Para Uskup Katolik Afrika membahas visi pastoral 2025-2050

Africa’s Catholic Bishops discuss 2025-2050 pastoral vision
Africa’s Catholic Bishops discuss 2025-2050 pastoral vision
SECAM, the Symposium of Episcopal Conferences of Africa and Madagascar, officially opens its 20th Plenary Assembly 

SECAM, Simposium Konferensi Episkopal Afrika dan Madagaskar, secara resmi membuka Sidang Pleno ke-20 di Kigali, Rwanda. Acara ini tidak hanya mempertemukan para uskup dari seluruh benua, tetapi juga Perdana Menteri Rwanda dan perwakilan dari benua lain—Asia, Amerika Latin, Amerika Utara, dan Eropa.

Oleh Paul Samasumo – Kigali

Lebih dari 250 uskup Katolik yang mewakili berbagai konferensi episkopal di seluruh Afrika menghadiri Sidang Pleno SECAM.

Hari pertama dimulai dengan Misa Kudus yang dipimpin oleh Kardinal Peter Turkson di Paroki Regina Pacis, Kigali. Dikenal karena keramahannya yang hangat, Paroki Katolik Regina Pacis melayani komunitas yang beragam dan menawarkan Misa dalam bahasa Kinyarwanda, Inggris, dan Prancis.


Mengapa SECAM?

Kemudian, dalam sesi pleno yang diadakan di Pusat Konvensi Kigali yang terkenal, para Uskup diingatkan tentang tujuan SECAM. Sesi ini bertujuan untuk menegaskan kembali keberadaan asosiasi para Uskup kontinental dan untuk membiasakan para “uskup muda” dengan raison d’être SECAM. Presentasi dipimpin oleh Uskup Agung Cape Coast dari Ghana, Gabriel Charles Palmer-Buckle.

Uskup Agung Palmer-Buckle memimpin sidang melalui refleksi tentang sejarah SECAM, berbagi statistik, kutipan dari sidang pleno sebelumnya, dan dokumen Gereja yang relevan. Pada akhirnya, para Uskup sepakat bahwa, seiring dunia berubah dengan cepat, mereka akan lebih terbantu jika bekerja sama menghadapi tantangan pastoral bersama yang dihadapi Gereja di Afrika.
Para Uskup berkumpul di Kigali, ibu kota Rwanda
Para Uskup berkumpul di Kigali, ibu kota Rwanda

t1
The bishops gathered in Kigali, Rwanda’s capital city

Afrika di Persimpangan Jalan

Gereja dan pemerintah Rwanda telah berupaya keras untuk memastikan keberhasilan Sidang Pleno SECAM. Perdana Menteri Rwanda, Dr. Justin Nsengiyumva, menyampaikan pidato di hadapan sidang pada hari pertamanya. Beliau memuji para Uskup karena memilih Rwanda sebagai negara tuan rumah dan memuji Gereja Afrika karena menjadi mitra yang andal bagi banyak pemerintah—terutama dalam layanan sosial, pendidikan, dan kesehatan.

“Afrika berada di persimpangan jalan,” ujar Perdana Menteri. “Luka-luka masa lalu masih dalam proses penyembuhan, dan tekanan global baru bermunculan. Namun, di balik tantangan-tantangan ini terdapat peluang unik untuk pembaruan. Gereja di Afrika, sebagai suara hati nurani, memiliki peran penting dalam menginspirasi kepemimpinan yang beretika, mempromosikan martabat, dan memperkuat kompas moral bangsa-bangsa kita,” ujarnya.
Kardinal Ambongo berkata ‘Kristus berjalan bersama Afrika’
Kardinal Ambongo berkata ‘Kristus berjalan bersama Afrika’

t2
Cardinal Ambongo said ‘Christ walks with Africa’

Ambongo – Kristus berjalan bersama Afrika

Membuka sidang pleno, Presiden SECAM Kardinal Fridolin Ambongo Besungu, Uskup Agung Kinshasa, menyampaikan seruan yang penuh semangat untuk mengakhiri konflik bersenjata yang sedang berlangsung di benua tersebut.

Prelatus Kinshasa menambahkan: “Tema Sidang Pleno ini: ‘Kristus, Sumber Harapan, Rekonsiliasi, dan Perdamaian’ sangat menyentuh jiwa benua kita. Di dunia yang terpecah belah akibat perang, kemiskinan, pengungsian paksa, dan krisis ekologi, kita mengarahkan pandangan kita kepada Kristus, yang merupakan sumber penyembuhan dan pembaruan yang hidup. Dialah yang berjalan bersama Afrika dalam luka-lukanya, yang mendamaikan hati yang terpecah, dan yang menawarkan harapan di mana keputusasaan mengancam. Sebagai murid, kita dipanggil untuk menjadi perajin perdamaian, nabi harapan, dan instrumen rekonsiliasi. Ini bukan hanya keyakinan teologis tetapi juga urgensi pastoral. Gereja di Afrika harus menjadi tanda dan sakramen persatuan, keadilan, dan perdamaian abadi.”

Serupa dengan itu, Uskup Agung Arnaldo Sanchez Catalan, Nunsius Apostolik untuk Rwanda, mendorong inisiatif perdamaian yang berkelanjutan antara Rwanda dan Republik Demokratik Kongo, terutama terkait konflik di Kongo timur. “Ada harapan tinggi untuk perdamaian sejati dan abadi. Banyak upaya telah dilakukan di masa lalu,” ujarnya. “Kami berdoa agar kali ini, perundingan dan kesepakatan damai akan terwujud dan menghasilkan perdamaian abadi.”

Para Uskup Dunia Bersolidaritas dengan Afrika

Turut hadir dalam Sidang Pleno SECAM adalah Kardinal Kurial Michael Czerny, Prefek Dikasteri untuk Mendorong Pembangunan Manusia Integral. Ia mengusulkan cara-cara praktis bagi Gereja di Afrika untuk berkolaborasi dengan Dikasteri.

Perwakilan dari benua lain—Asia, Amerika Latin, Amerika Utara, dan Eropa—juga berbicara dalam pertemuan tersebut dan menyampaikan pesan-pesan solidaritas. Banyak organisasi mitra berbasis agama dari seluruh dunia berpartisipasi, menjadikan sidang pleno ini sangat padat, baik dari segi jumlah maupun kegiatan.

SECAM, the Symposium of Episcopal Conferences of Africa and Madagascar, officially opens its 20th Plenary Assembly in Kigali, Rwanda. The event brings together not only bishops from all over the continent, but also the Rwandan Prime Minister and representatives from other continents—Asia, Latin America, North America, and Europe

Read all

 

Bagikan

Post your Comment About This Product

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *