Berikut penulisan Daftar pustaka untuk dokumen Gereja. Smoga bisa membantu
โKonsili Vatikan II. โKonstitusi Pastoral tentang Gereja di Dunia Dewasa iniโ (GS) dalam Dokumen Konsili Vatikan II, terj. R. Hardawiryana, S.J. Jakarta: Dokumentasi dan Penerangan KWI โ Obor, 1993.
Konsili Vatikan I. โPastor Aeternusโ dalam H. Denzinger dan ย A. Schonmetzer (eds.). Enchiridion Symbolorum Definitionum et Declarationum de Rebus Fidei et Morum. Roma: Herder, 1976.
Sri Paus Yohanes Paulus II. Mulieris Dignitatem (Martabat Kaum Wanita), terj. Konrad Ujan. Jakarta: Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI, 1994.
Paus Paulus VI. Evangelii Nuntiandi (Mewartakan Injil), terj. J. Hadiwikarta, Pr. Jakarta: Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI, 1992.
- Sebaiknya nama Konsili ybs. atau pembuat dokumen selalu ditulis.
- Kata โdalamโ perlu dicantumkan untuk menunjukkan sumber buku yang digunakan.
- Jika ada penerjemah, nama penerjemah perlu ditulis agar bisa dibedakan dari terbitan-terbitan ย ย terjemahan lainnya dari dokumen Gereja yang sama.
- Tahun penerbitan yang ditulis ialah tahun penerbitan buku terjemahan yang digunakan.
- Dokumen Konsili Vatikan II yang diterjemahkan oleh R. Hardawiryana, SJ., adalah dokumen terjemahan resmi KWI, maka sejak 1993, terjemahan lain tidak digunakan lagi.
- Nama Paus ditulis lengkap dan tidak dibalik.
Untuk penulisan referensi Kitab Hukum Kanonik 1983
Kitab Hukum Kanonik 1983, terj. Sekretariat KWI. Jakarta: Obor, 1991.
- Tanpa nama pengarang
- Tahun penerbitan yang ditulis adalah tahun penerbitan buku terjemahan yang digunakan.