Diperkirakan satu juta anak muda berkumpul di pinggiran kota Roma untuk doa malam Yubileum Kepemudaan. Tiga di antaranya mengajukan pertanyaan kepadanya: tentang persahabatan, pilihan hidup, dan perjumpaan dengan Yesus.
Oleh Joseph Tulloch
Sekitar satu juta peziarah muda berkumpul di Tor Vergata, di pinggiran kota Roma, untuk Yubileum Kepemudaan pada Sabtu malam.
Saat malam tiba, Paus Leo memimpin para peziarah dalam doa malam, yang menampilkan nyanyian, bacaan Kitab Suci, dan Adorasi Ekaristi.
Inti acara adalah sesi tanya jawab di mana Paus menjawab tiga pertanyaan yang diajukan oleh para peziarah muda dalam bahasa Spanyol, Italia, dan Inggris.

Persahabatan, pilihan hidup, dan perjumpaan dengan Yesus
Pertanyaan pertama diajukan oleh Dulce Maria, 23 tahun, dari Meksiko. Mengingat sifat koneksi daring yang โcepat berlalu dan seringkali ilusifโ, ia bertanya, bagaimana kita dapat โmenemukan persahabatan sejati dan cinta sejati yang akan menuntun kita kepada harapan sejatiโ?
Dalam jawabannya, Paus menekankan bahwa meskipun media sosial menawarkan โkesempatan luar biasaโ untuk berdialog, media sosial dapat โdigunakan untuk meninabobokan kita, membuat kita kecanduan konsumerismeโ. Ia menekankan bahwa persahabatan hanya dapat benar-benar langgeng jika didasarkan pada Tuhan, dan, mengutip Santo Agustinus, menekankan bahwa โOrang yang mengasihi Tuhan dalam sahabatnyalah yang sungguh-sungguh mengasihi sahabatnya.โ
Pertanyaan kedua datang dari Gaia, 19 tahun, dari Italia. Ia bertanya tentang โiklim ketidakpastianโ yang โmelumpuhkanโ banyak anak muda, dan menghalangi mereka untuk membuat pilihan hidup yang penting.
Dalam jawabannya, Paus Leo menekankan bahwa pilihan-pilihan ini bukanlah โsoal memilih sesuatu, melainkan soal memilih seseorang.โ Ketika kita membuat pilihan, kata Paus, kita memutuskan โkita ingin menjadi siapaโ.
Pertanyaan terakhir diajukan dalam bahasa Inggris oleh Will, 20 tahun, dari AS. Bagaimana kita dapat โsungguh-sungguh berjumpaโ dengan Yesus, tanyanya, dan yakin akan kehadiran-Nya โbahkan di tengah pencobaan dan ketidakpastian?โ
Dalam tanggapannya, Paus Leo mendesak para peziarah muda untuk โmerenungkan cara hidup kalianโ, โmencari keadilanโ, โmelayani kaum miskinโ, dan โmenyembah Kristus dalam Sakramen Mahakudusโ.

Doa untuk Maria dan Pascale
Dalam menjawab pertanyaan para peziarah, Paus Leo juga menyebutkan dua perempuan muda โ Maria, 20 tahun, dari Spanyol, dan Pascale, 18 tahun, dari Mesir โ yang meninggal dunia saat mengikuti Yubileum Kepemudaan beberapa hari terakhir.
โMarilah kita berdoa bersama untuk mereka, para peziarah harapan,โ kata Paus. โMarilah kita berdoa untuk keluarga mereka, sahabat mereka, dan komunitas mereka. Semoga Yesus yang Bangkit menyambut mereka dalam damai dan sukacita Kerajaan-Nya.โ
Malam itu kemudian diakhiri dengan adorasi Ekaristi selama kurang lebih satu jam, yang diiringi dengan kidung dan doa dalam bahasa Prancis, Inggris, Spanyol, Italia, Portugis, Jerman, Polandia, dan Latin.

Artikel asli:
An estimated million young people gather in the outskirts of Rome for the Jubilee of Youth prayer vigil. Three of them ask him questions: about friendship, life choices, and encountering Jesus.
ย