Menyusul kembali berkobarnya konflik di wilayah timur laut Ghana, Menteri Wilayah Timur Atas negara tersebut mendesak para pemimpin Katolik setempat untuk menggunakan pengaruh mereka demi mencapai perdamaian.
Oleh Kielce Gussie
Konflik yang telah berlangsung lama kembali berkobar di wilayah timur laut Ghana setelah pembunuhan tiga pemuda oleh orang-orang bersenjata di Bawku, Ghana Timur Atas. Pihak berwenang merespons dengan menerapkan jam malam dan menempatkan petugas keamanan di wilayah tersebut.
Kematian ini memicu pertikaian yang telah berlangsung puluhan tahun mengenai peran para pemimpin suku Mamprusi dan Kusasi di wilayah tersebut. Secara historis, suku Mamprusi menegaskan otoritas tradisional atas wilayah Bawku, sementara suku Kusasi memperjuangkan hak-hak mereka sebagai penduduk mayoritas.
Sebagai akibat dari kekerasan yang terus berlanjut, Gereja Katolik di wilayah tersebut telah berupaya memberikan bantuan kepada orang-orang yang telah mengungsi dan mengadvokasi perdamaian di wilayah tersebut. Menurut kantor berita Vatikan, Fides, Menteri Wilayah Timur Atas Ghana memuji upaya ini.
Nunsius Apostolik untuk Ghana, Uskup Agung Julien Kabore, mengunjungi wilayah timur laut Ghana yang porak-poranda akibat konflik ini. Wilayah ini juga merupakan rumah bagi ratusan pengungsi dari Burkina Faso yang melarikan diri dari kekerasan yang dilancarkan kelompok-kelompok Islamisโyang, sebagaimana dilaporkan Fides, kini mengancam akan menyebar ke wilayah Ghana ini.
Mendesak gereja lokal untuk menggunakan pengaruhnya dalam mendorong persatuan, Menteri menekankan bahwa โkedua pihak yang terlibat dalam konflik lebih cenderung mendengarkan suara para pemimpin agama daripada suara politisi.โ
Konflik ini bermula dari masa pra-kolonial dan memburuk setelah Ghana merdeka pada tahun 1957 ketika satu demi satu pemerintahan memanfaatkan pengaruh para pemimpin untuk memajukan politik.
Uskup Agung Kabore menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah Ghana dan masyarakat Wilayah Timur Atas atas โkeramahan dan bantuan mereka yang berkelanjutan bagi mereka yang melarikan diri dari situasi yang tidak stabil di Burkina Faso.โ Di tengah kekerasan yang terus terjadi, ia memuji dukungan negara yang tak tergoyahkan dalam menyambut dan melindungi para pengungsi yang sedang dalam kesulitan.
Artikel asli:
Following the reignition of conflict in the northeastern part of Ghana, the Minister of the Upper East Region of the country urges local Catholic leaders to use their influence to achieve peace.
ย