Serangan udara Israel menghantam Rumah Sakit al-Ahli di Kota Gaza pada hari Minggu, menewaskan sedikitnya tujuh orang, menurut pejabat kesehatan setempat.
Oleh Nathan Morley
Serangan udara Israel menghantam Rumah Sakit al-Ahli di Kota Gaza pada hari Minggu, menewaskan sedikitnya tujuh orang, menurut pejabat kesehatan setempat.
Serangan itu terjadi di saat pasukan Israel memajukan rencana untuk merelokasi lebih dari satu juta warga Palestina dari Gaza utara ke zona-zona yang telah ditentukan di selatan, yang memicu kekhawatiran internasional atas memburuknya kondisi kemanusiaan.
Militer Israel menggambarkan upaya relokasi tersebut sebagai langkah yang diperlukan untuk melindungi warga sipil di tengah operasi tempur yang sedang berlangsung.
Namun, kelompok-kelompok bantuan dan organisasi hak asasi manusia memperingatkan bahwa zona-zona selatanโyang sering disebut oleh para pengamat sebagai โdaerah konsentrasiโโterlalu padat, kekurangan sumber daya, dan tetap rentan terhadap pemboman.

Pemogokan rumah sakit menambah jumlah korban sipil yang terus bertambah di wilayah kantong tersebut, di mana infrastruktur medis telah sangat terbebani.
Saksi mata melaporkan adanya kekacauan saat tim tanggap darurat mencari korban selamat di antara reruntuhan.
Sementara itu, di Tel Aviv, ribuan warga Israel berunjuk rasa selama akhir pekan, menuntut diakhirinya perang dan pemulangan para sandera yang ditawan Hamas.
Juga di Israel, pemogokan umum satu hari sedang berlangsung sebagai protes terhadap rencana pemerintah untuk merebut Kota Gaza.
Penghentian tersebut dituntut oleh keluarga para sandera dan pihak lain yang mengatakan bahwa perluasan perang menempatkan nyawa warga Israel yang ditawan Hamas pada risiko yang lebih besar.
Artikel asli
An Israeli airstrike hit al-Ahli Hospital in Gaza City on Sunday, killing at least seven people, according to local health officials.
ย