Selama doa bersama di Lapangan Santo Petrus dalam rangka Yubileum Spiritualitas Maria, Paus Leo XIV memimpin para peziarah dalam pembacaan Rosario Suci, diikuti dengan Adorasi Sakramen Mahakudus.
Oleh Christopher Wells
Lebih dari 30.000 peziarah, termasuk rektor dan relawan dari tempat-tempat ziarah Maria serta anggota gerakan Maria, persaudaraan, dan kelompok doa, berkumpul di Lapangan Santo Petrus pada hari Sabtu untuk berdoa bersama Rosario Mahakudus dalam doa bersama yang dipimpin oleh Paus Leo XIV.
Bapa Suci sendiri meminta agar Vigili didedikasikan untuk berdoa memohon โkarunia perdamaian.โ
Dalam renungannya saat berdoa Rosario, Paus Leo mengajak umat beriman untuk โbertekun tanpa lelah dalam berdoa memohon perdamaian, sebuah anugerah dari Tuhan yang harus kita upayakan untuk menerimanya dan yang harus kita berikan komitmen yang kuat.โ
โLetakkan pedangmuโ
Dengan menekankan bahwa kita tidak boleh membiarkan sabda Yesus โjatuh ke tanah,โ Paus menyoroti sabda-Nya di Taman Getsemani, sebelum Sengsara, โLetakkan pedangmu,โ dalam seruan penuh semangat untuk pelucutan senjata.
Ia kembali menekankan bahwa โperdamaian itu tanpa senjata dan melucuti senjata. Perdamaian bukanlah pencegahan, melainkan persaudaraan; perdamaian bukanlah ultimatum, melainkan dialog.โ
Perdamaian, kata Paus, โtidak akan datang sebagai hasil kemenangan atas musuh, melainkan sebagai buah dari menabur keadilan dan pengampunan yang berani.โ
โโLetakkan pedangmuโ adalah pesan yang ditujukan kepada para penguasa dunia, kepada mereka yang menentukan nasib bangsa-bangsa: milikilah keberanian untuk melucuti senjata,โ lanjut Paus Leo, seraya menambahkan, โPada saat yang sama, ini merupakan ajakan bagi kita masing-masing untuk menyadari bahwa tidak ada gagasan, keyakinan, atau kebijakan yang membenarkan pembunuhan. Pertama-tama kita harus melucuti hati kita karena jika kita tidak memiliki kedamaian dalam diri kita sendiri, kita tidak dapat memberikannya kepada orang lain.โ
Spiritualitas Maria yang otentik
Seruan Paus untuk pelucutan senjata muncul dalam refleksinya tentang Spiritualitas Maria, berdasarkan kata-kata Maria dalam Injil.
โDalam Yubileum Spiritualitas Maria ini,โ ujar Paus, โkita umat beriman mengarahkan pandangan kita kepada Perawan Maria, yang membimbing kita dalam ziarah harapan.โ Beliau mengingatkan umat beriman bahwa โdevosi kepada Maria yang paling sejatiโ mencakup meneladani โkeutamaan manusiawi dan injiliโ Maria, dan mengajak mereka untuk memohon โkarunia belas kasih kepada setiap saudara dan saudari yang menderita, dan kepada semua makhluk.โ
Beliau mengenang kata-kata โberhargaโ terakhir yang dicatat tentang Maria dalam Injil, โLakukanlah apa pun yang Dia katakan kepadamu.โ โSeperti mercusuar,โ katanya, โMaria menunjuk melampaui dirinya sendiri, menunjukkan bahwa tujuan akhir adalah Tuhan Yesus dan sabda-Nya.โ Bunda Allah memanggil kita untuk โmenghidupi Injil: mewujudkannya, menghidupinya dengan tekad dan sukacitaโ karena dengan melakukannya, hidup kita โakan diubahkan dari kosong dan membosankan menjadi sesuatu yang penuh dan bersemangat.โ
Mengadopsi perspektif yang berbeda
Paus Leo kemudian mengajak umat beriman untuk โmengadopsi perspektif yang berbedaโ untuk melihat dunia bukan dari sudut pandang orang-orang berkuasa, melainkan dari โsudut pandang orang-orang kecilโฆ untuk menafsirkan peristiwa-peristiwa sejarah dari sudut pandang seorang janda, seorang yatim piatu, seorang asing, seorang anak yang terluka, seorang buangan, dan seorang buronan.โ
Sampai kita belajar untuk melakukannya, katanya, โtidak akan ada yang berubah, dan era baru, kerajaan keadilan dan perdamaian, tidak akan pernah terwujud.โ
Akhirnya, setelah mendaraskan Sabda Bahagia, โBerbahagialah para pembawa damai,โ Paus Leo berdoa kepada Maria, Ratu Perdamaian, memintanya untuk mengajar kita โuntuk mendengarkan jeritan kaum miskin dan ibu pertiwiโฆ untuk menjadi pembimbing komitmen kita dalam pelayananโฆ [dan] untuk hidup dan menjadi saksi kasih Kristiani, dengan menyambut semua orang sebagai saudara dan saudari; untuk meninggalkan kegelapan keegoisan demi mengikuti Kristus, terang sejati kemanusiaan.โ
Artikel Asli:
ย