Gelombang panas di Gaza memperparah kelaparan dan kelaparan di wilayah tersebut.
Oleh Nathan Morley
Warga sipil di Gaza menghadapi kondisi yang semakin memburuk seiring gelombang panas melanda wilayah tersebut, membuat tugas-tugas dasar seperti mencari makanan dan air hampir mustahil.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan penduduk berjuang melawan permusuhan, pengungsian, dan kehancuran.
Bantuan yang masuk ke Gaza masih jauh di bawah yang dibutuhkan, dan misi bantuan terus mengalami penundaan.
Di Gaza selatan, mitra kemanusiaan melaporkan kerusakan pada saluran listrik yang melayani pabrik desalinasi air laut Gaza Selatanโpemadaman ketiganya dalam seminggu.
OCHA juga mencatat bahwa pendaratan udara di Gaza dilaporkan telah menyebabkan korban sipil.
Pada hari Jumat, Sekretaris Jenderal PBB Antรณnio Guterres menyuarakan kekhawatiran atas keputusan Israel untuk mengambil alih Kota Gaza.
Dalam sebuah pernyataan, juru bicaranya mengatakan langkah tersebut menandai eskalasi yang berbahaya, memperdalam krisis dan membahayakan nyawa, termasuk nyawa para sandera yang tersisa.
Guterres memperingatkan bahwa keputusan tersebut dapat menyebabkan lebih banyak pengungsian, kematian, dan kehancuran, yang akan memperparah penderitaan penduduk Gaza.
Rencana Israel ini telah menuai kritik di dalam dan luar negeri, dengan para penentang mengatakan bahwa rencana tersebut melanggar hukum internasional, memperburuk krisis kemanusiaan, dan melemahkan upaya gencatan senjata.
Pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid, menyebut keputusan tersebut sebagai โbencana yang akan menyebabkan lebih banyak bencana lagi.โ
Artikel asli:
A heatwave in Gaza is exacerbating famine and starvation in the region.
ย