‘My St Francis’: buku anumerta karya Paus Fransiskus akan dirilis di Italia

‘My St Francis’: posthumous book by Pope Francis to be released in Italy

Sebuah buku anumerta karya Paus Fransiskus, โ€œIl mio San Francescoโ€ (Santo Fransiskusku), akan tersedia di toko-toko buku Italia mulai 18 September. Buku ini menyajikan dialog antara mendiang Paus dan Kardinal Marcello Semeraro, Prefek Dikasteri Penggelaran Orang Kudus.

Oleh Vatican News

โ€œIl mio San Francescoโ€, sebuah buku anumerta karya Paus Fransiskus yang disusun oleh Kardinal Marcello Semeraro, dipresentasikan pada 10 September di Assisi, dalam sebuah acara bertajuk โ€œHalaman Fransiskusโ€.

Saat mempresentasikan karya tersebut, Kardinal Semeraro, Prefek Dikasteri Penggelaran Orang Kudus, mengenang kerja sama eratnya dengan mendiang Paus, yang mengangkatnya sebagai Prefek Dikasteri tersebut dan Sekretaris Dewan Kardinal pada tahun 2020.

Buku ini, yang menyajikan percakapan persaudaraan yang terjadi antara Paus Fransiskus dan Kardinal Semeraro pada akhir tahun 2024, memuat surat dari Paus Leo XIV dan kata pengantar dari Kardinal Pietro Parolin.

Paus dan Santo โ€œ-nyaโ€

Dalam teks tersebut, Paus Fransiskus merenungkan secara mendalam hubungan pribadinya dengan Santo Fransiskus dari Assisi, santo yang menginspirasi namanya dan sebagian besar magisteriumnya, terutama tentang penciptaan, perdamaian, dan persaudaraan.

Teks ini menyediakan ruang yang luas bagi refleksi dan pemahaman mendiang Paus tentang kemiskinan, pemikirannya tentang keluarga, rasa sakit, dan kematian, serta kepeduliannya terhadap โ€œluka-lukaโ€ Gereja.

Berbicara tentang doa, Fransiskus berkata:

โ€œKetika saya merenungkan doa Santo Fransiskus, saya teringat akan air matanya, tangisannya. Baginya, doa memiliki dimensi afektif yang mendalamโ€ฆ Hubungannya dengan Yesus bukanlah sebuah ide atau teori, melainkan ikatan hasrat dan kasihโ€ฆ Saya juga, terkadang merasakan kelelahan banyak orang, karena setia berdoa ketika ada begitu banyak hal yang harus dilakukan. Saya telah belajar untuk menghargai bahkan saat-saat singkat, ruang-ruang kecilโ€ฆ Kehidupan sehari-hari menjadi istimewa jika kita membiarkannya diterangi oleh cahaya yang datang dari doa.โ€

Kontribusi dari Paus Leo XIV dan Kardinal Parolin

Dalam suratnya, Paus Leo XIV mengungkapkan rasa terima kasihnya atas penerbitan buku ini, dengan mengatakan:

โ€œBuku ini seolah-olah memungkinkan kita untuk kembali mendengar suara Paus Fransiskus. Dalam percakapan-percakapan ini, beliau menunjukkan bahwa nama Fransiskus tidak hanya disandang, tetapi juga dihayati, membentuk wajah misinya.โ€

Dalam kata pengantarnya, Kardinal Sekretaris Negara menyoroti pentingnya buku ini sebagai kesaksian iman:

โ€œPaus Fransiskus memberikan kesaksian tentang banyaknya karunia yang Tuhan berikan kepadanya. Beliau mengenang masa-masa sulit dalam hidupnya dan kenangan keluarganya, semuanya dibaca ulang dalam terang apa yang telah diajarkan oleh Santo Assisi yang โ€˜kecilโ€™ itu kepadanyaโ€ฆ Di halaman-halaman ini, kita dapat membaca apa yang hampir merupakan โ€˜perjanjian rohaniโ€™ beliau, yang terbuat dari kenangan hidup dan rasa syukur,โ€ tulisnya.

Artikel asli:

A posthumous book by Pope Francis, โ€œIl mio San Francescoโ€ (My St Francis), will be available in Italian bookstores from 18 September. The volume presents a dialogue between the late Pope and Cardinal Marcello Semeraro, Prefect of the Dicastery of the Causes of Saints.

Read all

ย 

Bagikan

Post your Comment About This Product

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *