Paus Leo memuji kesepakatan damai Armenia-Azerbaijan

Pope Leo hails Armenia-Azerbaijan peace deal

Dalam Angelus Minggu, Paus menyampaikan seruan tulus kepada para pembuat keputusan internasional untuk bertanggung jawab dalam mencari solusi atas konflik. Beliau menyatakan kepuasan atas kesepakatan damai baru antara Armenia dan Azerbaijan, tetapi juga duka mendalam atas kekerasan yang terus menghancurkan Haiti.

Oleh Francesca Sabatinelli

Perang harus ditolak sebagai โ€œcara untuk menyelesaikan konflik.โ€ Itulah seruan mendesak yang disampaikan oleh Paus Leo XIV kepada komunitas internasional dan para pemimpinnya, yang disampaikan setelah doa Angelus Minggu. Paus meminta para pemimpin untuk bertanggung jawab dan bekerja secara aktif menuju perdamaian, sebuah tujuan yang beliau desak agar umat beriman tidak pernah berhenti berdoa.

โ€œMarilah kita terus berdoa agar semua perang berakhir,โ€ kata Paus. Peringatan 80 tahun pengeboman Hiroshima dan Nagasaki, beliau mencatat, telah membangkitkan kesadaran global akan perlunya menolak perang dengan tegas sebagai solusi konflik. โ€œMereka yang berada di posisi berkuasa tidak boleh melupakan konsekuensi keputusan mereka terhadap kehidupan rakyat,โ€ katanya. โ€œMereka tidak boleh mengabaikan kebutuhan mereka yang paling rentan atau kerinduan universal akan perdamaian.โ€

Armenia dan Azerbaijan: Jalan Menuju Perdamaian

Paus Leo kemudian merujuk pada perjanjian yang ditandatangani pada 8 Agustus oleh Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan dan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev sebagai tanda harapan. Deklarasi bersama mereka, katanya, merupakan langkah maju yang signifikan dan โ€œkita semua berharap akan berkontribusi pada perdamaian yang stabil dan abadi di Kaukasus Selatan.โ€

Dukacita untuk Haiti

Paus juga mengalihkan perhatiannya pada krisis yang sedang berlangsung di Haiti, mengungkapkan kesedihan yang mendalam atas penderitaan penduduk yang โ€œsemakin diliputi keputusasaan.โ€ Ia mengutuk โ€œkekerasan dalam berbagai bentuk, perdagangan manusia, pemindahan paksa, dan penculikanโ€ yang meluas di negara itu.

โ€œSaya menyampaikan permohonan tulus kepada semua pihak yang bertanggung jawab untuk segera membebaskan para sandera,โ€ kata Paus. Ia juga meminta masyarakat internasional untuk memberikan dukungan nyata guna membantu menciptakan kondisi sosial dan kelembagaan โ€œyang akan memungkinkan rakyat Haiti hidup dalam damai.โ€

Artikel asli:

At the Sunday Angelus, the Pope makes a heartfelt appeal to international decision-makers to take responsibility for seeking solutions to conflicts. He expresses satisfaction over the new peace deal between Armenia and Azerbaijan, but also deep sorrow for the violence that continues to devastate Haiti.

Read all

ย 

Bagikan

Post your Comment About This Product

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *