Paus dalam Misa Yubileum Maria: Semoga Maria menuntun kita kepada Putranya Yesus

Pope at Marian Jubilee Mass: May Mary lead us to her Son Jesus

Selama Misa Yubileum Spiritualitas Maria, Paus Leo XIV mendorong umat beriman untuk melihat dalam diri Bunda Maria teladan indah tentang bagaimana berpaling dan mengikuti Putranya, Yesus Kristus.

Oleh Deborah Castellano Lubov

โ€œSpiritualitas Maria, yang memelihara iman kita, berpusat pada Yesus,โ€ Paus Leo XIV mengingatkan umat beriman dalam Misa Yubileum Spiritualitas Maria pada Minggu pagi di Vatikan.

Dalam homilinya, Bapa Suci merenungkan spiritualitas ini, dengan menyatakan, โ€œIni bagaikan hari Minggu, yang setiap minggu baru dibuka dengan cahaya Kebangkitan-Nya dari kematian. โ€˜Ingatlah Yesus Kristusโ€™: hanya ini yang penting; inilah yang membedakan spiritualitas manusia dari jalan Tuhan.

BACA HOMILI LENGKAP PAUS LEO XIV DI SINI

Paus menjelaskan bahwa devosi kepada Maria melayani Injil dan membantu umat beriman mengamalkannya secara lebih sepenuhnya.

โ€œSpiritualitas Maria melayani Injil: ia menunjukkan kesederhanaannya,โ€ katanya.

Spiritualitas Maria

โ€œKasih sayang kita kepada Maria dari Nazaret mendorong kita untuk bergabung dengannya menjadi murid Yesus,โ€ tambahnya. โ€œKasih sayang ini mengajarkan kita untuk kembali kepada-Nya dan merenungkan peristiwa-peristiwa dalam hidup kita di mana Sang Bangkit masih datang kepada kita dan memanggil kita.โ€

Ia mengatakan spiritualitas ini menarik umat beriman ke dalam karya penyelamatan Tuhan.

โ€œSpiritualitas Maria membenamkan kita dalam sejarah yang membuka surga,โ€ kata Paus.

โ€œHal itu membantu kita,โ€ lanjutnya, โ€œmelihat orang-orang sombong tercerai-berai dalam kesombongan mereka, orang-orang berkuasa ditumbangkan dari takhta mereka, dan orang-orang kaya dipulangkan dengan tangan hampa. Hal itu mendorong kita untuk memenuhi kebutuhan mereka yang lapar dengan kebaikan, mengangkat mereka yang tertindas, mengingat belas kasihan Tuhan, dan percaya pada kuasa tangan-Nya.โ€

Magnificat Maria

Merenungkan penerimaan Maria atas kehendak Tuhan, Paus Leo mengatakan bahwa โ€œyaโ€ yang diucapkannya bukanlah tindakan satu kali, melainkan komitmen setiap hari.

โ€œYesus mengundang kita untuk menjadi bagian dari Kerajaan-Nya, sama seperti Ia meminta jawaban โ€˜yaโ€™ kepada Maria, yang setelah diberikan, akan diperbarui setiap hari,โ€ katanya.

Paus merenungkan kisah Injil tentang sepuluh orang kusta, sembilan di antaranya tidak kembali untuk mengucap syukur setelah disembuhkan.

โ€œOrang kusta dalam Injil yang tidak kembali untuk mengucap syukur mengingatkan kita bahwa kasih karunia Allah dapat menyentuh kita dan tidak menemukan respons,โ€ katanya. โ€œIa dapat menyembuhkan kita, tetapi kita masih bisa gagal menerimanya. Karena itu, marilah kita berhati-hati untuk tidak pergi ke Bait Allah dengan cara yang tidak menuntun kita untuk mengikuti Yesus.โ€

Misa Yubileum tentang Spiritualitas Maria
Misa Yubileum tentang Spiritualitas Maria (@Vatican Media)

Sebuah peringatan

Paus Leo juga memperingatkan terhadap praktik keagamaan yang mengisolasi umat beriman dari tetangga mereka.

โ€œBeberapa bentuk ibadah tidak menumbuhkan persekutuan dengan sesama dan dapat mematikan rasa hati kita,โ€ ujarnya. โ€œDalam kasus-kasus seperti ini, kita gagal berjumpa dengan orang-orang yang telah Tuhan tempatkan dalam hidup kita. Kita gagal berkontribusi, seperti yang dilakukan Maria, untuk mengubah dunia, dan untuk berbagi sukacita Magnificat.โ€

Beliau menambahkan, โ€œMarilah kita berhati-hati untuk menghindari segala bentuk eksploitasi iman yang dapat mengarah pada pelabelan terhadap mereka yang berbeda โ€” seringkali orang miskin โ€” sebagai musuh, โ€˜orang kustaโ€™ yang harus dihindari dan ditolak.โ€

Mengikuti Kristus bersama Maria

Paus mengatakan bahwa perjalanan Maria selalu membawanya lebih dekat kepada Yesus dan mereka yang membutuhkan.

โ€œJalan Maria mengikuti jalan Yesus, yang menuntun kita untuk menjumpai setiap manusia, terutama yang miskin, yang terluka, dan orang berdosa,โ€ katanya.

Contoh cinta dan kelembutan

Ia menambahkan bahwa spiritualitas Maria yang sejati menyingkapkan kelembutan Tuhan dalam kehidupan Gereja.

โ€œSpiritualitas Maria yang autentik membawa kelembutan Tuhan, cara-Nya โ€˜menjadi seorang ibu,โ€™ untuk terungkap dalam Gereja,โ€ kata Paus.

Mengutip  Evangelii Gaudium , ia melanjutkan, โ€œSetiap kali kita memandang Maria, kita kembali percaya pada hakikat revolusioner dari kasih dan kelembutan.โ€

โ€œDalam dirinya,โ€ katanya, โ€œkita melihat bahwa kerendahan hati dan kelembutan bukanlah kebajikan orang lemah, melainkan kebajikan orang kuat yang tidak perlu memperlakukan orang lain dengan buruk agar merasa penting.โ€

Sebuah jalan menuju transformasi dan pembaruan sosial

Paus Leo mengatakan bahwa devosi kepada Maria mengarah pada tindakan dan transformasi sosial, tanpa kehilangan belas kasih.

โ€œDengan merenungkan Maria, kita menyadari bahwa dia yang memuji Tuhan karena โ€˜menurunkan orang-orang berkuasa dari takhta merekaโ€™ dan โ€˜mengusir orang kaya dengan tangan hampaโ€™ juga merupakan orang yang membawa kehangatan dalam upaya kita untuk menegakkan keadilan,โ€ katanya.

โ€œDi dunia yang mencari keadilan dan perdamaian,โ€ lanjut Paus, โ€œmarilah kita menghidupkan kembali spiritualitas Kristiani dan devosi umat kepada peristiwa dan tempat-tempat yang diberkati Tuhan yang telah mengubah muka bumi selamanya. Marilah kita menggunakannya sebagai kekuatan pendorong untuk pembaruan dan transformasi.โ€

Ia menambahkan bahwa Yubileum adalah suatu undangan, bukan sekedar perayaan, tetapi panggilan untuk perubahan yang lebih mendalam.

โ€œSesungguhnya, Yubileum yang kita rayakan ini menyerukan masa pertobatan dan pemulihan, masa refleksi dan pembebasan,โ€ ujarnya.

Mempercayakan diri kita kepada Maria

Paus Leo XIV mengakhiri homilinya dengan doa yang mempercayakan Gereja kepada Bunda Maria.

โ€œSemoga Maria yang Mahakudus, harapan kita,โ€ doanya, โ€œmendoakan kita dan terus menuntun kita kepada Yesus, Tuhan yang tersalib,โ€ doanya. โ€œDi dalam Dia, ada keselamatan bagi semua.โ€

Artikel Asli:

vaticannews.va

ย 

Bagikan

Post your Comment About This Product

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *