Mempertahankan “Perbedaan” atau “Kesatuan”?

Dewasa ini banyak orang berbicara mengenai perbedaan Suku atau Agama, atau yang lainnya.. adakah orang yang berbicara mengenai Kesatuan?

hal yang menjadi refleksi kita sebenarnya adalah mengapa kata yang dipakai adalah kata โ€œperbedaanโ€. Jika kita menggunakan kata โ€œperbedaanโ€, bukankah kita akan terus membeda-bedakan satu dengan yang lainnya?

mengapa kita tidak menggunakan kata โ€œkesatuanโ€ sebagai awal kata dari pembicaraan kita? dengan kata โ€œkesatuanโ€, kita tidak membedakan.. bahkan kita mempersatukan perbedaan. diharapkan ujungnya adalah adanya kesatuan pemikiran dan bisa dinyatakan bersama.

kata kesatuan memiliki banyak makna. jika dikaitkan dengan kata โ€œperbedaanโ€ maka katau โ€œkesatuanโ€ adalah sebuah kata yang merangkul berbagai perbedaan yang ada. pertanyaannya adalah perbedaan seperti apa yang kita satukan? apakah dengan menghilangkan perbedaan itu sendiri dan menjadikannya satu? atau tetap mempertahankan perbedaan tetapi tetap memiliki kesatuan?

Ideologi Negara kita adalah PANCASILA. Pendiri bangsa ini memiliki pemikiran yang sangat cemerlang. Mereka tidak menghapuskan perbedaan, tetapi mereka memilih kesatuan. Mereka tidak memikirkan bagaimana perbedaan satu sama lain, tetapi bagaimana menyatukan semuanya itu. Mereka berpikir tidak hanya sekedar berpikir tetapi juga memperhitungkan ini itu. tapi perlu diingat lagi bahwa mereka hanya berpikir mengenai โ€œkesatuanโ€ bukan โ€œperbedaanโ€.

Nah.. sekarang bagaimana manusia Indonesia di zaman modern era reformasi (katanya)? apakah kita berpikir pada perbedaan melulu atau bagaimana kita bersatu?

berbeda itu indah.. lebih indah lagi jika kesatuan dalam perbedaan itu hidup dan berakar dalam diri manusia Indonesia

Bagikan

Post your Comment About This Product

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *