Pada akhir Misa penutup Yubileum Kepemudaan, Paus Leo mengenang kaum muda yang menderita โkejahatan paling seriusโ yang disebabkan oleh sesama manusia, khususnya Gaza, Ukraina yang dilanda perang, dan โsetiap negeri yang berlumuran darah akibat perang.โ
Berita Vatikan
Tepat sebelum Misa penutup Yubileum Kepemudaan di Lapangan Tor Vergata, Roma, Paus Leo mengungkapkan kedekatan dan solidaritasnya dengan kaum muda yang menderita di Gaza, Ukraina, dan semua yang tinggal di belahan dunia yang dilanda perang.
โDalam persekutuan dengan Kristus, damai dan harapan kita bagi dunia, kita semakin dekat dengan kaum muda yang menderita kejahatan paling serius yang disebabkan oleh sesama manusia. Kita bersama kaum muda Gaza. Kita bersama kaum muda Ukraina, dengan mereka yang berada di setiap negeri yang berlumuran darah akibat perang. Saudara-saudari mudaku, kalian adalah tanda bahwa dunia yang berbeda itu mungkin, dunia persaudaraan dan persahabatan, di mana konflik tidak diselesaikan dengan senjata tetapi dengan dialog.โ
Simpati untuk Maria dan Pascale
Paus juga menyampaikan simpati dan belasungkawa atas wafatnya dua peziarah muda, Maria dan Pascale, seorang warga negara Spanyol dan Mesir, yang meninggal dunia saat berada di Roma karena keadaan darurat kesehatan yang mendadak.
Kita bersyukur kepada Tuhan
Kata-kata Paus disampaikan tepat sebelum memimpin doa Angelus saat beliau menyampaikan salam penutup kepada lebih dari satu juta peziarah yang berkumpul untuk Misa Minggu pagi di luar ruangan.
Beliau memanfaatkan kesempatan itu untuk mengajak semua orang mengungkapkan rasa syukur yang mendalam kepada Tuhan atas anugerah hari-hari Yubileum mereka.
Beliau mengatakan bahwa curahan rahmat Tuhan bagi Gereja dan seluruh dunia tercermin dalam partisipasi seluruh kaum muda, dan beliau mengucapkan terima kasih kepada mereka dengan sepenuh hati. Menyambut ribuan uskup, imam, pemimpin agama, dan pastoral yang mendampingi kaum muda, Paus berterima kasih atas perhatian pastoral mereka, serta semua yang telah mendoakan dan berpartisipasi secara rohani.
Hari Orang Muda Sedunia 2027 di Seoul, Korea
Akhirnya, Paus mengingatkan bahwa setelah โZiarah Harapanโ Yubileum ini di Roma, tujuan selanjutnya adalah Asia ketika Penerus Petrus akan bergabung dengan mereka untuk merayakan Hari Orang Muda Sedunia di Seoul, Korea, dari tanggal 3 hingga 8 Agustus 2027. Tema Hari Orang Muda Sedunia berikutnya diambil dari Injil Yohanes, ayat yang mengingatkan akan sabda Yesus kepada murid-murid-Nya pada Perjamuan Terakhir, โKuatkanlah hatimu! Aku telah mengalahkan dunia.โ
Paus berkata semoga harapan yang bersemayam di hati kita memberi kita kekuatan untuk mewartakan kemenangan Kristus yang Bangkit atas kejahatan dan maut. Dan kenyataan inilah yang memberi para peziarah muda harapan dan keberanian untuk menjadi saksi hingga ke ujung bumi. Beliau berkata semoga kita terus bermimpi dan berharap bersama menjelang pertemuan berikutnya di Seoul, mempercayakan diri kita kepada perlindungan keibuan Santa Perawan Maria.
Artikel asli:
At the conclusion of the closing Mass for the Jubilee of Youth, Pope Leo remembers young people suffering โthe most serious evilsโ caused by other human beings, mentioning specifically war-torn Gaza, Ukraine, and โevery land bloodied by war.โ
ย