273b wp-block-group-is-layout-flex">
<p class="wp-block-paragraph">Artikel ini membahas peran kaum awam Katolik sebagai pengembang Gereja yang murah hati dan penuh belas kasih, merujuk pada gagasan yang dikemukakan oleh Mgr. Ignatius Suharyo, Uskup Agung Jakarta. Dalam konteks Indonesia yang plural dan kompleks secara sosial, Gereja menghadapi tantangan dalam menjawab kebutuhan umat secara menyeluruh. Oleh karena itu, pemberdayaan kaum awam menjadi krusial dalam memperluas pelayanan pastoral dan spiritual Gereja.</p>
</div>



<h3 class="wp-block-heading">Latar Belakang Konseptual</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Konsep “Gereja yang Murah Hati dan Penuh Belas Kasih” muncul dalam konteks perubahan zaman dan krisis sosial, terutama pasca-krisis ekonomi 1998. Saat itu, umat Keuskupan Agung Jakarta mengalami keterbatasan akses terhadap pelayanan rohani yang berkualitas. Mgr. Suharyo menyerukan agar para imam memberikan pelayanan yang bukan hanya administratif tetapi juga menyentuh kedalaman spiritual umat, serta memperhatikan kehidupan awam di luar dinding gereja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum Konsili Vatikan II, Gereja cenderung bersifat “pastor-sentris” dan “paroki-sentris,” yang membuat umat awam berperan pasif. Konsili Vatikan II menjadi titik balik dengan menekankan keterlibatan aktif umat awam dalam hidup menggereja. Gereja tidak bisa lagi hanya berfokus pada institusi, melainkan harus responsif terhadap dinamika sosial dan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi. Dunia modern menuntut Gereja untuk tidak bersikap menghindar (escapist), tetapi menghadapi realitas dengan pastoral yang inklusif dan kontekstual.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Sistem Lingkungan dan Peran Awam</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Keuskupan Agung Jakarta mengembangkan sistem komunitas lingkungan (neighborhood system) sebagai sarana keterlibatan kaum awam dalam pelayanan pastoral. Ketua lingkungan dan pengurusnya menjadi ujung tombak pelayanan di wilayah-wilayah tertentu, mengingat jumlah imam yang terbatas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pelayanan lingkungan meliputi pemimpin ibadat, pendamping umat yang mengalami kesulitan, serta persiapan sakramen. Tanggung jawab tersebut tidak bisa hanya ditumpukan kepada imam atau ketua lingkungan, tetapi harus dikelola secara kolektif. Namun, masalah klasik tetap muncul: kurangnya kaderisasi dan regenerasi kepemimpinan. Umat sering enggan mengambil peran karena alasan tidak siap, sibuk, atau merasa tidak mampu, yang akhirnya memunculkan fenomena &#8220;kepemimpinan lingkungan yang stagnan&#8221;.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Gagasan Kepemimpinan Mgr. Suharyo</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Mgr. Suharyo mengembangkan kepemimpinan yang rendah hati dan berbelas kasih, yang tertuang dalam mottonya <em>Serviens Domino cum omni humilitate</em> (melayani Tuhan dengan kerendahan hati). Ia memperkenalkan konsep “Gereja sebagai Komuni” dan “Gereja sebagai Pelayan yang Murah Hati”, di mana setiap orang dipanggil untuk melayani sesama dengan semangat kasih dan pengorbanan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pelayanan murah hati diartikan sebagai bentuk kasih yang konkret dan sejati, bukan formalitas atau rutinitas administratif. Dalam hal ini, Gereja diharapkan menjadi tempat pertumbuhan iman dan komunitas, bukan sekadar institusi. Gagasan ini juga diperkuat dengan kutipan Injil, seperti Yohanes 10:10 (“Aku datang supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan”) dan Matius 5:48 (“Hendaklah kamu sempurna, seperti Bapamu di surga adalah sempurna”).</p>



<h3 class="wp-block-heading">Tantangan dan Regenerasi Kepemimpinan</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Artikel ini menyoroti rendahnya upaya sistematis dalam menyiapkan calon pemimpin awam. Tidak adanya pelatihan atau pendidikan kepemimpinan yang memadai mengakibatkan munculnya ketua lingkungan yang tidak siap secara spiritual dan administratif. Gereja harus berbenah dengan melakukan regenerasi, khususnya dengan melibatkan kaum muda secara aktif dalam manajemen komunitas lingkungan. Kaum muda sering hanya menjadi peserta pasif, padahal mereka memiliki potensi untuk membawa semangat baru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Paroki diharapkan menyediakan bimbingan dan pelatihan manajemen pastoral agar kaum muda tidak hanya menjadi penonton. Regenerasi ini tidak hanya menyegarkan struktur organisasi lingkungan, tetapi juga menciptakan Gereja yang lebih dinamis, terbuka, dan menyambut semua orang dengan semangat kasih Kristus.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Spiritualitas Pelayanan</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Pelayanan yang murah hati dibangun di atas semangat kesederhanaan, kerja sama, dan keterlibatan tanpa diskriminasi. Spiritualitas ini menekankan pentingnya komunikasi intensif antara pemimpin gereja dan umat, terutama kaum muda, serta partisipasi kolektif dalam pelayanan pastoral. Peran awam tidak hanya bersifat sekunder, tetapi merupakan bagian integral dari tubuh Gereja yang apostolik, sesuai dengan Efe 2:19-20: “Kamu adalah warga Kerajaan Allah dan anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mgr. Suharyo juga menekankan sentralitas Ekaristi sebagai pusat dan puncak hidup Gereja. Ekaristi bukan sekadar ritus liturgis, tetapi perayaan kasih Allah yang menyelamatkan, yang memperkuat iman dan membangun persaudaraan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Refleksi Historis dan Implementasi Nyata</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis menyertakan studi historis atas dua komunitas lingkungan tertentu, meski diakui bahwa banyak ketua lingkungan tidak mengetahui sejarah wilayah yang mereka pimpin. Hal ini menunjukkan lemahnya dokumentasi dan pewarisan memori kolektif yang penting untuk kelangsungan pelayanan pastoral.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, partisipasi awam masih cenderung timpang. Banyak orang menghindari tanggung jawab dengan alasan klasik seperti kesibukan, kurangnya kompetensi, atau ketidaksiapan. Oleh karena itu, perlu pendidikan awam yang intensif mengenai hakikat pelayanan, spiritualitas kepemimpinan, dan panggilan sebagai bagian dari misi Kristus.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Kesimpulan Umum</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Artikel ini menyimpulkan bahwa pengembangan Gereja yang murah hati dan penuh belas kasih harus didasarkan pada tiga pilar:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li><strong>Komunikasi Intensif dan Partisipatif</strong><br>Gereja perlu membangun komunikasi yang kuat antara pemimpin dan umat, agar dapat mendengar, menyapa, dan melibatkan seluruh anggota jemaat dalam kehidupan menggereja.</li>



<li><strong>Regenerasi Kepemimpinan Awam</strong><br>Proses kaderisasi perlu dijalankan dengan sistematis dan berkesinambungan. Ini tidak hanya untuk memperluas jangkauan pelayanan, tetapi juga sebagai bentuk pewarisan iman.</li>



<li><strong>Pelayanan yang Inklusif dan Transformatif</strong><br>Dengan semangat kemurahan hati, Gereja harus membuka diri terhadap semua kalangan, menjadikan umat awam mitra sejati dalam karya pastoral.</li>
</ol>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan kolaborasi antara imam dan umat, Gereja dapat terus berkembang sebagai komunitas kasih yang hidup, inklusif, dan penuh belas kasih, serta menjadi tanda kehadiran Allah yang menyelamatkan dalam dunia yang terus berubah.</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Sumber:<a href="https://jaemth.org/index.php/JAEmTh/article/view/124">https://jaemth.org/index.php/JAEmTh/article/view/124</a></p>
<div style='clear:both'></div><div  class='the_champ_sharing_container the_champ_horizontal_sharing' data-super-socializer-href="https://mengenalkatolik.my.id/artikel-the-catholic-laity-as-developers-of-a-generous-and-merciful-church/"><div class='the_champ_sharing_title' style="font-weight:bold" >Bagikan</div><div class="the_champ_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="the_champ_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fbit.ly%2F463Hk9P" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg" style="background-color:#0765FE;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="X" class="the_champ_button_x" href="https://twitter.com/intent/tweet?via=ymakarius&text=Artikel%3A%20The%20Catholic%20Laity%20as%20Developers%20of%20a%20Generous%20and%20Merciful%20Church&url=https%3A%2F%2Fbit.ly%2F463Hk9P" title="X" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg the_champ_s__default the_champ_s_x" style="background-color:#2a2a2a;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg width="100%" height="100%" style="display:block;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M21.751 7h3.067l-6.7 7.658L26 25.078h-6.172l-4.833-6.32-5.531 6.32h-3.07l7.167-8.19L6 7h6.328l4.37 5.777L21.75 7Zm-1.076 16.242h1.7L11.404 8.74H9.58l11.094 14.503Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="the_champ_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Artikel%3A%20The%20Catholic%20Laity%20as%20Developers%20of%20a%20Generous%20and%20Merciful%20Church https%3A%2F%2Fbit.ly%2F463Hk9P" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg" style="background-color:#55eb4c;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="the_champ_svg_stroke the_champ_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="the_champ_no_fill the_champ_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Instagram" class="the_champ_button_instagram" href="https://www.instagram.com/yuswanto_felisitas" title="Instagram" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg" style="background-color:#53beee;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;" version="1.1" viewBox="-10 -10 148 148" width="100%" height="100%" xml:space="preserve" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink"><g><g><path d="M86,112H42c-14.336,0-26-11.663-26-26V42c0-14.337,11.664-26,26-26h44c14.337,0,26,11.663,26,26v44 C112,100.337,100.337,112,86,112z M42,24c-9.925,0-18,8.074-18,18v44c0,9.925,8.075,18,18,18h44c9.926,0,18-8.075,18-18V42 c0-9.926-8.074-18-18-18H42z" fill="#fff"></path></g><g><path d="M64,88c-13.234,0-24-10.767-24-24c0-13.234,10.766-24,24-24s24,10.766,24,24C88,77.233,77.234,88,64,88z M64,48c-8.822,0-16,7.178-16,16s7.178,16,16,16c8.822,0,16-7.178,16-16S72.822,48,64,48z" fill="#fff"></path></g><g><circle cx="89.5" cy="38.5" fill="#fff" r="5.5"></circle></g></g></svg></span></a><a aria-label="RSS Feed" class="the_champ_button_rss" href="https://mengenalkatolik.my.id/feed" title="RSS Feed" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg the_champ_s__default the_champ_s_rss" style="background-color:#e3702d;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewBox="-4 -4 40 40" width="100%" height="100%"><g fill="#fff"><ellipse cx="7.952" cy="24.056" rx="2.952" ry="2.944"></ellipse><path d="M5.153 16.625c2.73 0 5.295 1.064 7.22 2.996a10.2 10.2 0 0 1 2.996 7.255h4.2c0-7.962-6.47-14.44-14.42-14.44v4.193zm.007-7.432c9.724 0 17.636 7.932 17.636 17.682H27C27 14.812 17.203 5 5.16 5v4.193z"></path></g></svg></span></a><a aria-label="WordPress" class="the_champ_button_wordpress" href="https://mengenalkatolik.my.id/wp-admin/press-this.php?u=https%3A%2F%2Fbit.ly%2F463Hk9P&t=Artikel%3A%20The%20Catholic%20Laity%20as%20Developers%20of%20a%20Generous%20and%20Merciful%20Church" title="WordPress" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg the_champ_s__default the_champ_s_wordpress" style="background-color:#464646;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><circle fill="#fff" cx="16" cy="16" r="14.75"/><path class="the_champ_no_fill" fill="#464646" d="M3.176 16c0 5.076 2.95 9.462 7.226 11.54L4.287 10.78c-.712 1.595-1.11 3.36-1.11 5.22zm21.48-.646c0-1.586-.57-2.684-1.06-3.537-.647-1.058-1.26-1.95-1.26-3.008 0-1.18.897-2.278 2.156-2.278.057 0 .11.008.166.01-2.28-2.09-5.32-3.367-8.658-3.367-4.48 0-8.422 2.3-10.715 5.78.302.01.585.017.826.017 1.343 0 3.418-.164 3.418-.164.69-.042.774.974.084 1.056 0 0-.694.08-1.466.12l4.668 13.892 2.808-8.417-1.998-5.476c-.69-.04-1.345-.12-1.345-.12-.69-.04-.61-1.1.08-1.058 0 0 2.116.164 3.38.164 1.34 0 3.416-.163 3.416-.163.69-.04.77.976.08 1.058 0 0-.694.08-1.467.12l4.634 13.785 1.28-4.272c.552-1.773.975-3.048.975-4.144zm-8.43 1.766l-3.85 11.18c1.15.34 2.365.523 3.624.523 1.492 0 2.925-.26 4.26-.728-.035-.056-.066-.113-.093-.177L16.225 17.12zM27.25 9.848c.055.408.086.848.086 1.318 0 1.3-.242 2.764-.975 4.594l-3.916 11.324C26.26 24.86 28.822 20.73 28.822 16c0-2.23-.568-4.326-1.57-6.152z"/><path d="M16 1.052C7.757 1.052 1.052 7.757 1.052 16c0 8.242 6.705 14.948 14.948 14.948 8.242 0 14.948-6.706 14.948-14.95 0-8.24-6.706-14.946-14.948-14.946zm0 29.212c-7.865 0-14.264-6.4-14.264-14.265S8.136 1.734 16 1.734c7.863 0 14.264 6.398 14.264 14.263 0 7.863-6.4 14.264-14.264 14.264z"/></svg></span></a><a class="the_champ_more" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size:24px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://bit.ly/463Hk9P" onclick="event.preventDefault()"><span class="the_champ_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:35px;height:35px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="theChampMoreSharingPopup(this, 'https://bit.ly/463Hk9P', 'Artikel%3A%20The%20Catholic%20Laity%20as%20Developers%20of%20a%20Generous%20and%20Merciful%20Church', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div></div><div style='clear:both'></div><p>The post <a href="https://mengenalkatolik.my.id/artikel-the-catholic-laity-as-developers-of-a-generous-and-merciful-church/">Artikel: The Catholic Laity as Developers of a Generous and Merciful Church</a> appeared first on <a href="https://mengenalkatolik.my.id">Mengenal Katolik</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mengenalkatolik.my.id/artikel-the-catholic-laity-as-developers-of-a-generous-and-merciful-church/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keragaman dan Perbedaan (Review Buku Karya Al Makin)</title>
		<link>https://mengenalkatolik.my.id/keragaman-dan-perbedaan-review-buku-karya-al-makin/</link>
					<comments>https://mengenalkatolik.my.id/keragaman-dan-perbedaan-review-buku-karya-al-makin/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yuswanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 May 2017 07:35:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Aneka Tulisan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jzzberbagi.wordpress.com/?p=625</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="150" height="150" src="https://mlkrwxyinbro.i.optimole.com/cb:XETF.11a7/w:150/h:150/q:mauto/rt:fill/g:ce/ig:avif/https://mengenalkatolik.my.id/wp-content/uploads/2017/05/buku_keragaman_dan_perbedaan__al_makin.jpg" class="attachment-thumbnail size-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" />Judul               : Keragaman dan Perbedaan (Budaya dan Agama dalam lintas Sejarah manusia) Penulis            : Al Makin Penerbit           : SUKA-Press Tahun &#8230; </p>
<p>The post <a href="https://mengenalkatolik.my.id/keragaman-dan-perbedaan-review-buku-karya-al-makin/">Keragaman dan Perbedaan (Review Buku Karya Al Makin)</a> appeared first on <a href="https://mengenalkatolik.my.id">Mengenal Katolik</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<img width="150" height="150" src="https://mlkrwxyinbro.i.optimole.com/cb:XETF.11a7/w:150/h:150/q:mauto/rt:fill/g:ce/ig:avif/https://mengenalkatolik.my.id/wp-content/uploads/2017/05/buku_keragaman_dan_perbedaan__al_makin.jpg" class="attachment-thumbnail size-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" /><p><img loading="lazy" decoding="async" class="  wp-image-627 alignleft" src="https://mlkrwxyinbro.i.optimole.com/cb:XETF.11a7/w:auto/h:auto/q:mauto/ig:avif/https://mengenalkatolik.my.id/wp-content/uploads/2017/05/buku_keragaman_dan_perbedaan__al_makin.jpg" alt="BUKU_KERAGAMAN_DAN_PERBEDAAN__AL_MAKIN.jpg" width="124" height="202" srcset="https://mlkrwxyinbro.i.optimole.com/cb:XETF.11a7/w:615/h:1000/q:mauto/ig:avif/https://mengenalkatolik.my.id/wp-content/uploads/2017/05/buku_keragaman_dan_perbedaan__al_makin.jpg 615w, https://mlkrwxyinbro.i.optimole.com/cb:XETF.11a7/w:185/h:300/q:mauto/ig:avif/https://mengenalkatolik.my.id/wp-content/uploads/2017/05/buku_keragaman_dan_perbedaan__al_makin.jpg 185w" sizes="auto, (max-width: 124px) 100vw, 124px" />Judul               : Keragaman dan Perbedaan (Budaya dan Agama dalam lintas Sejarah manusia)</p>
<p>Penulis            : Al Makin</p>
<p>Penerbit           : SUKA-Press</p>
<p>Tahun Terbit   : 2016</p>
<p><span id="more-625"></span></p>
<p>Review:</p>
<p>Buku Keragaman dan Perbedaan ini sangat bagus. Dalam penggunaan tata bahasa, penulis menggunakan tata bahasa yang ringan tapi memiliki bobot tertentu, sehingga pembaca dapat memahami apa yang ingin disampaikan penulis dalam buku ini. Buku Keragaman dan Perbedaan ini memang memiliki kekhasan tersendiri untuk membawa manusia pada ‘zona’ imajiner pembaca dalam mengenal peradaban manusia. Analogi yang digunakan oleh penulis membawa pembaca dapat membayangkan secara sederhana materi-materi pada setiap bagian dari buku ini.</p>
<p>Buku ini kaya akan pengetahuan baru. Sesuai dengan harapan penulis bahwa di awal penulisan buku, penulis ingin membuka wawasan anak didiknya yang umumnya memiliki pemikiran yang homogen dalam arti hanya berdasar dari satu sudut pandang, diharapkan agar anak didik penulis dapat memiliki banyak sudut padang dalam mengenal sesuatu, terlebih ilmu pengetahuan. Buku ini dapat mengarahkan pembaca yang memiliki pandangan homogen menjadi heterogen. Tidak banyak penulis di Indonesia ini yang dapat menyajikan materi yang kaya makna tetapi dengan bahasa yang mudah ditangkap. Dalam buku ini, pemilihan kata dan rangkaian kalimat dalam tiap paragraf memiliki alur yang runut dan enak untuk dinikmati pembaca.</p>
<p>Kekuatan buku ini terletak pada kekayaan pengetahuan yang dilihat dari aspek sejarah manusia. Penyampaian kebudayaan dan agama, bahkan peradaban manusia dapat tergambar secara jelas dalam buku ini. Istilah-istilah yang digunakan juga familiar. Sangat mudah untuk dipahami dan pesan yang diberikan itu bisa diterima dengan pembaca awam. Dengan kata lain, buku ini merupakan sebuah panorama pengetahuan bagi pembaca. Pembaca dapat mengenal keragaman pandangan ilmu pengetahuan ditinjau dari filsafat, sejarah, dan panorama kebudayaan maupun peradaban manusia.</p>
<p>Tiada gading yang tak retak. Dalam hal ini, buku ini memiliki kelemahan meski sedikit tetapi akan lebih baik dalam edisi revisi dapat ditanggulangi, yakni: kesalahan ketik. Memang sepele tetapi hal ini dapat memengaruhi penilaian dari buku ini. Ada beberapa kesalahan huruf yang seharusnya ditulis menggunakan huruf besar atau huruf kecil, ada spasi yang tempatnya kurang tepat. Akan tetapi dari isi buku atau bobot buku ini, kekurangan teknis dapat diatasi dan tidak menjadi masalah yang besar untuk penilaian buku sebaik ini.</p>
<div style='clear:both'></div><div  class='the_champ_sharing_container the_champ_horizontal_sharing' data-super-socializer-href="https://mengenalkatolik.my.id/keragaman-dan-perbedaan-review-buku-karya-al-makin/"><div class='the_champ_sharing_title' style="font-weight:bold" >Bagikan</div><div class="the_champ_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="the_champ_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fmengenalkatolik.my.id%2Fkeragaman-dan-perbedaan-review-buku-karya-al-makin%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg" style="background-color:#0765FE;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="X" class="the_champ_button_x" href="https://twitter.com/intent/tweet?via=ymakarius&text=Keragaman%20dan%20Perbedaan%20%28Review%20Buku%20Karya%20Al%20Makin%29&url=https%3A%2F%2Fmengenalkatolik.my.id%2Fkeragaman-dan-perbedaan-review-buku-karya-al-makin%2F" title="X" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg the_champ_s__default the_champ_s_x" style="background-color:#2a2a2a;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg width="100%" height="100%" style="display:block;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M21.751 7h3.067l-6.7 7.658L26 25.078h-6.172l-4.833-6.32-5.531 6.32h-3.07l7.167-8.19L6 7h6.328l4.37 5.777L21.75 7Zm-1.076 16.242h1.7L11.404 8.74H9.58l11.094 14.503Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="the_champ_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Keragaman%20dan%20Perbedaan%20%28Review%20Buku%20Karya%20Al%20Makin%29 https%3A%2F%2Fmengenalkatolik.my.id%2Fkeragaman-dan-perbedaan-review-buku-karya-al-makin%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg" style="background-color:#55eb4c;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="the_champ_svg_stroke the_champ_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="the_champ_no_fill the_champ_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Instagram" class="the_champ_button_instagram" href="https://www.instagram.com/yuswanto_felisitas" title="Instagram" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg" style="background-color:#53beee;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;" version="1.1" viewBox="-10 -10 148 148" width="100%" height="100%" xml:space="preserve" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink"><g><g><path d="M86,112H42c-14.336,0-26-11.663-26-26V42c0-14.337,11.664-26,26-26h44c14.337,0,26,11.663,26,26v44 C112,100.337,100.337,112,86,112z M42,24c-9.925,0-18,8.074-18,18v44c0,9.925,8.075,18,18,18h44c9.926,0,18-8.075,18-18V42 c0-9.926-8.074-18-18-18H42z" fill="#fff"></path></g><g><path d="M64,88c-13.234,0-24-10.767-24-24c0-13.234,10.766-24,24-24s24,10.766,24,24C88,77.233,77.234,88,64,88z M64,48c-8.822,0-16,7.178-16,16s7.178,16,16,16c8.822,0,16-7.178,16-16S72.822,48,64,48z" fill="#fff"></path></g><g><circle cx="89.5" cy="38.5" fill="#fff" r="5.5"></circle></g></g></svg></span></a><a aria-label="RSS Feed" class="the_champ_button_rss" href="https://mengenalkatolik.my.id/feed" title="RSS Feed" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg the_champ_s__default the_champ_s_rss" style="background-color:#e3702d;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewBox="-4 -4 40 40" width="100%" height="100%"><g fill="#fff"><ellipse cx="7.952" cy="24.056" rx="2.952" ry="2.944"></ellipse><path d="M5.153 16.625c2.73 0 5.295 1.064 7.22 2.996a10.2 10.2 0 0 1 2.996 7.255h4.2c0-7.962-6.47-14.44-14.42-14.44v4.193zm.007-7.432c9.724 0 17.636 7.932 17.636 17.682H27C27 14.812 17.203 5 5.16 5v4.193z"></path></g></svg></span></a><a aria-label="WordPress" class="the_champ_button_wordpress" href="https://mengenalkatolik.my.id/wp-admin/press-this.php?u=https%3A%2F%2Fmengenalkatolik.my.id%2Fkeragaman-dan-perbedaan-review-buku-karya-al-makin%2F&t=Keragaman%20dan%20Perbedaan%20%28Review%20Buku%20Karya%20Al%20Makin%29" title="WordPress" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg the_champ_s__default the_champ_s_wordpress" style="background-color:#464646;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><circle fill="#fff" cx="16" cy="16" r="14.75"/><path class="the_champ_no_fill" fill="#464646" d="M3.176 16c0 5.076 2.95 9.462 7.226 11.54L4.287 10.78c-.712 1.595-1.11 3.36-1.11 5.22zm21.48-.646c0-1.586-.57-2.684-1.06-3.537-.647-1.058-1.26-1.95-1.26-3.008 0-1.18.897-2.278 2.156-2.278.057 0 .11.008.166.01-2.28-2.09-5.32-3.367-8.658-3.367-4.48 0-8.422 2.3-10.715 5.78.302.01.585.017.826.017 1.343 0 3.418-.164 3.418-.164.69-.042.774.974.084 1.056 0 0-.694.08-1.466.12l4.668 13.892 2.808-8.417-1.998-5.476c-.69-.04-1.345-.12-1.345-.12-.69-.04-.61-1.1.08-1.058 0 0 2.116.164 3.38.164 1.34 0 3.416-.163 3.416-.163.69-.04.77.976.08 1.058 0 0-.694.08-1.467.12l4.634 13.785 1.28-4.272c.552-1.773.975-3.048.975-4.144zm-8.43 1.766l-3.85 11.18c1.15.34 2.365.523 3.624.523 1.492 0 2.925-.26 4.26-.728-.035-.056-.066-.113-.093-.177L16.225 17.12zM27.25 9.848c.055.408.086.848.086 1.318 0 1.3-.242 2.764-.975 4.594l-3.916 11.324C26.26 24.86 28.822 20.73 28.822 16c0-2.23-.568-4.326-1.57-6.152z"/><path d="M16 1.052C7.757 1.052 1.052 7.757 1.052 16c0 8.242 6.705 14.948 14.948 14.948 8.242 0 14.948-6.706 14.948-14.95 0-8.24-6.706-14.946-14.948-14.946zm0 29.212c-7.865 0-14.264-6.4-14.264-14.265S8.136 1.734 16 1.734c7.863 0 14.264 6.398 14.264 14.263 0 7.863-6.4 14.264-14.264 14.264z"/></svg></span></a><a class="the_champ_more" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size:24px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://mengenalkatolik.my.id/keragaman-dan-perbedaan-review-buku-karya-al-makin/" onclick="event.preventDefault()"><span class="the_champ_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:35px;height:35px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="theChampMoreSharingPopup(this, 'https://mengenalkatolik.my.id/keragaman-dan-perbedaan-review-buku-karya-al-makin/', 'Keragaman%20dan%20Perbedaan%20%28Review%20Buku%20Karya%20Al%20Makin%29', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div></div><div style='clear:both'></div><p>The post <a href="https://mengenalkatolik.my.id/keragaman-dan-perbedaan-review-buku-karya-al-makin/">Keragaman dan Perbedaan (Review Buku Karya Al Makin)</a> appeared first on <a href="https://mengenalkatolik.my.id">Mengenal Katolik</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mengenalkatolik.my.id/keragaman-dan-perbedaan-review-buku-karya-al-makin/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenal Konsili Vatikan ke II</title>
		<link>https://mengenalkatolik.my.id/mengenal-konsili-vatikan-ke-ii/</link>
					<comments>https://mengenalkatolik.my.id/mengenal-konsili-vatikan-ke-ii/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yuswanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 May 2017 07:13:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Aneka Tulisan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jzzberbagi.wordpress.com/2017/05/18/mengenal-konsili-vatikan-ke-ii/</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="114" height="150" src="https://mlkrwxyinbro.i.optimole.com/cb:XETF.11a7/w:114/h:150/q:mauto/rt:fill/g:ce/ig:avif/https://mengenalkatolik.my.id/wp-content/uploads/2017/05/giovanni-xxiii.jpeg" class="attachment-thumbnail size-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" />Konsili Vatikan II adalah Konsili uskup sedunia yang diadakan di Vatikan, Roma pada tahun 1962-1965 (terdiri dari 4 periode), yang &#8230; </p>
<p>The post <a href="https://mengenalkatolik.my.id/mengenal-konsili-vatikan-ke-ii/">Mengenal Konsili Vatikan ke II</a> appeared first on <a href="https://mengenalkatolik.my.id">Mengenal Katolik</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<img width="114" height="150" src="https://mlkrwxyinbro.i.optimole.com/cb:XETF.11a7/w:114/h:150/q:mauto/rt:fill/g:ce/ig:avif/https://mengenalkatolik.my.id/wp-content/uploads/2017/05/giovanni-xxiii.jpeg" class="attachment-thumbnail size-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" /><p>Konsili Vatikan II adalah Konsili uskup sedunia yang diadakan di Vatikan, Roma pada tahun 1962-1965 (terdiri dari 4 periode), yang diprakarsai oleh Paus Yohanes XXIII. Tujuannya adalah untuk memperbaharui Gereja secara spiritual dengan cara kembali ke sumber Tradisi Suci yang lama baik yang tertulis (Kitab Suci) maupun yang lisan, seperti dari para Bapa Gereja dan tulisan Para Orang Kudus (<em>ressourcement</em>). Diharapkan dengan demikian, Gereja dapat memperoleh kesegaran baru sehingga dapat menjawab tantangan zaman, dan iman Katolik dapat diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari (<em>aggiornamento</em>). Tujuan akhir dari pembaharuan ini adalah memusatkan Gereja pada pribadi Kristus dan pada Misteri Paska-Nya, yang diterjemahkan oleh Konsili sebagai seruan panggilan kepada semua orang untuk hidup kudus.</p>
<p>Sumber:</p>
<p><a href="http://katolisitas.org/2008/06/09/vatican-ii/">http://katolisitas.org/2008/06/09/vatican-ii/</a></p>
<p>Jika ingin download bukunya, klik di bawah ini:</p>
<ul>
<li><a href="https://parokimariaratudamai.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/12/daftar_isi_konsili_vatikan_di.pdf">daftar_isi_konsili_vatikan_(DI)</a>,</li>
<li><a href="https://parokimariaratudamai.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/12/dekri_ttg_kerasulan_awam.pdf">Dekri_ttg_Kerasulan_Awam</a>,</li>
<li><a href="https://parokimariaratudamai.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/12/dekrit_tentang_upaya2_komunikasi_sosial.pdf">Dekrit_Tentang_Upaya2_Komunikasi_Sosial</a>,</li>
<li><a href="https://parokimariaratudamai.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/12/dekrit_ttg_ekumenisme.pdf">Dekrit_ttg_Ekumenisme</a>,</li>
<li><a href="https://parokimariaratudamai.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/12/dekrit_ttg_gereja2_timur_katolik.pdf">Dekrit_ttg_Gereja2_Timur_Katolik</a>,</li>
<li><a href="https://parokimariaratudamai.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/12/dekrit_ttg_kegiatan_misioner_gereja.pdf">Dekrit_ttg_Kegiatan_Misioner_Gereja</a>,</li>
<li><a href="https://parokimariaratudamai.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/12/dekrit_ttg_pelayanan_dan_kehidupan_para_imam.pdf">Dekrit_ttg_Pelayanan_dan_Kehidupan_para_Imam</a>,</li>
<li><a href="https://parokimariaratudamai.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/12/dekrit_ttg_pembaharuan_dan_penyesuaian_hidup_religius.pdf">Dekrit_ttg_pembaharuan_dan_Penyesuaian_Hidup_Religius</a>,</li>
<li><a href="https://parokimariaratudamai.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/12/dekrit_ttg_pembinaan_imam.pdf">Dekrit_ttg_Pembinaan_Imam</a>,</li>
<li><a href="https://parokimariaratudamai.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/12/dekrit_ttg_tugas_pastoral_para_uskup_dlm_gereja.pdf">Dekrit_ttg_Tugas_Pastoral_para_Uskup_dlm_Gereja</a>,</li>
<li><a href="https://parokimariaratudamai.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/12/konstitusi_dogmatis_tentang_gereja.pdf">Konstitusi_Dogmatis_Tentang_Gereja</a>,</li>
<li><a href="https://parokimariaratudamai.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/12/konstitusi_pastoral_ttg_gereja_di_dunia_dewasa_ini.pdf">Konstitusi_Pastoral_ttg_Gereja_di_Dunia_Dewasa_ini</a>,</li>
<li><a href="https://parokimariaratudamai.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/12/konstitusi_dogmatis_ttg_wahyu_ilahi.pdf">Konstitusi_dogmatis_ttg_Wahyu_Ilahi</a>,</li>
<li><a href="https://parokimariaratudamai.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/12/konstitusi_tentang_liturgi_suci.pdf">Konstitusi_Tentang_Liturgi_Suci</a>,</li>
<li><a href="https://parokimariaratudamai.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/12/pernyataan_ttg_hub_gereja_dgn_agama2_bkn_kristiani.pdf">Pernyataan_ttg_Hub_gereja_dgn_Agama2_Bkn_Kristiani</a>,</li>
<li><a href="https://parokimariaratudamai.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/12/pernyataan_ttg_kebebasan_beragama.pdf">Pernyataan_ttg_Kebebasan_Beragama</a>,</li>
<li><a href="https://parokimariaratudamai.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/12/pernyataan_ttg_pendidikan_kristen.pdf">Pernyataan_ttg_Pendidikan_Kristen</a></li>
</ul>
<div style='clear:both'></div><div  class='the_champ_sharing_container the_champ_horizontal_sharing' data-super-socializer-href="https://mengenalkatolik.my.id/mengenal-konsili-vatikan-ke-ii/"><div class='the_champ_sharing_title' style="font-weight:bold" >Bagikan</div><div class="the_champ_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="the_champ_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fmengenalkatolik.my.id%2Fmengenal-konsili-vatikan-ke-ii%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg" style="background-color:#0765FE;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="X" class="the_champ_button_x" href="https://twitter.com/intent/tweet?via=ymakarius&text=Mengenal%20Konsili%20Vatikan%20ke%20II&url=https%3A%2F%2Fmengenalkatolik.my.id%2Fmengenal-konsili-vatikan-ke-ii%2F" title="X" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg the_champ_s__default the_champ_s_x" style="background-color:#2a2a2a;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg width="100%" height="100%" style="display:block;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M21.751 7h3.067l-6.7 7.658L26 25.078h-6.172l-4.833-6.32-5.531 6.32h-3.07l7.167-8.19L6 7h6.328l4.37 5.777L21.75 7Zm-1.076 16.242h1.7L11.404 8.74H9.58l11.094 14.503Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="the_champ_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Mengenal%20Konsili%20Vatikan%20ke%20II https%3A%2F%2Fmengenalkatolik.my.id%2Fmengenal-konsili-vatikan-ke-ii%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg" style="background-color:#55eb4c;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="the_champ_svg_stroke the_champ_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="the_champ_no_fill the_champ_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Instagram" class="the_champ_button_instagram" href="https://www.instagram.com/yuswanto_felisitas" title="Instagram" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg" style="background-color:#53beee;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;" version="1.1" viewBox="-10 -10 148 148" width="100%" height="100%" xml:space="preserve" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink"><g><g><path d="M86,112H42c-14.336,0-26-11.663-26-26V42c0-14.337,11.664-26,26-26h44c14.337,0,26,11.663,26,26v44 C112,100.337,100.337,112,86,112z M42,24c-9.925,0-18,8.074-18,18v44c0,9.925,8.075,18,18,18h44c9.926,0,18-8.075,18-18V42 c0-9.926-8.074-18-18-18H42z" fill="#fff"></path></g><g><path d="M64,88c-13.234,0-24-10.767-24-24c0-13.234,10.766-24,24-24s24,10.766,24,24C88,77.233,77.234,88,64,88z M64,48c-8.822,0-16,7.178-16,16s7.178,16,16,16c8.822,0,16-7.178,16-16S72.822,48,64,48z" fill="#fff"></path></g><g><circle cx="89.5" cy="38.5" fill="#fff" r="5.5"></circle></g></g></svg></span></a><a aria-label="RSS Feed" class="the_champ_button_rss" href="https://mengenalkatolik.my.id/feed" title="RSS Feed" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg the_champ_s__default the_champ_s_rss" style="background-color:#e3702d;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewBox="-4 -4 40 40" width="100%" height="100%"><g fill="#fff"><ellipse cx="7.952" cy="24.056" rx="2.952" ry="2.944"></ellipse><path d="M5.153 16.625c2.73 0 5.295 1.064 7.22 2.996a10.2 10.2 0 0 1 2.996 7.255h4.2c0-7.962-6.47-14.44-14.42-14.44v4.193zm.007-7.432c9.724 0 17.636 7.932 17.636 17.682H27C27 14.812 17.203 5 5.16 5v4.193z"></path></g></svg></span></a><a aria-label="WordPress" class="the_champ_button_wordpress" href="https://mengenalkatolik.my.id/wp-admin/press-this.php?u=https%3A%2F%2Fmengenalkatolik.my.id%2Fmengenal-konsili-vatikan-ke-ii%2F&t=Mengenal%20Konsili%20Vatikan%20ke%20II" title="WordPress" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg the_champ_s__default the_champ_s_wordpress" style="background-color:#464646;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><circle fill="#fff" cx="16" cy="16" r="14.75"/><path class="the_champ_no_fill" fill="#464646" d="M3.176 16c0 5.076 2.95 9.462 7.226 11.54L4.287 10.78c-.712 1.595-1.11 3.36-1.11 5.22zm21.48-.646c0-1.586-.57-2.684-1.06-3.537-.647-1.058-1.26-1.95-1.26-3.008 0-1.18.897-2.278 2.156-2.278.057 0 .11.008.166.01-2.28-2.09-5.32-3.367-8.658-3.367-4.48 0-8.422 2.3-10.715 5.78.302.01.585.017.826.017 1.343 0 3.418-.164 3.418-.164.69-.042.774.974.084 1.056 0 0-.694.08-1.466.12l4.668 13.892 2.808-8.417-1.998-5.476c-.69-.04-1.345-.12-1.345-.12-.69-.04-.61-1.1.08-1.058 0 0 2.116.164 3.38.164 1.34 0 3.416-.163 3.416-.163.69-.04.77.976.08 1.058 0 0-.694.08-1.467.12l4.634 13.785 1.28-4.272c.552-1.773.975-3.048.975-4.144zm-8.43 1.766l-3.85 11.18c1.15.34 2.365.523 3.624.523 1.492 0 2.925-.26 4.26-.728-.035-.056-.066-.113-.093-.177L16.225 17.12zM27.25 9.848c.055.408.086.848.086 1.318 0 1.3-.242 2.764-.975 4.594l-3.916 11.324C26.26 24.86 28.822 20.73 28.822 16c0-2.23-.568-4.326-1.57-6.152z"/><path d="M16 1.052C7.757 1.052 1.052 7.757 1.052 16c0 8.242 6.705 14.948 14.948 14.948 8.242 0 14.948-6.706 14.948-14.95 0-8.24-6.706-14.946-14.948-14.946zm0 29.212c-7.865 0-14.264-6.4-14.264-14.265S8.136 1.734 16 1.734c7.863 0 14.264 6.398 14.264 14.263 0 7.863-6.4 14.264-14.264 14.264z"/></svg></span></a><a class="the_champ_more" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size:24px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://mengenalkatolik.my.id/mengenal-konsili-vatikan-ke-ii/" onclick="event.preventDefault()"><span class="the_champ_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:35px;height:35px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="theChampMoreSharingPopup(this, 'https://mengenalkatolik.my.id/mengenal-konsili-vatikan-ke-ii/', 'Mengenal%20Konsili%20Vatikan%20ke%20II', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div></div><div style='clear:both'></div><p>The post <a href="https://mengenalkatolik.my.id/mengenal-konsili-vatikan-ke-ii/">Mengenal Konsili Vatikan ke II</a> appeared first on <a href="https://mengenalkatolik.my.id">Mengenal Katolik</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mengenalkatolik.my.id/mengenal-konsili-vatikan-ke-ii/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>permasalahan &#8220;mendengar&#8221; dan &#8220;pembacaan&#8221;</title>
		<link>https://mengenalkatolik.my.id/permasalahan-mendengar-dan-pembacaan/</link>
					<comments>https://mengenalkatolik.my.id/permasalahan-mendengar-dan-pembacaan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yuswanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 May 2017 07:11:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Aneka Tulisan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jzzberbagi.wordpress.com/2017/05/18/permasalahan-mendengar-dan-pembacaan/</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="150" height="110" src="https://mlkrwxyinbro.i.optimole.com/cb:XETF.11a7/w:150/h:110/q:mauto/rt:fill/g:ce/ig:avif/https://mengenalkatolik.my.id/wp-content/uploads/2017/05/bible_by_nightshine2.jpg" class="attachment-thumbnail size-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" />Pada saat kita mengikuti Perayaan Ekaristi, terutama dalam Litugi Sabda, Imam atau Pemimpin mengajak kita untuk ‘mendengarkan Sabda Tuhan’. Apa &#8230; </p>
<p>The post <a href="https://mengenalkatolik.my.id/permasalahan-mendengar-dan-pembacaan/">permasalahan &#8220;mendengar&#8221; dan &#8220;pembacaan&#8221;</a> appeared first on <a href="https://mengenalkatolik.my.id">Mengenal Katolik</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<img width="150" height="110" src="https://mlkrwxyinbro.i.optimole.com/cb:XETF.11a7/w:150/h:110/q:mauto/rt:fill/g:ce/ig:avif/https://mengenalkatolik.my.id/wp-content/uploads/2017/05/bible_by_nightshine2.jpg" class="attachment-thumbnail size-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" /><p>Pada saat kita mengikuti Perayaan Ekaristi, terutama dalam Litugi Sabda, Imam atau Pemimpin mengajak kita untuk ‘mendengarkan Sabda Tuhan’. Apa arti mendengarkan Sabda Tuhan?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mendengar Sabda Tuhan tidak lain adalah kita mendengarkan Sabda yang dibacakan oleh pembaca bacaan (lektor). Bila kita mendengarkan Sabda Tuhan, itu berarti bahwa kita tidak membaca teks misa lagi. Hal ini diandaikan bahwa umat sudah membaca bacaan hari yang bersangkutan. bacaan sudah tersedia di teks misa, atau bisa melihat penanggalan di kalender liturgi di tahun yang bersangkutan.</p>
<p>Persoalan Kedua ialah perkataan dari sang pembaca bacaan, yakni “pembacaan diambil dari, pembacaan dari,…” hal ini yang mungkin masih banyak dilakukan oleh umat, dan mungkin sudah disosialisasikan pada umat, akan tetapi kita akui bahwa mengubah kebiasaan memang susah. Akan tetapi masih belum ada kata terlambat untuk berubah. Mungkin dengan memahami pemaknaannya, kita bisa memahami dan menghayati kata-kata ini.</p>
<p>Pembacaan diambil dari… hal ini berarti bahwa sang pembaca mengatakan bahwa ini adalah suatu “pembacaan” atau kata-kata yang keluar dari orang lain. sedangkan yang dibaca oleh pembaca (lektor) itu adalah sebuah bacaan Kitab Suci.. (apakah ini sesuai?)</p>
<p>Bila pembaca bacaan (lektor) mengatakan “bacaan dari” atau “Pembacaan kitab/surat” (tanpa dari) berarti pembaca membacakan sebuah bacaan dari kitab suci. nah.. hal inilah yang benar.</p>
<p>jadi.. bila kita sedang bertugas sebagai pembaca bacaan, mari kita bacakan bacaan kitab suci dengan mengatakan “bacaan dari kitab (surat)…” agarkita bisa lebih nyaman dalam berliturgi sabda.</p>
<p>Berkah dalem</p>
<div style='clear:both'></div><div  class='the_champ_sharing_container the_champ_horizontal_sharing' data-super-socializer-href="https://mengenalkatolik.my.id/permasalahan-mendengar-dan-pembacaan/"><div class='the_champ_sharing_title' style="font-weight:bold" >Bagikan</div><div class="the_champ_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="the_champ_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fmengenalkatolik.my.id%2Fpermasalahan-mendengar-dan-pembacaan%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg" style="background-color:#0765FE;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="X" class="the_champ_button_x" href="https://twitter.com/intent/tweet?via=ymakarius&text=permasalahan%20%22mendengar%22%20dan%20%22pembacaan%22&url=https%3A%2F%2Fmengenalkatolik.my.id%2Fpermasalahan-mendengar-dan-pembacaan%2F" title="X" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg the_champ_s__default the_champ_s_x" style="background-color:#2a2a2a;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg width="100%" height="100%" style="display:block;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M21.751 7h3.067l-6.7 7.658L26 25.078h-6.172l-4.833-6.32-5.531 6.32h-3.07l7.167-8.19L6 7h6.328l4.37 5.777L21.75 7Zm-1.076 16.242h1.7L11.404 8.74H9.58l11.094 14.503Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="the_champ_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=permasalahan%20%22mendengar%22%20dan%20%22pembacaan%22 https%3A%2F%2Fmengenalkatolik.my.id%2Fpermasalahan-mendengar-dan-pembacaan%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg" style="background-color:#55eb4c;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="the_champ_svg_stroke the_champ_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="the_champ_no_fill the_champ_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Instagram" class="the_champ_button_instagram" href="https://www.instagram.com/yuswanto_felisitas" title="Instagram" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg" style="background-color:#53beee;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;" version="1.1" viewBox="-10 -10 148 148" width="100%" height="100%" xml:space="preserve" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink"><g><g><path d="M86,112H42c-14.336,0-26-11.663-26-26V42c0-14.337,11.664-26,26-26h44c14.337,0,26,11.663,26,26v44 C112,100.337,100.337,112,86,112z M42,24c-9.925,0-18,8.074-18,18v44c0,9.925,8.075,18,18,18h44c9.926,0,18-8.075,18-18V42 c0-9.926-8.074-18-18-18H42z" fill="#fff"></path></g><g><path d="M64,88c-13.234,0-24-10.767-24-24c0-13.234,10.766-24,24-24s24,10.766,24,24C88,77.233,77.234,88,64,88z M64,48c-8.822,0-16,7.178-16,16s7.178,16,16,16c8.822,0,16-7.178,16-16S72.822,48,64,48z" fill="#fff"></path></g><g><circle cx="89.5" cy="38.5" fill="#fff" r="5.5"></circle></g></g></svg></span></a><a aria-label="RSS Feed" class="the_champ_button_rss" href="https://mengenalkatolik.my.id/feed" title="RSS Feed" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg the_champ_s__default the_champ_s_rss" style="background-color:#e3702d;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewBox="-4 -4 40 40" width="100%" height="100%"><g fill="#fff"><ellipse cx="7.952" cy="24.056" rx="2.952" ry="2.944"></ellipse><path d="M5.153 16.625c2.73 0 5.295 1.064 7.22 2.996a10.2 10.2 0 0 1 2.996 7.255h4.2c0-7.962-6.47-14.44-14.42-14.44v4.193zm.007-7.432c9.724 0 17.636 7.932 17.636 17.682H27C27 14.812 17.203 5 5.16 5v4.193z"></path></g></svg></span></a><a aria-label="WordPress" class="the_champ_button_wordpress" href="https://mengenalkatolik.my.id/wp-admin/press-this.php?u=https%3A%2F%2Fmengenalkatolik.my.id%2Fpermasalahan-mendengar-dan-pembacaan%2F&t=permasalahan%20%22mendengar%22%20dan%20%22pembacaan%22" title="WordPress" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg the_champ_s__default the_champ_s_wordpress" style="background-color:#464646;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><circle fill="#fff" cx="16" cy="16" r="14.75"/><path class="the_champ_no_fill" fill="#464646" d="M3.176 16c0 5.076 2.95 9.462 7.226 11.54L4.287 10.78c-.712 1.595-1.11 3.36-1.11 5.22zm21.48-.646c0-1.586-.57-2.684-1.06-3.537-.647-1.058-1.26-1.95-1.26-3.008 0-1.18.897-2.278 2.156-2.278.057 0 .11.008.166.01-2.28-2.09-5.32-3.367-8.658-3.367-4.48 0-8.422 2.3-10.715 5.78.302.01.585.017.826.017 1.343 0 3.418-.164 3.418-.164.69-.042.774.974.084 1.056 0 0-.694.08-1.466.12l4.668 13.892 2.808-8.417-1.998-5.476c-.69-.04-1.345-.12-1.345-.12-.69-.04-.61-1.1.08-1.058 0 0 2.116.164 3.38.164 1.34 0 3.416-.163 3.416-.163.69-.04.77.976.08 1.058 0 0-.694.08-1.467.12l4.634 13.785 1.28-4.272c.552-1.773.975-3.048.975-4.144zm-8.43 1.766l-3.85 11.18c1.15.34 2.365.523 3.624.523 1.492 0 2.925-.26 4.26-.728-.035-.056-.066-.113-.093-.177L16.225 17.12zM27.25 9.848c.055.408.086.848.086 1.318 0 1.3-.242 2.764-.975 4.594l-3.916 11.324C26.26 24.86 28.822 20.73 28.822 16c0-2.23-.568-4.326-1.57-6.152z"/><path d="M16 1.052C7.757 1.052 1.052 7.757 1.052 16c0 8.242 6.705 14.948 14.948 14.948 8.242 0 14.948-6.706 14.948-14.95 0-8.24-6.706-14.946-14.948-14.946zm0 29.212c-7.865 0-14.264-6.4-14.264-14.265S8.136 1.734 16 1.734c7.863 0 14.264 6.398 14.264 14.263 0 7.863-6.4 14.264-14.264 14.264z"/></svg></span></a><a class="the_champ_more" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size:24px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://mengenalkatolik.my.id/permasalahan-mendengar-dan-pembacaan/" onclick="event.preventDefault()"><span class="the_champ_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:35px;height:35px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="theChampMoreSharingPopup(this, 'https://mengenalkatolik.my.id/permasalahan-mendengar-dan-pembacaan/', 'permasalahan%20%22mendengar%22%20dan%20%22pembacaan%22', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div></div><div style='clear:both'></div><p>The post <a href="https://mengenalkatolik.my.id/permasalahan-mendengar-dan-pembacaan/">permasalahan &#8220;mendengar&#8221; dan &#8220;pembacaan&#8221;</a> appeared first on <a href="https://mengenalkatolik.my.id">Mengenal Katolik</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mengenalkatolik.my.id/permasalahan-mendengar-dan-pembacaan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ringkasan Katekismus</title>
		<link>https://mengenalkatolik.my.id/ringkasan-katekismus-2/</link>
					<comments>https://mengenalkatolik.my.id/ringkasan-katekismus-2/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yuswanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 May 2017 07:11:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Aneka Tulisan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jzzberbagi.wordpress.com/2017/05/18/ringkasan-katekismus/</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="150" height="113" src="https://mlkrwxyinbro.i.optimole.com/cb:XETF.11a7/w:150/h:113/q:mauto/rt:fill/g:ce/ig:avif/https://mengenalkatolik.my.id/wp-content/uploads/2017/05/a89b1ee732d1e8f9228a9581e866c6ba.png" class="attachment-thumbnail size-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" />Sebuah Sample Terjemahan atas 10 Pertanyaan dan Jawaban Penting dari Ringkasan Katekismus EROPA/VATIKAN 10 Pertanyaan dan Jawaban Katekis ****** 3. &#8230; </p>
<p>The post <a href="https://mengenalkatolik.my.id/ringkasan-katekismus-2/">Ringkasan Katekismus</a> appeared first on <a href="https://mengenalkatolik.my.id">Mengenal Katolik</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<img width="150" height="113" src="https://mlkrwxyinbro.i.optimole.com/cb:XETF.11a7/w:150/h:113/q:mauto/rt:fill/g:ce/ig:avif/https://mengenalkatolik.my.id/wp-content/uploads/2017/05/a89b1ee732d1e8f9228a9581e866c6ba.png" class="attachment-thumbnail size-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" /><p><span class="Apple-style-span">Sebuah Sample Terjemahan atas 10 Pertanyaan dan Jawaban Penting dari</span><br />
<span class="Apple-style-span">Ringkasan Katekismus</span><br />
<span class="Apple-style-span">EROPA/VATIKAN</span></p>
<p><span id="more-444"></span><br />
<span class="Apple-style-span">10 Pertanyaan dan Jawaban Katekis</span><br />
<span class="Apple-style-span">******</span><br />
<span class="Apple-style-span">3. Bagaimana mungkin mengenal Tuhan hanya dengan pemikiran?</span><br />
<span class="Apple-style-span">Dimulai dari penciptaan, yaitu, dari dunia dan pribadi makhluk hidup, manusia, dengan hanya pemikiran, dapat mengetahui dengan pasti, Tuhan sebagai asal mula dan akhir dari alam semesta dan sebagai kebaikan, kebenaran dan keindahan tak terbatas yang Tertinggi.</span><br />
<span class="Apple-style-span">23. Persatuan apakah yang terdapat diantara Perjanjian Lama dan Baru?</span><br />
<span class="Apple-style-span">Injil adalah satu, sebagaimana Firman Tuhan adalah satu; rencana penyelamatan dari Tuhan adalah satu, inspirasi abadi dari kedua Perjanjian adalah satu. Perjanjian Lama adalah sebuah persiapan bagi Perjanjian Baru, dan Perjanjian Baru adalah penggenapan dari Perjanjian Lama: kedua-duanya saling menjelaskan satu sama lain.</span><br />
<span class="Apple-style-span">32. Bagaimana seharusnya umat non-Kristen Katolik diperlakukan?</span><br />
<span class="Apple-style-span">Terdapat banyak elemen dari kesucian dan kebenaran di dalam Gereja-gereja dan Komunitas gerejawi, yang telah menjauhkan diri mereka dari persatuan yang penuh dengan Gereja Katolik. Semua yang baik ini datang dari Kristus dan membawa kepada persatuan yang Katolik. Para anggota dari Gereja-gereja dan Komunitas ini digabungkan kepada Kristus dalam Pembaptisan: untuk alasan ini, kita mengakui mereka sebagai saudara-saudara.</span><br />
<span class="Apple-style-span">171. Apakah arti dari penegasan: “Tidak ada Keselamatan diluar Gereja?”</span><br />
<span class="Apple-style-span">Hal itu berarti bahwa segala keselamatan datang dari Kepala Kristus melalui Gereja, yaitu TubuhNya. Oleh karena itu, mereka yang tidak dapat diselamatkan, adalah mereka yang mengetahui Gereja yang didirikan oleh Kristus dan perlu bagi penyelamatan, tetapi tidak masuk ke dalamnya dan tidak tekun. Pada saat yang sama, syukur kepada Kristus dan kepada GerejaNya, mereka yang boleh mendapatkan keselamatan, adalah mereka yang tanpa kesalahan, tidak mengetahui Ajaran Kristus dan GerejaNya, namun mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh dan, di bawah pengaruh rahmat, berusaha melakukan kehendaknya yang diketahui dengan cara pendiktean hati nurani mereka.</span><br />
<span class="Apple-style-span">471. Mengapa setiap masyarakat harus melindungi setiap janin?</span><br />
<span class="Apple-style-span">Hak yang tidak dapat dicabut untuk hidup dari setiap individu manusia, sejak saat kehamilannya, adalah sebuah elemen dasar dari masyarakat sipil dan dari undang-undangnya. Ketika negara tidak meletakkan kekuatannya pada pelayanan akan hak-hak semua orang, dan, khususnya, akan yang lemah, diantaranya adalah mereka yang masih dalam kehamilan dan belum terlahirkan, maka dasar-dasar dari hukum negara menjadi rusak.</span><br />
<span class="Apple-style-span">475. Kapankah percobaan-percobaan ilmu pengetahuan, pengobatan atau psikologis dengan pribadi-pribadi atau kelompok-kelompok manusiawi sah secara moral?</span><br />
<span class="Apple-style-span">Mereka sah secara moral apabila mereka memberikan pelayanan untuk kebaikan utuh dari pribadi dan masyarakat, tanpa tidak menyeimbangkan resiko bagi kehidupan dan integritas fisik dan psikis dari para individu, dengan diinformasikan dan dengan ijin mereka.</span><br />
<span class="Apple-style-span">482. Apa yang diperlukan untuk perdamaian di dunia?</span><br />
<span class="Apple-style-span">Dibutuhkan distribusi dan perlindungan yang adil akan kebutuhan masyarakat, komunikasi yang bebas antara makhluk hidup, penghargaan akan martabat dari pribadi-pribadi dan masyarakat, (dan) praktek yang penuh perhatian akan keadilan dan persaudaraan.</span><br />
<span class="Apple-style-span">502. Apa sajakah yang menyinggung martabat dari pernikahan?</span><br />
<span class="Apple-style-span">Perzinahan, perceraian, poligami, incest (berzinah dengan saudara sedarah), persatuan tanpa ikatan (hidup bersama, dengan selir atau gundik), melakukan hubungan intim (seksual) sebelum dan di luar pernikahan.</span><br />
<span class="Apple-style-span">514. Akan pekerjaan jenis apakah setiap orang mempunyai sebuah hak?</span><br />
<span class="Apple-style-span">Akses akan pekerjaan yang aman dan jujur harus terbuka bagi semuanya, bebas dari diskriminasi yang tidak adil, penghargaan akan inisiatif ekonomi bebas dan kompensasi yang adil.</span><br />
<span class="Apple-style-span">533. Apakah harapan seorang manusia yang terbesar?</span><br />
<span class="Apple-style-span">Harapan seorang manusia yang terbesar adalah melihat Tuhan. Ini adalah tangisan dari keseluruhan dirinya: “Saya ingin melihat Tuhan!” Manusia mencapai kebahagiaannya yang murni dan penuh di dalan visi dan kerahmatan dari Yang Esa yang menciptakannya dengan cinta dan menariknya kepada DiriNya sendiri dengan cintaNya yang tak terhingga.</span><br />
<span class="Apple-style-span">(Sumber: Compendium of Cathecism of the Catholic Church, Vatikan Publishing House &amp; Dokumentasi Zenit)</span></p>
<p><span class="Apple-style-span">Pokok-Pokok Penting Ringkasan Katekismus, dalam 598 Pertanyaan dan Jawaban</span><br />
<span class="Apple-style-span">EROPA/VATIKAN</span><br />
<span class="Apple-style-span">Ringkasan Katekismus dalam 200 Halaman</span><br />
<span class="Apple-style-span">Ringkasan dari Katekismus Gereja Katolik memberikan sebuah sinopsis yang cepat dari pokok-pokok penting dari iman.</span><br />
<span class="Apple-style-span">Isi dari Katekismus setebal 200 halaman itu adalah sebuah koleksi dari 598 pertanyaan dan jawaban yang meringkas Katekismus yang diterbitkan tahun 1992. Ringkasan itu tidak menambahkan atau merubah apa yang dinyatakan di dalam Katekismus setebal 700 halaman.</span><br />
<span class="Apple-style-span">Sepeti yang dijelaskan oleh Paus Benediktus XVI selama presentasi dari karya baru itu hari ini, sejak publikasi dari Katekismus, telah terdapat “kebutuhan yang lebih besar dan terus-menerus daripada sebelumnya untuk sebuah katekismus dalam sintesis.”</span><br />
<span class="Apple-style-span">Ringkasan itu dimulai dengan sebuah dokumen yang diumumkan oleh Benediktus XVI untuk persetujuan dan publikasinya, dan dengan sebuah</span><br />
<span class="Apple-style-span">kata perkenalan singkat oleh padawaktu itu Kardinal Joseph Ratzinger,</span><br />
<span class="Apple-style-span">tertanggal Hari Minggu Palma, 20 Maret yang lalu, berminggu-minggu</span><br />
<span class="Apple-style-span">sebelum ia terpilih sebagai Paus.</span><br />
<span class="Apple-style-span">Pada tahun 2003 Paus Yohanes Paulus II telah mempercayakan kepada Kardinal Ratzinger pengarahan komisi yang ditugaskan untuk menulis</span><br />
<span class="Apple-style-span">Ringkasan itu.</span><br />
<span class="Apple-style-span">Struktur</span><br />
<span class="Apple-style-span">Ringkasan Katekismus terbagi dalam empat bagian yang sama dari Katekismus.</span><br />
<span class="Apple-style-span">Bagian I, “Pernyataan Iman,” meliput 217 pertanyaan; </span><br />
<span class="Apple-style-span">Bagian II, “Perayaan dari Misteri Kristiani” meliput 218 sampai 356 pertanyaan; </span><br />
<span class="Apple-style-span">Bagian III, “Kehidupan dalam Kristus,” meliput 357 sampai 533 pertanyaan; </span><br />
<span class="Apple-style-span">dan Bagian IV, “Doa Kristiani,” meliputi 534 sampai 598 pertanyaan.</span><br />
<span class="Apple-style-span">Buku tersebut diakhiri dengan sebuah lampiran ganda perihal “Doa-doa Umum” (dari tanda salib, Kemuliaan dan Bapa Kami, sampai Doa bagi</span><br />
<span class="Apple-style-span">Arwah dan tindakan penyesalan) dan “Formula Doktrin Katolik” (seperti tujuh karunia Roh Kudus, karya kebadanan dan kejiwaan dari kerahiman, Yang Terberkati, dll).</span><br />
<span class="Apple-style-span">Saat ini, Ringkasan Katekismus, yang diterbitkan oleh Penerbit Vatikan dan Santo Paulus, tersedia hanya dalam bahasa Italia. Terjemahan ke dalam banyak bahasa akan dikoordinasikan oleh para konferensi waligereja.</span><br />
<span class="Apple-style-span">Teks tersebut meliputi 14 gambar yang diambli dari karya-karya terbaik dari kesenian Kristiani, untuk mengilustrasikan permulaan dari setiap bagian atau seksi.</span><br />
