
Memahami siapa Allah, mungkin akan sulit untuk kuungkapkan karena aku tidak dapat mendefinisikan siapa Allah secara jelas, melainkan dalam pengalaman-pengalaman hidup yang kujalani sampai saat ini, aku merasa sangat dekat dengan Allah, dan itu memang sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata.
Allah yang kukenal sangat dekat denganku sangat terasa kehadiranNya dalam pengalaman yang tidak enak maupun dalam keadaan yang paling membahagiakan. Dalam pengalaman tidak enak, seperti pada saat aku merasakan kekeringan dalam panggilan hidup yang telah kupilih dan kuperjuangkan saat ini, aku merasakan kehadiran Allah yang selalu mengarahkanku pada pemaknaan akan tujuan hidup dan apa yang telah kuperjuangkan selama ini. Hal ini semakin jelas dalam ungkapan Gusti mboten sare, yang selama ini aku pakai dalam prinsip hidupku. Aku yakin bahwa Allah itu tidak tidur saat aku mengalami kegundahan dalam hidup, maupun kejenuhan dalam hidup panggilan. Allah memberikan banyak jalan dalam ke-galau-an ataupun dalam kekeringan panggilan hidupku. Allah hadir dalam rupa yang tidak bisa kubayangkan sebelumnya. Aku hanya bisa menyadari bahwa setiap saat Allah akan hadir melalui orang-orang yang kutemui, dan semua mengarahkanku menuju pemaknaan hidup dari segala pengalaman yang aku alami selama ini. Sebagai contoh: dalam saat-saat yang tidak mengenakkan, yakni pada saat aku merasa kesepian dan merasa tidak berguna dihadapan banyak orang, aku merasa bahwa Allah tidak membiarkanku larut dalam kesepian itu dalam waktu yang lama. Selalu ada orang-orang yang hadir dalam kesepianku itu. Suatu kali, aku merasa kesepian selama satu minggu, dan aku dapat memaknai kesepianku itu pada saat aku berjumpa dengan banyak orang yang tidak kukenal di sebuah toko buku. Saat itu aku yakin bahwa aku pasti akan bekerja sendiri, dan melaksanakan kewajibanku sendiri. Aku yakin bahwa tidak akan ada orang yang bersedia menolongku untuk menyelesaikan tugas yang mungkin sepele tapi menyita banyak waktu. Akan tetapi, tanpa direncanakan terlebih dahulu, ada orang yang bersedia membantuku dan ย tugasku dapat terselesaikan dengan baik. Awalnya aku merasa kesepian, tapi entah mengapa selalu ada saja yang bersedia membantu. Allah benar-benar hadir pada saat-saat yang sangat tepat dan diluar rencanaku.
Dalam situasi yang membahagiakan, Allah juga hadir dalam kebahagiaan yang aku rasakan. Allah hadir dalam sesama yang membawaku pada arti atau pemaknaan kebahagiaan yang kudapatkan. Hal ini nampak jelas pada saat aku sedang bahagia karena bertemu dengan teman lama ataupun dengan orang-orang terdekatku. Kadang karena aku terlalu bahagia, aku lupa akan keberadaan Allah, dan orang-orang yang aku temui selalu mengingatkanku pada Allah melalui doa bersama. Dari situlah aku merasa bahwa Allah selalu menyapaku dalam segala keadaan dengan cara-cara yang unik dan sama sekali tidak terpikirkan olehku.
Satu hal yang tidak kalah penting dalam pemaknaan Allah dalam hidupku adalah: Allah adalah sumber hidupku. Dalam pengertianku ini, aku merasa bahwa Allah benar-benar yang menopang hidup dan menata hidup yang kujalani ini. Allah memberikanku banyak pengalaman hidup yang membawaku pada pemaknaan akan arti hidupku ini. Allah memang telah mengambil orang-orang yang kucintai dalam hidupku ini, tapi Allah juga yang memberikan warna baru dalam hidupku. Aku tidak jarang mengalami hal-hal yang membuatku terpuruk, dan menganggap bahwa hidup ini terasa tidak enak. Akan tetapi, Allah tidak jarang pula membawaku pada pengalaman baru mengenai hidupku. Aku dibawa menuju pengalaman yang membuka mataku dalam sebuah pengalaman yang sulit untuk dilupakan, dan bahwa hidup ini memang indah dan aku berarti dalam hidup ini. Allah tidak tinggal diam dalam kehidupan yang aku jalani ini. Ia ingin agar aku lebih mengenali kehidupan yang kujalani agar aku semakin dekat dengan Dia, bukan hanya dalam pengertian semata, melainkan dalam kehidupan yang nyata. Kedekatanku dengan Allah bukan hanya dalam kata, melainkan dengan hati yang kuberikan padaNya, dan aku bersedia setia dalam kehendakNya.