Kongres Maria di Goa, India, mempertemukan para klerus, religius, dan awam untuk memperbarui komitmen mereka dalam doa, evangelisasi, dan keterlibatan sinode.
Oleh Vatican News
Kerasulan Sedunia Fatima (WAF), sebuah Asosiasi Internasional Publik Umat Beriman Berhak Kepausan, menyelenggarakan Kongres Maria selama dua hari pada 15-16 Juli di Pilar, Goa, untuk memperingati 70 tahun misi Kerasulan di wilayah tersebut. Acara yang dipandu oleh pesan Fatima ini mempertemukan para klerus, religius, dan awam untuk memperbarui komitmen mereka dalam doa, evangelisasi, dan keterlibatan sinode.
Lebih dari 150 peserta mengikuti program menginap semalam, dengan hampir 300 orang menghadiri perayaan Ekaristi pada hari kedua. Kongres tersebut menampilkan refleksi spiritual, katekese, lokakarya praktis, dan doa bersama, yang semuanya berfokus pada pendalaman devosi kepada Maria dan penguatan kehidupan paroki melalui keterlibatan awam.
Kardinal Filipe Neri Ferrao, Uskup Agung Goa dan Daman, memimpin Perayaan Ekaristi Siang pada hari kedua. Dalam homilinya, beliau menggarisbawahi seruan mendesak Bunda Maria dari Fatima untuk berdoa Rosario setiap hari demi perdamaian dunia, sebuah pesan yang relevan saat ini seperti lebih dari seabad yang lalu.
Kongres ini juga menampilkan refleksi dari para pembicara utama. Dr. Romo Jason Fernandes membahas pembaruan paroki melalui perantaraan Maria, sementara Romo Kennet Teles, Vikaris Episkopal untuk Zona Selatan, mengingatkan umat beriman akan pesan inti Fatima: pertobatan, doa, dan pertobatan. Romo Jose Fernandes mendorong para peserta untuk menghidupi pesan Fatima dalam masyarakat kontemporer.
Program ini mencakup sesi doa yang terinspirasi oleh Ignatian, meditasi Rosario, dan ajaran tentang devosi kepada Maria. Lokakarya menawarkan strategi praktis untuk mengembangkan unit paroki dan sel doa WAF, menyelaraskannya dengan visi yang lebih luas tentang perjalanan sinode Gereja menuju Misi 2033. Sesi-sesi ini mengambil inspirasi langsung dari dokumen akhir Sidang Sinode dan peta jalan CCBI untuk Gereja yang lebih partisipatif.
Kongres juga memberikan penghargaan kepada mantan anggota Komite Eksekutif WAF-Goa yang telah mengabdi dengan setia selama beberapa dekade, dan unit paroki WAF yang aktif mendapatkan pengakuan atas misi penginjilan mereka yang berkelanjutan, sebuah bukti vitalitas Kerasulan yang abadi di tingkat akar rumput.
Acara ditutup dengan penghormatan kepada Relikwi Para Santa Fatima, yang memberikan kesempatan bagi para peserta untuk berdoa hening dan bersekutu secara rohani.
Artikel asli:
A Marian Congress in Goa, India, gathers clergy, religious and laity to renew their commitment to prayer, evangelisation and synodal engagement.
ย