<span class="Apple-style-span">“Gambar-gambar suci, dengan keindahan mereka, adalah juga sebuah proklamasi dari ajaran Injil dan menyatakan kemegahan dari kebenaran</span><br />
<span class="Apple-style-span">Katolik,” kata Paus dalam penjelasannya selama upacara presentasi.</span><br />
<span class="Apple-style-span">Diantara karya-karya seni yang diproduksi ulang adalah ikon dari Kristus “Pantokrator” karya Theophanes dari Kreta (1546), yang disimpan dalam Biara Stavronikita dari Gunung Athos; “Tiga gambar terpisah dari Tujuh Sakramen” oleh Roger van der Wyden; dua karya dari “El Greco”– “Santo Yohanes Merenungkan Kehamilan Imakulata” dan “Yesus Berdoa di Getsemani”; dan karya dari Angelico yang Terberkati “Kothbah di Atas Bukit.”</span><br />
<span class="Apple-style-span">Baca berita-berita lainnya di <a href="http://www.pondokrenungan.com" rel="nofollow">http://www.pondokrenungan.com</a></span><br />
<span class="Apple-style-span">Shirley Hadisandjaja</span><br />
<span class="Apple-style-span">Via dei Martiri, 1 Cesate, Milano</span><br />
<span class="Apple-style-span">Italy</span><br />
<span class="Apple-style-span"><a href="http://www.pondokrenungan.com" rel="nofollow">http://www.pondokrenungan.com</a></span></p>
<div style='clear:both'></div><div  class='the_champ_sharing_container the_champ_horizontal_sharing' data-super-socializer-href="https://mengenalkatolik.my.id/ringkasan-katekismus-2/"><div class='the_champ_sharing_title' style="font-weight:bold" >Bagikan</div><div class="the_champ_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="the_champ_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fmengenalkatolik.my.id%2Fringkasan-katekismus-2%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg" style="background-color:#0765FE;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="X" class="the_champ_button_x" href="https://twitter.com/intent/tweet?via=ymakarius&text=Ringkasan%20Katekismus&url=https%3A%2F%2Fmengenalkatolik.my.id%2Fringkasan-katekismus-2%2F" title="X" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg the_champ_s__default the_champ_s_x" style="background-color:#2a2a2a;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg width="100%" height="100%" style="display:block;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M21.751 7h3.067l-6.7 7.658L26 25.078h-6.172l-4.833-6.32-5.531 6.32h-3.07l7.167-8.19L6 7h6.328l4.37 5.777L21.75 7Zm-1.076 16.242h1.7L11.404 8.74H9.58l11.094 14.503Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="the_champ_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Ringkasan%20Katekismus https%3A%2F%2Fmengenalkatolik.my.id%2Fringkasan-katekismus-2%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg" style="background-color:#55eb4c;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="the_champ_svg_stroke the_champ_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="the_champ_no_fill the_champ_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Instagram" class="the_champ_button_instagram" href="https://www.instagram.com/yuswanto_felisitas" title="Instagram" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg" style="background-color:#53beee;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;" version="1.1" viewBox="-10 -10 148 148" width="100%" height="100%" xml:space="preserve" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink"><g><g><path d="M86,112H42c-14.336,0-26-11.663-26-26V42c0-14.337,11.664-26,26-26h44c14.337,0,26,11.663,26,26v44 C112,100.337,100.337,112,86,112z M42,24c-9.925,0-18,8.074-18,18v44c0,9.925,8.075,18,18,18h44c9.926,0,18-8.075,18-18V42 c0-9.926-8.074-18-18-18H42z" fill="#fff"></path></g><g><path d="M64,88c-13.234,0-24-10.767-24-24c0-13.234,10.766-24,24-24s24,10.766,24,24C88,77.233,77.234,88,64,88z M64,48c-8.822,0-16,7.178-16,16s7.178,16,16,16c8.822,0,16-7.178,16-16S72.822,48,64,48z" fill="#fff"></path></g><g><circle cx="89.5" cy="38.5" fill="#fff" r="5.5"></circle></g></g></svg></span></a><a aria-label="RSS Feed" class="the_champ_button_rss" href="https://mengenalkatolik.my.id/feed" title="RSS Feed" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg the_champ_s__default the_champ_s_rss" style="background-color:#e3702d;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewBox="-4 -4 40 40" width="100%" height="100%"><g fill="#fff"><ellipse cx="7.952" cy="24.056" rx="2.952" ry="2.944"></ellipse><path d="M5.153 16.625c2.73 0 5.295 1.064 7.22 2.996a10.2 10.2 0 0 1 2.996 7.255h4.2c0-7.962-6.47-14.44-14.42-14.44v4.193zm.007-7.432c9.724 0 17.636 7.932 17.636 17.682H27C27 14.812 17.203 5 5.16 5v4.193z"></path></g></svg></span></a><a aria-label="WordPress" class="the_champ_button_wordpress" href="https://mengenalkatolik.my.id/wp-admin/press-this.php?u=https%3A%2F%2Fmengenalkatolik.my.id%2Fringkasan-katekismus-2%2F&t=Ringkasan%20Katekismus" title="WordPress" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg the_champ_s__default the_champ_s_wordpress" style="background-color:#464646;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><circle fill="#fff" cx="16" cy="16" r="14.75"/><path class="the_champ_no_fill" fill="#464646" d="M3.176 16c0 5.076 2.95 9.462 7.226 11.54L4.287 10.78c-.712 1.595-1.11 3.36-1.11 5.22zm21.48-.646c0-1.586-.57-2.684-1.06-3.537-.647-1.058-1.26-1.95-1.26-3.008 0-1.18.897-2.278 2.156-2.278.057 0 .11.008.166.01-2.28-2.09-5.32-3.367-8.658-3.367-4.48 0-8.422 2.3-10.715 5.78.302.01.585.017.826.017 1.343 0 3.418-.164 3.418-.164.69-.042.774.974.084 1.056 0 0-.694.08-1.466.12l4.668 13.892 2.808-8.417-1.998-5.476c-.69-.04-1.345-.12-1.345-.12-.69-.04-.61-1.1.08-1.058 0 0 2.116.164 3.38.164 1.34 0 3.416-.163 3.416-.163.69-.04.77.976.08 1.058 0 0-.694.08-1.467.12l4.634 13.785 1.28-4.272c.552-1.773.975-3.048.975-4.144zm-8.43 1.766l-3.85 11.18c1.15.34 2.365.523 3.624.523 1.492 0 2.925-.26 4.26-.728-.035-.056-.066-.113-.093-.177L16.225 17.12zM27.25 9.848c.055.408.086.848.086 1.318 0 1.3-.242 2.764-.975 4.594l-3.916 11.324C26.26 24.86 28.822 20.73 28.822 16c0-2.23-.568-4.326-1.57-6.152z"/><path d="M16 1.052C7.757 1.052 1.052 7.757 1.052 16c0 8.242 6.705 14.948 14.948 14.948 8.242 0 14.948-6.706 14.948-14.95 0-8.24-6.706-14.946-14.948-14.946zm0 29.212c-7.865 0-14.264-6.4-14.264-14.265S8.136 1.734 16 1.734c7.863 0 14.264 6.398 14.264 14.263 0 7.863-6.4 14.264-14.264 14.264z"/></svg></span></a><a class="the_champ_more" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size:24px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://mengenalkatolik.my.id/ringkasan-katekismus-2/" onclick="event.preventDefault()"><span class="the_champ_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:35px;height:35px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="theChampMoreSharingPopup(this, 'https://mengenalkatolik.my.id/ringkasan-katekismus-2/', 'Ringkasan%20Katekismus', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div></div><div style='clear:both'></div><p>The post <a href="https://mengenalkatolik.my.id/ringkasan-katekismus-2/">Ringkasan Katekismus</a> appeared first on <a href="https://mengenalkatolik.my.id">Mengenal Katolik</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mengenalkatolik.my.id/ringkasan-katekismus-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kekuatiran</title>
		<link>https://mengenalkatolik.my.id/kekuatiran/</link>
					<comments>https://mengenalkatolik.my.id/kekuatiran/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yuswanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 May 2017 07:11:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Aneka Tulisan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jzzberbagi.wordpress.com/2017/05/18/kekuatiran/</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="88" height="149" src="https://mlkrwxyinbro.i.optimole.com/cb:XETF.11a7/w:88/h:149/q:mauto/rt:fill/g:ce/ig:avif/dpr:2/https://mengenalkatolik.my.id/wp-content/uploads/2017/05/worry_by_landscape09.jpg" class="attachment-thumbnail size-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" />Doa berawal dari hati yang gelisah, Dengarkanlah gejolaknya Doa adalah suatu kerinduan terhadap rumah kita yang sebenarnya, Ikutilah bimbingannya Doa &#8230; </p>
<p>The post <a href="https://mengenalkatolik.my.id/kekuatiran/">Kekuatiran</a> appeared first on <a href="https://mengenalkatolik.my.id">Mengenal Katolik</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<img width="88" height="149" src="https://mlkrwxyinbro.i.optimole.com/cb:XETF.11a7/w:88/h:149/q:mauto/rt:fill/g:ce/ig:avif/dpr:2/https://mengenalkatolik.my.id/wp-content/uploads/2017/05/worry_by_landscape09.jpg" class="attachment-thumbnail size-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" /><p>Doa berawal dari hati yang gelisah,</p>
<p>Dengarkanlah gejolaknya</p>
<p>Doa adalah suatu kerinduan terhadap rumah kita yang sebenarnya,<br />
Ikutilah bimbingannya</p>
<p>Doa itu seperti kebun,<br />
Peliharalah maka doa akan berbuah<br />
<span id="more-449"></span><br />
Doa bisa dilakukan dengan berbagai cara, Lakukanlah sesuai dengan cara Anda</p>
<p>Berdoalah selalu, tapi jadwalkan juga waktu khusus.<br />
Roh, seperti halnya badan, membutuhkan latihan-latihan teratur</p>
<p>Buatlah doa Anda pendek,<br />
Cinta membutuhkan sedikit kata-kata</p>
<p>Berdoalah di mana saja Anda berada,<br />
Tuhan ada di mana-mana</p>
<p>Jika Anda menginginkan sesuatu, bertanyalah pada diri Anda sendiri, “Apakah saya menginginkan hal yang dikehendaki Tuhan?”<br />
Tuhan menghendaki kebaikan sejati Anda</p>
<p>Bila doa Anda menjadi kering dan rutin, teruskan saja, Tanah yang kering kerontang<br />
menyambut datangnya hujan</p>
<p>Bawalah kemarahan Anda dalam doa,<br />
Logam yang panas bisa dibentuk</p>
<p>Bila Anda berdosa dan terus menerus jatuh, berdoalah, Tuhan tetap mencintai Anda</p>
<p>Berdoalah bila Anda cemas,<br />
Doa membuat segala sesuatu bisa dipikirkan dan dipertimbangkan secara sehat</p>
<p>Bila karena sesuatu hal Anda tidak bisa berdoa, bersantailah,<br />
Keinginan untuk berdoa itu sudah merupakan doa</p>
<p>Bila doa mengajak Anda untuk mengambil resiko, beranilah, Tuhan akan mendukung Anda</p>
<p>Bila Anda merasa sedih atau menyesal, menangislah, Air mata adalah doa dari hati</p>
<p>Jika Anda tidak menyukai seseorang,<br />
berdoalah untuknya, Doa mengungkapkan Tuhan yang tersembunyi</p>
<p>Bila Anda menerima kabar buruk, tegarlah, Doa memberi cahaya</p>
<p>Bila penyakit, usia, kepedihan, atau kecemasan merusak konsentrasi Anda,<br />
bersantailah, Tuhan adalah seorang sahabat yang penuh pengertian</p>
<p>Jika doa membuat Anda jadi pasif dan acuh tak acuh,<br />
itu bukanlah doa, Doa sejati akan membuahkan kepedulian dan pelayanan</p>
<p>Gunakanlah saat-saat tenang untuk berdoa, Ketenangan menarik Anda kepada Sang Maha Besar</p>
<p>Gunakanlah saat-saat ribut untuk berdoa, Kegaduhan adalah hiruk-pikuk ciptaan yang mencari<br />
Tuhan</p>
<p>Berdoalah bila Anda merasa kesepian, Doa membuat Anda ditemani oleh para malaikat</p>
<p>Bila hidup ini terasa kejam dan tak adil, berdoalah terus, Tuhan adalah karnanya, bukan<br />
penyebabnya</p>
<p>Bila hati Anda penuh dengan rasa syukur, biarkanlah demikian, Roh Allah sedang berdoa di dalam diri Anda</p>
<p>Bila Anda terpesona di hadapan misteri, biarkanlah demikian, Roh Allah sedang berdoa di<br />
dalam diri Anda</p>
<p>Cakuplah seluruh dunia dalam doa Anda.<br />
Perdamaian tergantung padanya</p>
<p>Berdoalah dalam tidurmu.<br />
Tidur adalah doa dari manusia yang merasa aman dari cinta Tuhan</p>
<p>Berdoa adalah bernafas,<br />
Lakukanlah dalam-dalam dan Anda akan dipenuhi dengan kehidupan</p>
<p>Bila Anda mulai merasa maju dalam kehidupan doa, pikirkan sekali lagi, Kehidupan Tuhan itu lebih dalam dari pada perasaan dan pengalaman Anda</p>
<div style='clear:both'></div><div  class='the_champ_sharing_container the_champ_horizontal_sharing' data-super-socializer-href="https://mengenalkatolik.my.id/kekuatiran/"><div class='the_champ_sharing_title' style="font-weight:bold" >Bagikan</div><div class="the_champ_sharing_ul"><a aria-label="Facebook" class="the_champ_facebook" href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fmengenalkatolik.my.id%2Fkekuatiran%2F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg" style="background-color:#0765FE;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M28 16c0-6.627-5.373-12-12-12S4 9.373 4 16c0 5.628 3.875 10.35 9.101 11.647v-7.98h-2.474V16H13.1v-1.58c0-4.085 1.849-5.978 5.859-5.978.76 0 2.072.15 2.608.298v3.325c-.283-.03-.775-.045-1.386-.045-1.967 0-2.728.745-2.728 2.683V16h3.92l-.673 3.667h-3.247v8.245C23.395 27.195 28 22.135 28 16Z"></path></svg></span></a><a aria-label="X" class="the_champ_button_x" href="https://twitter.com/intent/tweet?via=ymakarius&text=Kekuatiran&url=https%3A%2F%2Fmengenalkatolik.my.id%2Fkekuatiran%2F" title="X" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg the_champ_s__default the_champ_s_x" style="background-color:#2a2a2a;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg width="100%" height="100%" style="display:block;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewBox="0 0 32 32"><path fill="#fff" d="M21.751 7h3.067l-6.7 7.658L26 25.078h-6.172l-4.833-6.32-5.531 6.32h-3.07l7.167-8.19L6 7h6.328l4.37 5.777L21.75 7Zm-1.076 16.242h1.7L11.404 8.74H9.58l11.094 14.503Z"></path></svg></span></a><a aria-label="Whatsapp" class="the_champ_whatsapp" href="https://api.whatsapp.com/send?text=Kekuatiran https%3A%2F%2Fmengenalkatolik.my.id%2Fkekuatiran%2F" title="Whatsapp" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg" style="background-color:#55eb4c;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="-6 -5 40 40"><path class="the_champ_svg_stroke the_champ_no_fill" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none" d="M 11.579798566743314 24.396926207859085 A 10 10 0 1 0 6.808479557110079 20.73576436351046"></path><path d="M 7 19 l -1 6 l 6 -1" class="the_champ_no_fill the_champ_svg_stroke" stroke="#fff" stroke-width="2" fill="none"></path><path d="M 10 10 q -1 8 8 11 c 5 -1 0 -6 -1 -3 q -4 -3 -5 -5 c 4 -2 -1 -5 -1 -4" fill="#fff"></path></svg></span></a><a aria-label="Instagram" class="the_champ_button_instagram" href="https://www.instagram.com/yuswanto_felisitas" title="Instagram" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg" style="background-color:#53beee;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;" version="1.1" viewBox="-10 -10 148 148" width="100%" height="100%" xml:space="preserve" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink"><g><g><path d="M86,112H42c-14.336,0-26-11.663-26-26V42c0-14.337,11.664-26,26-26h44c14.337,0,26,11.663,26,26v44 C112,100.337,100.337,112,86,112z M42,24c-9.925,0-18,8.074-18,18v44c0,9.925,8.075,18,18,18h44c9.926,0,18-8.075,18-18V42 c0-9.926-8.074-18-18-18H42z" fill="#fff"></path></g><g><path d="M64,88c-13.234,0-24-10.767-24-24c0-13.234,10.766-24,24-24s24,10.766,24,24C88,77.233,77.234,88,64,88z M64,48c-8.822,0-16,7.178-16,16s7.178,16,16,16c8.822,0,16-7.178,16-16S72.822,48,64,48z" fill="#fff"></path></g><g><circle cx="89.5" cy="38.5" fill="#fff" r="5.5"></circle></g></g></svg></span></a><a aria-label="RSS Feed" class="the_champ_button_rss" href="https://mengenalkatolik.my.id/feed" title="RSS Feed" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg the_champ_s__default the_champ_s_rss" style="background-color:#e3702d;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewBox="-4 -4 40 40" width="100%" height="100%"><g fill="#fff"><ellipse cx="7.952" cy="24.056" rx="2.952" ry="2.944"></ellipse><path d="M5.153 16.625c2.73 0 5.295 1.064 7.22 2.996a10.2 10.2 0 0 1 2.996 7.255h4.2c0-7.962-6.47-14.44-14.42-14.44v4.193zm.007-7.432c9.724 0 17.636 7.932 17.636 17.682H27C27 14.812 17.203 5 5.16 5v4.193z"></path></g></svg></span></a><a aria-label="WordPress" class="the_champ_button_wordpress" href="https://mengenalkatolik.my.id/wp-admin/press-this.php?u=https%3A%2F%2Fmengenalkatolik.my.id%2Fkekuatiran%2F&t=Kekuatiran" title="WordPress" rel="nofollow noopener" target="_blank" style="font-size:24px!important;box-shadow:none;display:inline-block;vertical-align:middle"><span class="the_champ_svg the_champ_s__default the_champ_s_wordpress" style="background-color:#464646;width:35px;height:35px;display:inline-block;opacity:1;float:left;font-size:24px;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box"><svg style="display:block;" focusable="false" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="100%" height="100%" viewBox="0 0 32 32"><circle fill="#fff" cx="16" cy="16" r="14.75"/><path class="the_champ_no_fill" fill="#464646" d="M3.176 16c0 5.076 2.95 9.462 7.226 11.54L4.287 10.78c-.712 1.595-1.11 3.36-1.11 5.22zm21.48-.646c0-1.586-.57-2.684-1.06-3.537-.647-1.058-1.26-1.95-1.26-3.008 0-1.18.897-2.278 2.156-2.278.057 0 .11.008.166.01-2.28-2.09-5.32-3.367-8.658-3.367-4.48 0-8.422 2.3-10.715 5.78.302.01.585.017.826.017 1.343 0 3.418-.164 3.418-.164.69-.042.774.974.084 1.056 0 0-.694.08-1.466.12l4.668 13.892 2.808-8.417-1.998-5.476c-.69-.04-1.345-.12-1.345-.12-.69-.04-.61-1.1.08-1.058 0 0 2.116.164 3.38.164 1.34 0 3.416-.163 3.416-.163.69-.04.77.976.08 1.058 0 0-.694.08-1.467.12l4.634 13.785 1.28-4.272c.552-1.773.975-3.048.975-4.144zm-8.43 1.766l-3.85 11.18c1.15.34 2.365.523 3.624.523 1.492 0 2.925-.26 4.26-.728-.035-.056-.066-.113-.093-.177L16.225 17.12zM27.25 9.848c.055.408.086.848.086 1.318 0 1.3-.242 2.764-.975 4.594l-3.916 11.324C26.26 24.86 28.822 20.73 28.822 16c0-2.23-.568-4.326-1.57-6.152z"/><path d="M16 1.052C7.757 1.052 1.052 7.757 1.052 16c0 8.242 6.705 14.948 14.948 14.948 8.242 0 14.948-6.706 14.948-14.95 0-8.24-6.706-14.946-14.948-14.946zm0 29.212c-7.865 0-14.264-6.4-14.264-14.265S8.136 1.734 16 1.734c7.863 0 14.264 6.398 14.264 14.263 0 7.863-6.4 14.264-14.264 14.264z"/></svg></span></a><a class="the_champ_more" title="More" rel="nofollow noopener" style="font-size:24px!important;border:0;box-shadow:none;display:inline-block!important;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align: middle;display:inline;" href="https://mengenalkatolik.my.id/kekuatiran/" onclick="event.preventDefault()"><span class="the_champ_svg" style="background-color:#ee8e2d;width:35px;height:35px;display:inline-block!important;opacity:1;float:left;font-size:32px!important;box-shadow:none;display:inline-block;font-size:16px;padding:0 4px;vertical-align:middle;display:inline;background-repeat:repeat;overflow:hidden;padding:0;cursor:pointer;box-sizing:content-box;" onclick="theChampMoreSharingPopup(this, 'https://mengenalkatolik.my.id/kekuatiran/', 'Kekuatiran', '' )"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" viewBox="-.3 0 32 32" version="1.1" width="100%" height="100%" style="display:block;" xml:space="preserve"><g><path fill="#fff" d="M18 14V8h-4v6H8v4h6v6h4v-6h6v-4h-6z" fill-rule="evenodd"></path></g></svg></span></a></div></div><div style='clear:both'></div><p>The post <a href="https://mengenalkatolik.my.id/kekuatiran/">Kekuatiran</a> appeared first on <a href="https://mengenalkatolik.my.id">Mengenal Katolik</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mengenalkatolik.my.id/kekuatiran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
