Misionaris Irlandia termasuk dalam kelompok yang diculik di Haiti

Irish missionary among group kidnapped in Haiti

Kekhawatiran semakin mendalam atas nasib seorang misionaris Irlandia dan delapan orang lainnya, termasuk seorang anak, yang telah diculik oleh orang-orang bersenjata di Haiti.

Oleh James Blears di Mexico City

Gena Heraty, pengelola Panti Asuhan St. Helene di dekat Ibu Kota Haiti, Port-au-Prince, diculik pada hari Minggu bersama seorang anak berusia tiga tahun dan tujuh stafnya.

Panti asuhan ini mengasuh lebih dari 200 anak dan terkenal karena pekerjaannya yang baik, penuh kasih, dan berdedikasi. Pihak berwenang mengatakan bahwa para penculik menerobos dinding luar dan kemudian langsung menuju bangunan utama di kompleks tersebut, melaksanakan rencana yang disusun dengan cermat.

Gena Heraty telah menjalankan misi di Haiti sejak 1993, membantu anak-anak muda yang seringkali rentan.

Menyadari selama bertahun-tahun situasi yang memburuk, krisis, dan risiko yang terlibat, ia dengan berani berkata: โ€œAnak-anak adalah alasan saya masih di sini.โ€ Saya sama sekali tidak berniat pergi, karena kita semua bersama-sama dalam hal ini.โ€

Ketidakpatuhan hukum dan kekerasan geng melanda Haiti, negara termiskin di Belahan Bumi Barat. Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan bahwa lebih dari delapan puluh persen Ibu Kota Port-au-Prince berada di bawah kendali geng jalanan dan kejahatan terorganisir.

Penculikan adalah kejahatan sehari-hari yang lumrah di Haiti, seringkali bertujuan untuk mendapatkan uang tunai dalam jumlah besar untuk senjata dan peralatan lainnya.

Negara-negara, terutama dari Karibia, telah mengirimkan petugas polisi ke Haiti untuk memperkuat pasukan keamanannya yang rapuh. Namun, belum ada negara besar yang menawarkan bala bantuan pasukan untuk membentuk operasi penjaga perdamaian.

Haiti ingin mengadakan pemilihan Presiden, tetapi hal ini saat ini tidak memungkinkan karena ketidakstabilan yang meluas.

Artikel asli:

Concern is deepening for the plight of an Irish missionary and eight other people including a child, who have been kidnapped by gunmen in Haiti.

Read all

ย 

Bagikan

Post your Comment About This Product

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *