Paus Leo akan bertemu Gerakan Populer

Pope Leo to meet Popular Movements

Kantor Pers Takhta Suci mengadakan pengarahan untuk mempresentasikan Pertemuan Gerakan Rakyat Sedunia Kelima, yang dijadwalkan berlangsung di Roma dari 21 hingga 24 Oktober, dilanjutkan dengan Ziarah Yubileum. Para peserta akan diterima dalam audiensi oleh Paus Leo XIV, dan berpartisipasi dalam Misa Yubileum di akhir pertemuan mereka.

Oleh Linda Bordoni

Perjalanan Gereja yang berkelanjutan bersama Gerakan Rakyat sedunia mengambil langkah baru akhir bulan ini dengan Pertemuan Gerakan Rakyat Sedunia Kelima, yang akan diselenggarakan di Roma dari 21 hingga 24 Oktober, dilanjutkan dengan Ziarah Yubileum pada 25โ€“26 Oktober.

Para peserta pertemuan akan diterima dalam audiensi dengan Paus Leo XIV pada 23 Oktober, dan akan berpartisipasi dalam Misa Yubileum di Basilika Santo Petrus yang dipimpin oleh Paus pada hari Minggu, 26 Oktober.

Kardinal Czerny: Pembangunan harus melibatkan kaum miskin

Membawakan acara di Kantor Pers Takhta Suci, Kardinal Michael Czerny, SJ, Prefek Dikasteri untuk Mempromosikan Pembangunan Manusia Integral, mengatakan bahwa kemajuan sejati tidak dapat dicapai tanpa partisipasi kaum miskin itu sendiri. Mengutip dari seruan apostolik Paus Leo, Dilexi te, beliau mengatakan bahwa kaum miskin bercita-cita โ€œuntuk menjalani kehidupan yang lebih bermartabat dengan mengembangkan kemampuan mereka dan berkontribusi secara adil.โ€

Kardinal tersebut memperingatkan terhadap segala bentuk paternalisme yang membatasi diri untuk memenuhi kebutuhan mendesak. โ€œSolidaritas,โ€ katanya, โ€œberarti melawan akar struktural kemiskinan dan ketimpangan. Ini adalah cara untuk menciptakan sejarah, dan inilah yang sedang dilakukan oleh gerakan-gerakan rakyat.โ€

Don Mattia Ferrari: Sebuah proses, bukan sebuah peristiwa

Don Mattia Ferrari, koordinator Encuentro Mundial de Movimientos Populares (EMMP), menekankan bahwa perjumpaan ini โ€œbukanlah sebuah peristiwa, melainkan sebuah tahapan dalam sebuah prosesโ€ yang dimulai bertahun-tahun lalu ketika komunitas-komunitas yang terpinggirkan mulai berjalan bersama Gereja.

Gerakan-gerakan ini, jelasnya, terdiri dari mereka yang tidak memiliki akses terhadap tanah, perumahan, pekerjaan, atau hak-hak dasar yang bersatu untuk melawan ketidakadilan dan membangun ekonomi berbasis solidaritas. Kolaborasi mereka dengan Gereja, yang pertama kali didorong oleh Paus Fransiskus, telah berkembang menjadi proses sinode yang berlanjut hingga saat ini.

Pertemuan kelima ini akan menjadi yang pertama dengan Paus Leo XIV dan yang pertama di mana delegasi gerakan rakyat datang didampingi oleh Gereja-gereja lokal mereka, yang diwakili oleh para uskup, imam, religius, dan umat awam. โ€œIni memenuhi impian Paus Fransiskus,โ€ kata Don Ferrari, โ€œbahwa Gereja sendiri harus mendampingi kaum miskin.โ€

Program tersebut, jelasnya, mencakup tiga momen kunci:

  • Pertemuan Gerakan Rakyat Sedunia di Spin Time Labs, Roma, 21โ€“24 Oktober.
  • Audiensi dengan Paus Leo XIV pukul 16.00 tanggal 23 Oktober di Aula Paulus VI.
  • Festival di Piazza Vittorio pada malam hari tanggal 22โ€“24 Oktober, yang diselenggarakan dengan dukungan Kota Roma, menawarkan ruang untuk perjumpaan dan berbagi dengan warga dan mitra sosial.
  • Terakhir, Ziarah Yubileum pada tanggal 25โ€“26 Oktober, bertepatan dengan Yubileum Tim Sinodal dan Badan Partisipatif โ€” โ€œsebuah tanda providensial,โ€ katanya, โ€œtentang karakter sinode dan misionaris Gereja.โ€

Micheline Mwendike: โ€œKami percaya persaudaraan masih mungkinโ€

Micheline Mwendike Kamate dari Republik Demokratik Kongo menyuarakan komitmen mereka yang paling menderita akibat ketidakadilan ekonomi dan lingkungan.

Ia berbicara tentang paradoks negaranya: kaya akan mineral penting bagi transisi energi global, namun menjadi rumah bagi jutaan orang yang menderita kelaparan dan kekurangan.

โ€œKetidakadilan yang dialami rakyat kita,โ€ katanya, โ€œadalah buah dari kekerasan struktural yang terakumulasi selama berabad-abad โ€” kolonialisme, neokolonialisme, dan kediktatoran ekonomi yang mematikan.โ€

โ€œBersama,โ€ katanya, โ€œkita bisa membangun dunia yang mungkin. Sebelum perang, ketidakadilan, dan korupsi, kita masih percaya pada persaudaraan.โ€

Artikel Asli:

Read all

ย 

Bagikan

Post your Comment About This Product

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *