EKARISTI SEBAGAI PUNCAK DAN PUSAT SELURUH LITURGI

Apa itu Liturgi? Menurut kita umat biasa ini, liturgi bisa berarti macam-macam. Biasanya kalau berbicara tentang liturgi, orang lalu bicara mengenai doa-doa, tata cara atau urutan ibadat, bacaan Kitab Suci, nyanyian dan buku nyanyiannya, petugasnya, sikap-sikap tubuh yang benar, cara membaca yang baik, dst. Lalu kalau ada komentar bahwa umatnya keliru memilih nyanyian, umat tidak mengerti simbol liturgi, petugasnya jelek dalam melaksanakan tugas, dan lain-lain. Singkatnya, pada umumnya kita memandang liturgi sebagai aturan doa, petunjuk tatacara ibadat, apa yang boleh apa yang tidak.

 

Liturgi tidak boleh dipahami hanya sebagai suatu aturan tentang apa yang boleh dan tidak. Liturgi pertama-tama bukan soal aturan atau hukum petunjuk, tetapi peristiwa, dalam mana Allah datang untuk menjumpai kita dan kita menyambut Dia dengan puji syukur dan permohonan. Tuhan datang untuk menawarkan persahabatan agar kita hidup bersama Allah dalam segala situasi, untung dan malang, suka ataupun duka. Semua bidang liturgi, apa pun macamnya, merayakan persahabatan dan hidup bersama kita dengan Tuhan. Akan tetapi, persahabatan dan hidup bersama yang paling istimewa dengan Tuhan adalah dalam Perayaan Ekaristi. Itulah sebabnya, Perayaan Ekaristi merupakan puncak dan pusat segala macam liturgi. Gereja menghidupi, mengajarkan, dan mempertahankan sepanjang sejarahnya bahwa Ekaristi Kudus itu sumber dan puncak seluruh perayaan liturgi dan bahkan seluruh hidup kristiani (bdk. LG 11)

Sumber: Komisi Liturgi Keuskupan Malang, MERAYAKAN EKARISTI DENGAN PEMAHAMAN DAN KETERLIBATAAN PENUH, Krismiyanto. Alf, 2011 hlm 1-2

Bagikan

Post your Comment About This Product

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *