Penyakit dalam Kehidupan Manusia
- Penyebab Jatuh Sakit
Ada beberapa kemungkinan yang dapat menyebabkan orang jatuh sakit:
- Karena salah dalam pola hidup dan pola makan; akibat kerja yang terlalu divorsir, tidak seimbang antara kerja, istirahat dan olahraga, menyebabkan fisik kita menjadi lemah dan mudah sakit. Kekeliruan dalam pola makan karena terlalu banyak mengkonsumsi zat-zat tertentu sehingga kadar gula dalam darah atau kandungan asam urat meninggi dengan segala komplikasinya. Semua makanan memang halal bagi kita (Lih. Mrk 7:19b), namun tidak semua berguna bagi kesehatan (Lih. 1 Kor 6:12).
- Kemungkinan karena faktor keturunan. Dalam hal ini kita tidak bisa menyalahkan orangtua atau leluhur kita. Tanggapan Yesus ketika menghadapi pertanyaan siapa yang salah sehingga seseorang dilahirkan buta? โBukan dia dan juga bukan orangtuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam diaโ (Yoh 9:3).
- Bisa jadi karena tekanan jiwa karena stres dan persoalan hidup yang dihadapi. Mengakibatkan tidak adanya selera makan, kurang istirahat dan akhirnya jatuh sakit.
- Kemungkinan karena kesalahan dan keteledoran orang lain lalu kita sendiri menjadi korban. Cth: ada wabah penyakit menular, kurang higienisnya makanan, gempa bumi, banjir, dll.
B. Kaitan Penyakit dengan Dosa
Pengalaman jatuh sakit membuat manusia merasa diri dalam keadaan terkena hukuman Tuhan. Demikian gema keyakinan tradisional Yahudi: โorang saleh akan diberkati dan orang berdosa akan dikutuk Tuhanโ. Berkat bagi orang saleh akan dirasakan dengan banyak anak, harta melimpah, umur panjang.
Tidak semua penyakit itu disebabkan oleh kesalahan dan dosa manusia.Tuhan Yesus menolak anggapan bahwa penyakit dan penderitaan itu disebabkan oleh dosa si penderita atau leluhurnya (bdk. Yoh 9:3). Dalam kitab Ayub kita juga melihat sebuah gambaran bahwa orang saleh pun dapat menderita sakit.
Namun kondisi sakit memang bisa membawa manusia jatuh ke dalam dosa. Pada saat sakit bisa jadi manusia meragukan kasih Tuhan secara pribadi, memberontak terhadap Tuhan, takut, putus asa, iri terhadap orang yang sehat, dll. Manusia menjadi terlalu sensitif, mudah tersinggung oleh perkataan dan sikap orang lain. Dalam situasi demikian kelemahan fisik bisa membawa kepada kelemahan rohani.
Maka dibutuhkan iman dan usaha untuk kesembuhan.
- Sakramen Pengurapan Orang Sakit (SPOS)
- Pengertian dan Dasar-Dasar SPOS
Dalam Injil kita bisa menyaksikan bagaimana belaskasihan Tuhan Yesus terhadap mereka yang lemah dan sakit. Mereka yang memohon dengan penuh iman disembuhkan-Nya. Mukjizat kesembuhan itu menjadi tanda datangnya Kerajaan Allah. Tuhan Yesus menjadikan yang buta melihat, yang lumpuh berjalan, yang kusta ditahirkan, yang tuli mendengar, dan yang mati dibangkitkan kembali (Bdk. Luk 7:22).
Yesus berpesan kepada para murid-Nya saat mengutus mereka; โsembuhkanlah orang sakitโฆ(Mat 10:6). Para murid mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka (Mrk 6:13b). hal ini diteruskan dan dipraktekkan oleh Gereja para rasul hingga saat ini sebagaimana yang dinasihatkan oleh Yakobus (Yak 5:14-16).
Dari teks diatas dapat dilihat bahwa sakramen ini diperuntukkan bagi orang sakit, bukan hanya bagi mereka yang diambang kematian saja sebagaimana dalam SC 73. Saat yang baik untuk menerima sakramen ini adalah ketika seseorang berada dalam bahaya maut dan lanjut usia.
Sakramen Perminyakan Orang Sakit dimaksudkan untuk menyerahkan mereka yang sakit itu kepada Tuhan yang bersengsara dan telah dimuliakan supaya Ia menyembuhkan dan meyelamatkan mereka.
- Pelayan dan Penerima SPOS
- Pelayan
Berdasarkan KHK Kan. 1003 yakni: setiap imam dan hanya imam dapat melayani pengurapan orang sakit secara sah.
Kewajiban ini dimiliki oleh semua imam atau uskup yang ditugaskan untuk penggembalaan jiwa-jiwa. Maka setiap imam manapun boleh membawa minyak yang diberkati (Oleum Infirmorum).
- Penerima
Penerima sakramen ini adalah orang-orang yang sakit berat, orang yang menghadapi operasi besar ataupun orang yang sudah lanjut usia sehingga kekuatannya melemah.
Selain itu menurut KHK kan. 1004 penerima sakramen ini adalah mereka yang sudah dapat menggunakan akal budi.
Hendaknya si penerima dianjurkan menerima sakramen tobat demi keselamatan jiwanya terlebih yang melakukan dosa berat.
- Unsur-unsur pokok dalam Liturgi Pengurapan Orang Sakit
Ada beberapa unsur pokok dalam liturgi pengurapan orang sakit:
- Imam meletakkan tangan ke atas orang sakit dalam keadaan diam.
- Imam berdoa bagi si sakit.
- Imam melakukan pengurapan dengan minyak yang sudah diberkati oleh uskup.
Di dahi: โSemoga dengan pengurapan suci ini Allah yang maharahim menolong saudara dengan rahmat Roh Kudusโ. Amin.
Di telapak tangan: โSemoga Ia membebaskan saudara dari dosa, menganugerahkan keselamatan, dan berkenan menabahkan hati saudaraโ. Amin.
- Buah-Buah dalam SPOS
Dalam KGK No. 1520-1523 menyebutkan ada empat anugerah khusus dari SPOS ini:
- Anugerah khusus dari Roh Kudus:
Melalui sakramen ini si sakit akan mendapatkan kekuatan, ketenangan, dan kebesaran hati sehingga iman dan harapannya diteguhkan untuk menghadapi godaan dan rasa takut akan kematian. Bantuan kekuatan Tuhan akan membawa pada kesembuhan jiwa dan badan bila hal itu sesuai dengan kehendak Tuhan dan berguna bagi keselamatan jiwanya.
- Persatuan dengan sengsara Kristus:
Melalui sakramen ini si sakit mendapat anugerah dan kekuatan untuk lebih erat menyatukan sengsara dan penderitaannya dengan penderitaan Kristus sendiri.
- Rahmat Gerejani:
Sengsara dan penderitaan si sakit yang dipersatukan dengan sengsara dan penderitaan Kristus memberi sumbangan rohani demi pengudusan Gereja dan kesejahteraan semua orang.
- Persiapan untuk perjalanan akhir:
Bila sakramen ini diterimakan bagi mereka yang diambang kematian. Sakramen ini akan membuat mereka makin serupa dengan kematian dan kebangkitan Kristus yang telah dimulai dalam pembaptisan. Urapan dalam pembaptisan mencurahkan hidup baru bagi mereka, urapan dalam sakramen krisma meneguhkan mereka untuk perjuangan hidup, dan urapan dalam sakramen ini akan membekali akhir hidup mereka saat menghadapi perjuangan akhir sebelum menghadap Bapa.